Survei Konsumen BI 2019: Minat Masyarakat Berinvestasi Meningkat

Survei Konsumen BI 2019: Minat Masyarakat Berinvestasi Meningkat

Bank Indonesia (BI) kembali merilis hasil survei konsumen periode Mei 2019. Hasil survei tersebut mengindikasikan optimisme konsumen sejak awal tahun semakin membaik. Hal tersebut terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2019 sebesar 128,2. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 128,1.

Selain IKK, optimisme konsumen yang tetap baik terdorong dengan semakin membaiknya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini. Utamanya persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian bahan tahan lama.

Di samping itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan dianggap cukup kuat, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi penurunan ekspektasi terhadap penghasilan dan kegiatan usaha pada enam bulan ke depan.

Tabungan dan Investasi 

Hasil Survei Konsumen BI ini juga menjabarkan, mayoritas responden rumah tangga memilih untuk menyimpan kelebihan pendapatan dalam 12 bulan mendatang ke dalam bentuk instrumen simpanan seperti tabungan atau deposito. Pada Mei 2019, sebanyak 43,8 persen responden menyatakan akan menempatkan kelebihan pendapatannya dalam bentuk 12 bulan mendatang dalam bentuk tabungan atau deposito. Jumlah persentase tersebut menurun dibanding survei bulan sebelumnya.

Instrumen lain yang paling banyak dipilih responden adalah properti (24 persen), dan emas perhiasan (18,5 persen). Persentase instrumen investasi menunjukkan peningkatan keduanya yang masing-masing 22,3 persen dan 18,3 persen pada bulan sebelumnya.

Baca juga : Bagaimana Iklim Investasi Indonesia di Tahun Politik?


Sementara persentase responden yang berencana membeli atau membangun rumah dalam 12 bulan mendatang juga ikut meningkat. Pada periode survei, sebanyak 7,5 persen responden menyatakan sangat mungkin untuk membeli, membangun atau merenovasi rumah. Jumlah itu meningkat dari 6,9 persen dari bulan sebelumnya.

Sementara 28,8 persen responden menyatakan mungkin akan membeli, membangun atau merenovasi rumah dalam 12 bulan mendatang. Persentase ini juga naik dari 27,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pendapatan Konsumen

Hasil survei ini juga menerangkan adanya kenaikan pendapatan uang digunakan untuk meningkatkan konsumsi dan menambah cicilan utang. Porsi pendapatan responden yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) meningkat dari 68,5 persen menjadi 69,1 persen. Sementara rata-rata rasio cicilan terhadap pendapatan (debt service to income ratio) juga turut meningkat menjadi 11,6 persen dari 11,5 persen. Sedangkan proporsi pendapatan kosumen yang tersimpan (saving to income ratio) pada Mei 2019 menurun dari 20 persen menjadi 19,4 persen.

Meningkatnya persepsi terhadap penghasilan responden pada Mei 2019 ditenggarai terjadi seiring dengan penerimaan tunjangan hari raya dan meningkatnya pendapatan usaha. Kenaikan Indeks Penghasilan Konsumen ini terjadi pada hampir semua kategori pengeluaran, terutama pada konsumen dengan pengeluaran di atas Rp5.000.000.

Baca juga : Apa Dampak Pepindahan Ibu Kota terhadap Iklim Investasi?

Meningkatnya persepsi terhadap penghasilan responden tersebut diikuti dengan meningkatnya kenyakinan untuk membeli durable goods, terutama peralatan elektronik dan komunikasi, serta perabot rumah tangga. Indikasi dari kenaikan pembelian durable goods sebesar 1,6 poin menjadi 115,2 poin. Peningkatan itu terjadi pada sebagian besar kategori pengeluaran responden, terutama responden dengan pengeluaran Rp2.100.000 sampai Rp3.000.000.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 14, 2019, 2:45 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.