Ini Daftar Terbaru Rumah Bebas PPN

Ini Daftar Terbaru Rumah Bebas PPN

Pemerintah menyesuaikan ketentuan baru tentang mengatur batasan rumah yang bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ketentuan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Perumahan Lainnya yang Atas Penyerahannya Dibebankan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pemerintah memandang perlu melakukan penyesuaian terhadap ketentuan yang mengatur mengenai batasan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang dapat diberikan fasilitas pembebasan PPN. Itu dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan mempertimbangkan meningkatnya harga tanah dan bangunan.

Baca juga : Begini Cara Menaksir Harga Rumah Berdasarkan NJOP

Menurut PMK yang ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 20 Mei 2019, rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah rumah yang memenuhi ketentuan, sebagai berikut:

1. Luas bangunan tidak melebihi 36 meter persegi.

2. Harga jual tidak melebihi batasan harga jual dengan ketentuan bahwa batasan harga jual didasarkan pada kombinasi zona dan tahun yang berkesesuaian sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

3. Merupakan rumah pertama yang dimiliki oleh orang pribadi yang termasuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah digunakan sendiri sebagai tempat tinggal dan tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu empat tahun sejak dimiliki.

4. Luas tanah tidak kurang dari 60 meter persegi.

5. Perolehannya secara tunai ataupun dibiayai melalui fasilitas kredit bersubsidi maupun tidak bersubsidi, atau melalui pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.


Dalam PMK tersebut juga dijelaskan, rumah Pondok Boro yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bangunan sederhana, berupa bangunan bertingkat atau tidak bertingkat, yang dibangun dan dibiayai oleh perorangan atau koperasi buruh atau koperasi karyawan.

Dalam Pasal 4 PMK ini, Pondok Boro diperuntukkan bagi para buruh tetap atau para pekerja sektor informal berpenghasilan rendah dengan biaya sewa yang disepakati, yang tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu 4 (empat) tahun sejak diperoleh.

Sedangkan asrama mahasiswa dan pelajar yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bangunan sederhana, berupa bangunan bertingkat atau tidak bertingkat, yang dibangun dan dibiayai oleh universitas atau sekolah, perorangan dan/atau Pemerintah Daerah, yang diperuntukkan khusus untuk pemondokan pelajar atau mahasiswa, yang tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu empa tahun sejak diperoleh.

Baca juga : Ini 4 Pilihan Investasi Properti yang Menguntungkan di 2019

Menurut PMK ini, perumahan lainnya yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai meliputi:

1. Rumah pekerja, yaitu tempat hunian, berupa bangunan tidak bertingkat atau bertingkat yang dibangun dan dibiayai oleh suatu perusahaan, diperuntukkan bagi karyawannya sendiri dan bersifat tidak komersil.

Rumah pekerja tersebut harus memenuhi ketentuan. Pertama, untuk bangunan tidak bertingkat, sesuai ketentuan. Kedua, untuk bangunan bertingkat, sesuai dengan ketentuan mengenai rumah susun sederhana yang diatur dalam PMK tersendiri yang tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu empat tahun sejak diperoleh.


2. Bangunan yang diperuntukkan bagi korban bencana alam yang dibiayai oleh pemerintah, swasta, dan/ atau lembaga swadaya masyarakat.

Sanksi yang tidak memenuhi ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal 6 ayat (1) yang berbunyi atas penyerahan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud, dikenai Pajak Pertambahan Nilai.

Ditegaskan dalam PMK ini, bagi pengembang atau pengusahaa yang melakukan penyerahan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang tidak memenuhi ketentuan dan tidak memungut Pajak Pertambahan Nilai, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Baca juga : Berapa Cicilan Rumah yang Pas untuk Gaji UMR?

Sementara dalam hal pembeli rumah sederhana dan rumah sangat sederhana tidak memenuhi ketentuan, PPN yang semula dibebaskan, wajib dibayar kembali oleh pembeli penerima fasilitas paling lama satu bulan sejak tidak terpenuhinya ketentuan tersebut.

“Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah lima belas hari terhitung sejak tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 8 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.010/2019 yang telah diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana pada 22 Mei 2019.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 11, 2019, 4:45 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.