Sequis Life Tawarkan Produk Perlindungan Kesehatan Hingga Rp90 Miliar

Sequis Life Tawarkan Produk Perlindungan Kesehatan Hingga Rp90 Miliar

Setiap tahun biaya kesehatan semakin mahal. Hal ini tentunya berdampak pada anggaran dan rencana keuangan keluarga. Oleh karena itu, pola hidup sehat mau tidak mau harus dijalani untuk memperkecil risiko datangnya penyakit.

Namun, musibah seperti terserang penyakit tidak ada ada yang menginginkan dan direncanakan siapapun. Hal itu disampaikan President Director & CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja dalam acara halalbihalal, peluncuran produk asuransi Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC), dan paparan kinerja Q1 2019 Sequis Life di Sequis Tower Jakarta (18/9/2019).

Baca juga : Kiat Memilih Asuransi Kesehatan yang Cocok untuk Masa Depan

Upaya yang bisa dilakukan, selain menerapkan pola hidup sehat adalah memiliki perlindungan kesehatan melalui asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhan. “Melihat itu, kami menghadirkan Sequis Q Infinite MedCare Rider. Ini adalah produk asuransi kesehatan tambahan yang memberikan perlindungan kesehatan hingga Rp90 miliar per tahun dengan fasilitas perawatan VIP dan VVIP,” katanya.

Dalam Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC memberikan empat manfaat, yaitu perlindungan kesehatan menyeluruh hingga usia 100 tahun, yaitu manfaat pengobatan tradisional Tiongkok, terapi okupasi, dan terapi wicara. Ada pula empat pilihan plan rawat inap di wilayah Indonesia atau luar negeri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Kinerja Keuangan 2018 dan Kuartal I 2019

Kinerja keuangan Sequis Life di sepanjang tahun 2018, tercatat stabil di saat bursa bergejolak di 2018. Hal ini tercermin dari pendapatan premi bruto yang mencapai Rp3,4 triliun atau naik sekitar 6,4 persen dari tahun sebelumnya dengan proporsi premi lanjutan sebesar 74 persen dan 26 persen dari premi bisnis baru. Pendapatan premi tersebut sebagian besar berasal dari penjualan produk tradisional dengan proporsi 66 persen dan sisanya senilai 34 persen berasal dari penjualan produk unit link.


Sequis Life juga mencatat total aset senilai Rp18,4 triliun dan laba setelah pajak senilai Rp613,9 miliar serta risk based capital sebesar 735 persen. Selain itu, sepanjang tahun 2018, Sequis melakukan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp750,7 miliar. Proporsi pembayaran klaim dan manfaat tersebut terdiri dari klaim kesehatan sebesar 42 persen, klaim kematian sebesar 7 persen serta manfaat jatuh tempo dan dana tunai sebesar 51 persen.

Sementara pada 2019, Sequis Life menargetkan pendapatan premi hingga 14 persen dari pencapaian premi tahun 2018. Angka pada kuartal pertama tahun ini untuk total pendapatan premi bruto sebesar Rp859,5 miliar, total aset senilai Rp18,99 triliun, dan laba bersih senilai Rp289,86 miliar. Catatan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp211,28 miliar dengan proporsi klaim kesehatan sebesar 42 persen, klaim kematian sebesar 20 persen, dan manfaat jatuh tempo dan dana tunai sebesar 38 persen.

Sentuhan Teknologi Digital

Dunia digital pun menjadi salah satu fokus Sequis Life untuk memberikan layanan yang memuaskan bagi nasabahnya. Pada tahun lalu, perusahaan asuransi ini telah meluncurkan Sequis Polisku, sebuah aplikasi layanan nasabah yang memudahkan nasabah melakukan transaksi klaim, perubahan data polis, dan mendapatkan informasi rumah sakit rekanan.

Baca juga : Sudah Punya BPJS Kesehatan, Masih Perlukah Asuransi Kesehatan?

Pada Februari 2019, Sequis menjalin kemitraan dengan Plug and Play. Melalui kemitraan dengan Plug and Play dan banyak startup lain diharapkan akan membantu menjaring ide kreatif dan merealisasikan perspektif baru untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. 

“Ke depannya Sequis Life akan memiliki sebuah ekosistem bisnis yang menghadirkan informasi dan layanan produk asuransi kesehatan dan penyakit kritis pada platform digital dan menyasar untapped market atau segmen pasar yang belum dimanfaatkan oleh kompetitor,” ujar Tatang.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 21, 2019, 3:31 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.