Jangan Tertipu Investasi Bodong, Ini Ciri dan Tips dari OJK

Jangan Tertipu Investasi Bodong, Ini Ciri dan Tips dari OJK

Kasus investasi bodong masih saja terjadi. Salah satu kasus yang cukup menghebohkan adalah investasi ilegal Pandawa Group yang merugikan 549 ribu orang dengan total dana mencapai Rp3,8 trilun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2008-2018, total kerugian korban investasi bodong tembus hingga Rp88 triliun.

Bahkan pada April 2019, OJK kembali mengeluarkan daftar 73 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari pihak berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Aktivitas 73 perusahaan investasi ilegal ini telah diberhentikan Satgas Waspada Investasi.

Baca juga : Investasi P2P Lending Semakin Aman dengan Sertifikasi ISO 27001

Untuk itu, OJK menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam berinvestasi dan selalu cermat dalam mengelola dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risikonya. OJK pun secara berkesinambungan terus melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari kerugian investasi ilegal.

Beberapa ciri dari investasi bodong antara lain menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu cepat, klaim tanpa risiko (free risk), menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru (member get member). Apabila menemukan ciri-ciri tersebut, maka patut dicurigai dan segera melapor kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau pihak berwajib.

Tips Menghindari Investasi Bodong

Meskipun cukup banyak korban penipuan investasi dan pihak pemerintah seperti OJK telah sering mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika berinvestasi, tetap saja kasus penipuan berkedok investasi bodong ini masih saja terjadi.


Penyebab masih adanya investasi bodong ini disebabkan ketidaktahuan masyarakat mengenai investasi, tergiur bunga yang tinggi, pelaku menggunakan tokoh agama, tokoh masyarakat dan selebriti dalam memasarkan produknya. Untuk mengetahui suatu investasi itu bodong atau tidak, kuncinya adalah 2L yaitu legal dan logis.

Untuk itu, selalu kenali produk investasi sejak awal, agar risiko kerugian dapat dihindari. Berikut ini tips menghindari investasi bodong ini sejak awal.

1. Sebelum berinvestasi di perusahaan yang menawarkan investasi, cari tahu terlebih dahulu mengenai reputasi perusahaan, karyawan, dan produknya.

2. Cari informasi mengenai alamat lengkap perusahaan dan mencari informasi produk mengenai perusahaan tersebut melalui internet.

3. Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Baca juga : Bagaimana Peluang Investasi Saham di 2019?

4. Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

5. Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. Meminta salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan produk investasi yang ditawarkan.

7. Hindari agen yang tidak dapat menjelaskan rencana bisnis perusahaan secara detail.

8. Cari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasar investasi.

9. Semakin besar keuntungan yang dijanjikan, maka semakin besar pula risiko yang akan ditanggung pemilik dana.

Agar terhindar dari investasi bodong, Anda sebagai calon investor sebaiknya kenali dan pahami terlebih dahulu jenis investasi yang akan digunakan. Dengan begitu, risiko penipuan yang mungkin saja terjadi bisa dihindari sejak awal. Jangan sampai karena tergiur iming-iming keuntungan besar, justru malah kerugian yang akan Anda dapatkan. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 21, 2019, 3:55 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.