Waspadai Tawaran Pinjaman Uang dengan Proses Cepat

Waspadai Tawaran Pinjaman Uang dengan Proses Cepat

Mungkin Anda sering mendapatkan pesan singkat berupa tawaran pinjaman uang dengan proses singkat. Pinjaman uang tersebut bisa saja berupa kredit tanpa agunan (KTA) yang bukan hanya ditawarkan pihak bank saja, tetapi juga lembaga non-bank atau online. Dengan demikian, layanan KTA ini sudah semakin mudah untuk dijangkau.

Pinjaman uang ini memang menawarkan kemudahan dari sisi pencairan dana. Menariknya lagi, pihak peminjam tidak perlu repot-repot memikirkan jaminan atau agunan yang harus diberikan kepada pihak kreditur. Kalau sudah begitu, bagaimana tidak akan populer dan menarik tawaran tersebut?

Baca juga : Untung Rugi Membuka Usaha dari Modal Pinjaman

Namun demikian, perlu diingat sejatinya pinjaman uang seperti KTA merupakan produk resmi dari bank. Jika tertarik menggunakannya, berhati-hatilah dalam mencari pinjaman. Jika sembarangan, bisa saja pinjaman uang ini bisa membawa Anda ke kondisi bahaya finansial.

Apa yang harus dilakukan agar tidak tertipu dengan pinjaman uang dengan proses cepat? Berikut ini tips yang bisa Anda perhatikan sehingga terhindar permasalahan keuangan.

Berhati-hati Mengambil Pinjaman

Hal utama yang harus diingat adalah pinjaman tanpa agunan seperti KTA adalah utang yang akan berhubungan dengan kondisi finansial Anda. Kebanyakan orang yang dalam keadaan terdesak lalu terburu-buru dan ingin KTA cepat cair tanpa ribet. Namun salah-salah malah jadi terjebak lintah darat. Perlu diketahui, ada juga pihak yang mengaku bisa memberikan KTA. Biasanya mereka menyebut diri sebagai perantara bank.


Mengutip laman indodana.com, ternyata tidak semua dari kreditur (pemberi pinjaman) adalah kredibel. Ada pula yang mengklaim bisa mencairkan dana dengan hanya bermodalkan biodata lengkap Anda seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Padahal, untuk untuk mendapatkan dana seperti KTA tidak sesederhana itu.

Di lain pihak, ada lagi sejumlah perusahaan pembiayaan atau perseorangan yang menawarkan layanan kredit tanpa agunan ini. Namun perhatikan, syarat dan ketentuan KTA dari mereka tentu berbeda dengan bank karena perusahaan dan individu semacam ini tidak diikat aturan resmi dari pemerintah.

Syarat Umum Pengajuan Pinjaman

Secara umum, lembaga jasa keuangan seperti umum seperti bank akan memberikan persyaratan yang wajib dipenuhi debitur (peminjam) saat mengajukan pinjaman. Berikut adalah syarat umum yang diberikan bank untuk mencairkan pinjaman dana yang perlu Anda ketahui:

1. Rekening tabungan tiga bulan terakhir.

2. Kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

3. Slip gaji karyawan atau surat keterangan penghasilan.

4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau surat pemberitahuan tahunan (SPT).

5. Akta nikah/cerai/kematian/perjanjian pranikah.

Baca juga : Biaya Nikah Kurang? Ini Solusi Pinjaman Dana Pernikahan


Teliti Memilih Pinjaman

Oleh sebab itu, hendaknya jangan terburu-buru dalam mencari KTA. Bersabarlah dan berhati-hati dalam memilah mana pemberi pinjaman yang paling tepat sesuai kebutuhan Anda. Anda akan ingin memilih yang paling bisa dipercaya. Dengan demikian, Anda dapat memaksimalkan manfaat KTA dengan tenang dan baik. Cicilan pun dapat dilunasi tanpa masalah.

Apakah Pinjaman Online Dikenai Pajak?

Terkait pertanyaan tersebut, laman online-pajak.com menjawab, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, pajak pinjaman diatur dalam pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Berikut ini kutipan pasal tersebut:

“Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun”.

Baca juga : Home Credit Beri Solusi Pembiayaan Renovasi Rumah

Sedangkan pada pasal 4 ayat 1 huruf f disebutkan:

“Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang”

Berdasarkan kutipan di atas, mengacu atas kesimpulan tersebut pihak yang berkewajiban membayarkan pajak bukanlah debitur (peminjam) melainkan kreditur (pihak yang memberi pinjaman). Sehingga, wajib pajak yang mengajukan dan mendapatkan pinjaman dana secara online tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa pinjaman tidak dapat dijadikan sebagai faktor pengurang PPh.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 11, 2019, 5:08 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.