Dukung Pembayaran Digital, BNI Syariah Tandatangani MoU dengan LinkAja

Dukung Pembayaran Digital, BNI Syariah Tandatangani MoU dengan LinkAja

Seiring kemajuan teknologi, sistem perbankan terus mengembangkan produk-produknya terutama terkait sistem pembayaran digital. Platform sistem pembayaran digital ini bukan hanya dilakukan pada bank-bank konvensional, tetapi juga dikembangkan oleh perbankan syariah.

BNI Syariah menjadi salah satu perbankan syariah yang gencar mengembangkan sistem digital perbankan ini. Untuk memperkuatnya, BNI Syariah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Fintek Karya Nusantara (Finarya) pemilik produk LinkAja.

MoU ini terkait dengan pengembangan sistem pembayaran digital yang dikelola secara syariah yaitu LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik bersama empat bank syariah milik BUMN termasuk BNI Syariah.

Baca juga : Umrah Semakin Mudah dengan Aplikasi Online Marketplace

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan inisiasi positif untuk mendukung langkah pengembangan dan percepatan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Sebagai Hasanah Banking Partner, tentunya BNI Syariah sangat mendukung untuk turut mengembangkan Halal Ecosystem.

“Diharapkan platform pembayaran digital berbasis syariah ini dapat melengkapi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi digital secara syariah,” kata Abdullah Firman Wibowo dalam siaran pers yang diterima duitologi.com (14/5/2019).


Platform pembayaran digital berbasis syariah yang dibuat akan mengadopsi platform pembayaran digital LinkAja. Saat ini, LinkAja yang dikembangkan oleh PT. Fintek Karya Nusantara (Finarya) telah beroperasi dan telah digunakan lebih dari 25 juta pengguna dan 131 ribu merchant partner.

Diharapkan dengan kehadiran platform digital berbasis Syariah ini dapat membantu percepatan penetrasi penyediaan layanan berbasis digital kepada masyarakat sehingga bisa meningkatkan pangsa pasar Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.

Baca juga : Tren QR Code Payment Membuat Transaksi Semakin Mudah

Pengembangan platform ini juga sesuai dengan visi digitalisasi perbankan BNI Syariah yang secara simultan gencar melakukan transformasi digital dengan penerapan human center design sebagai metodologi dalam pengembangan aplikasi digital.

Dengan metodologi ini diharapkan fitur pada aplikasi digital bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup nasabah dalam bertransaksi dan menjalankan ibadah setiap hari. Untuk pengembangan digital di tahun 2019, BNI Syariah menganggarkan dana sekitar Rp68 miliar.


Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar berharap, ke depan LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah.

Selain itu, LinkAja Syariah diharapkan bisa terhubung dengan sistem perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia.

Baca juga : BNI Syariah Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat Industri 4.0

Acara penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 yang telah disusun oleh KNKS bersama BAPPENAS dan Dewan Pengarah KNKS lainnya, bertempat di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Acara Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 ini dihadiri Presiden RI, Joko Widodo, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro dan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo. Pada kesempatan ini, BNI Syariah diwakili Direktur Utama Abdullah Firman Wibowo dan Direktur Keuangan dan Operasional Wahyu Avianto.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 16, 2019, 1:35 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.