5 Tips Hemat untuk Mudik Lebaran (I)

5 Tips Hemat untuk Mudik Lebaran (I)

Mudik Lebaran merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia. Tradisi mudik Lebaran juga identik dengan pemberian uang, oleh-oleh Lebaran, baju baru, mungkin kendaraan baru, dan berbagai hal baru lainnya untuk menyambur meriahnya Lebaran. Kondisi itu pasti akan membuat pengeluaran semakin membengkak selama bulan Ramadan.

Bagi Anda yang menjalani mudik Lebaran pun juga harus cermat dalam mengatur keuangan. Jangan sampai setelah Lebaran Anda mengalami kebangkrutan karena uang habis saat mudik. Agar hal itu tidak terjadi, berikut tips hemat mudik lebaran 2019 agar terasa aman dan nyaman.

1. Menata Anggaran

Penataan anggaran dimulai dari penyusunan keuangan yang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum masuk bulan Ramadan. Hal ini penting dilakukan karena harga-harga cenderung meningkat ketika Lebaran tiba. Belilah berbagai kebutuhan penting dalam rangka mudik Lebaran seperti tiket kereta atau pesawat.

Jangan lupa, pastikan Anda membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tulislah kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dalam rangka Ramadan dan mudik Lebaran. Sebagai contoh untuk mudik Lebaran adalah biaya transportasi, biaya makan, dan bekal selama Lebaran. Keperluan lain seperti uang yang akan dibagikan kepada saudara, baju-baju, oleh-oleh, dan kesiapan kendaraan.

Baca juga : Cara Cerdas Berbelanja di Bulan Ramadan

Pangkas pengeluaran yang tidak penting. Prioritaskan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan yang penting. Anda harus selekif dalam mengalokasikan pengeluaran. Perhatikan situasi dan kondisi dalam mengambil keputusan pengeluaran dana, agar efektif dan efisien.


Anda juga perlu memerhatikan pula cashflow yang bersumber dari pendapatan rutin dan tidak rutin. Pengeluaran dan prioritas kebutuhan tergantung pada seberapa besar jumlah pendapatan yang Anda dapat. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Persiapkan juga bekal selama mudik Lebaran. Anda harus memperhatikan anggaran bekal perjalanan selama mudik, terutama jika menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya anggaran akan membengkak terkait pengeluaran selama di perjalanan. Pasalnya, bisa ada keinginan membeli oleh-oleh saat melewati sebuah kota. Jika tidak bijak mengendalikan diri, maka pengeluaran saat perjalanan mudik akan membengkak.

2. Hemat Berbelanja

Keperluan mudik tidak bisa lepas dari aktivitas belanja. Agar hemat, cobalan untuk berbelanja sendiri dengan perencanaan yang sudah Anda buat. Belanja secara beramai-ramai biasanya akan mendatangkan ide untuk membeli sesuatu yang tidak direncanakan.

Pada saat berbelanja, sebaiknya menggunakan uang tunai. Siapkan uang tunai terbatas sesuai dengan rencana pengeluaran yang Anda buat. Kendalikan diri dengan tidak menambah daftar belanjaan ketika berada di tempat belanja. Penggunaan kartu kredit atau kartu debit akan menimbulkan perasaan memiliki banyak uang dan keinginan untuk membeli barang semakin besar. Namun, dalam membawa uang tunai pun Anda harus berhati-hati, jangan sampai menarik perhatian dan memberi kesempatan pada pencopet.

Baca juga : Mengapa di Bulan Ramadan Pengeluaran Lebih Boros? Ini Jawabannya

Berikutnya, jangan terlalu mudah mengikuti tren seperti tren baju, sepatu, tas, dan perhiasan. Tren memang selalu dibuat untuk menarik kosumen. Ketika Anda mengikuti tren, maka mental belanja Anda akan tercipta terus dan hal itu tidak sehat untuk pengelolaan keuangan Anda.

Hati-hati ketika berbelanja online. Memang tidak ada salahnya dengan membeli barang secara online. Hanya saja, risikonya adalah tidak sesuainya antara barang pesanan dengan wujud aslinya. Memang sekarang ini hampir e-commerce memberikan fasilitas return. Namun perlu diingat, proses return itu membutuhkan waktu dan juga biaya. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 22, 2019, 2:33 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.