Cashlez Resmi Menjadi Penyelenggara Payment Gateway

Cashlez Resmi Menjadi Penyelenggara Payment Gateway

PT Cashlez Worldwide Indonesia (Cashlez) telah mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia sebagai penyelenggara payment gateway. Hal tersebut terlampir pada surat Nomor 21/142/DKSP/Srt/B tertanggal 20 Mei 2019. Surat itu berisi persetujuan izin sebagai penyelenggara payment gateway sesuai dengan Pasal 57 PADG No. 19/10/PADG/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway).

Vice President Operations Cashlez Tony SH mengatakan, proses pengajuan perizinan tersebut sudah dilakukan dua tahun lalu, tepatnya sejak 13 April 2017. Selanjutnya, Bank Indonesia melakukan pemeriksaan (on site visit) pada 1 Maret 2019 dan akhirnya memberikan izin resmi pada tanggal 20 Mei 2019.

“Memang proses yang panjang, tetapi kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia telah mempercayai Cashlez sebagai penyelenggara payment gateway. Dengan izin ini, Cashlez akan lebih aktif lagi dalam memperluas penerimaan non-tunai agar terciptanya Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) di Indonesia,” kata Tony dilansir dari siaran pers yang diterima duitologi.com (12/6/2019).

Baca juga : Cashlez Berkolaborasi dengan OVO Perluas Transaksi Non-Tunai

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Cashlez Teddy Tee mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pihak regulator, yakni Bank Indonesia yang proaktif memberi dukungan kepada industri fintech khususnya payment gateway. “Kami juga akan mematuhi seluruh ketentuan Bank Indonesia yang berlaku sehingga dapat melindungi konsumen dan industri fintech itu sendiri,” ucapnya.

Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2015 ini merupakan bisnis yang fokus pada payment aggregator yang menggabungkan sistem aplikasi kasir dan penerimaan pembayaran. Cashlez memberikan layanan pembayaran dengan kartu, pembayaran digital seperti QR code dan pembayaran online.


Layanan pembayaran tersebut diaplikasikan ke dalam aplikasi yang dihubungkan dengan Cashlez reader melalui bluetooth. Sistem ini dapat memonitor semua transaksi penjualan bisnis merchant secara real time. “Saat ini, Cashlez telah membantu lebih dari 4.000 pemilik usaha dalam menerima pembayaran non-tunai, baik dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga enterprise,” tambah Teddy.

Sebelumnya, Cashlez juga telah mendapatkan izin sebagai penyelenggara teknologi finansial dari Bank Indonesia pada 8 Maret 2018. Saat itu, Cashlez menjadi pendaftar pertama dan mendapatkan persetujuan kurang dari dua bulan.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Cashlez pun menjalin kerja sama dengan platform pembayaran digital Indonesia, yakni OVO. Bagi Cashlez, kerja sama ini akan semakin melengkapi metode pembayaran yang kini sudah melingkupi kartu kredit, kartu debit nasional maupun internasional, T-Cash, dan BNI YAP!.

Baca juga : 7 Keuntungan Menjadi Bagian dari Cashless Society

Dengan menggandeng OVO, Cashlez menambah fitur penerimaan pembayaran baru yaitu OVO. “Fitur ini akan tersedia pada aplikasi Cashlez POS yang di-install melalui Google Play Store atau App Store dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh merchant sebagai salah satu pilihan pembayaran dalam bertransaksi,” jelas Teddy dalam artikel duitologi.com (13/2/2019).

Segmentasi Cashlez telah digunakan oleh berbagai jenis usaha di Indonesia, mulai dari toko retail, restoran, kafe, akomodasi, tempat rekreasi, salon hingga asuransi. Selanjutnya, Cashlez akan membuka kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan e-payment lainnya dan berinovasi dalam menerima pembayaran non-tunai sebagai bentuk dukungan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia (BI).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 13, 2019, 4 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.