Viral Uang Disiram Bensin, Cek Uang Palsu dengan Cara Ini

Viral Uang Disiram Bensin, Cek Uang Palsu dengan Cara Ini

Pada Rabu (8/5/2019), sebuah unggahan video pengguna Facebook atas nama Ahmad Hudlori di grup "Info Kriminal & Lalu Lintas (Nusantara)" menjadi viral. Pasalnya dalam video tersebut menampilkan seorang petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sedang menyiram uang kertas pacahan Rp50.000 dengan bensin.

Padahal, uang yang diberikan pada petugas SPBU tersebut diambil dari anjungan tunai mandiri (ATM) sebanyak Rp200.000. Petugas SPBU petugas curiga dan meminta Ahmad mengizinkannya untuk menyiram selembar uang Rp 50.000 menggunakan bensin. Kemudian, petugas SPBU mengungkapkan bahwa selembar uang tersebut palsu. Ini dibuktikan dengan lembaran uang tersebut terpisah menjadi dua lembar.

Cara Mengenal Keaslian Uang

Dalam buku digital mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Uang Palsu yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) menjelaskan sesuai dengan Pasal 1 UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, uang palsu adalah suatu benda yang bahan, ukuran, warna, gambar, dan/atau desainnya menyerupai rupiah yang dibuat, dibentuk, dicetak, digandakan atau diedarkan, tidak digunakan alat pembayaran dengan merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara.

Terkait video yang viral di warganet tersebut, BI tidak pernah mengenalkan cara memeriksa keaslian uang dengan menyiram bensin. Selama ini, bank sentral ini mengenalkan cara untuk mengenali keaslian uang kertas rupiah dengan mudah dan efektif dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, diterawang. Selain menggunakan metode tersebut, pengecekan uang palsu juga dapat dibantu dengan alat sederhana seperti sinar ultraviolet dan kaca pembesar.

Baca juga : Cara Cerdas Mengatur Uang THR


Pengecekan uang dengan sinar ultraviolet, uang kertas akan berubah warna baik warna uang dan kode nomor serinya. Sebagai contoh, nomor seri pada uang kertas pecahan Rp10.000 akan berubah warna dari hitam menjadi hijau dan dari merah menjadi oranye.

Sedangkan pengecekan dengan menggunakan kaca pembesar untuk melihat mikroteks. Sebagai contoh, dengan menggunakan kaca pembesar pada uang kertas pecahan Rp50.000, maka akan tulisan mikroteks akan terlihat pada gambar utama bagian belakang uang adalah “BI50000” berulang-ulang.

Baca juga : Mengenal Beda Uang Elektronik E-Money dan E-Wallet

Dalam buku digital yang membahas Mengenali Ciri Keaslian Uang Rupiah, pada uang kertas rupiah terbitan 2016 terdapat unsur pengaman baru berupa multicolor laten image yang dapat dikenali dengan cara dilihat. Unsur pengamanan tersebut pada uang kertas rupiah itu berupa benang pengaman. Multicolor laten image itu terdapat pada uang kertas pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000.

Benang pengaman itu terlihat seperti dianyam ataupun tertanam pada kertas uang. Benang pengaman tersebut dapat berubah warna pada uang kertas pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. untuk memudahkan penyandang disabilitas seperti tuna netra mengenali uang, uang kertas juga terdapat kode pada sisi kanan dan kiri uang. Kode itu berupa pasangan garis untuk memudahkan penyandang tuna netra mengenali nilai uang tersebut.

Uang Palsu dari ATM

Peredaran uang palsu bukanlah hoax tapi memang nyata dan benar adanya. Tak hanya ditemukan di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga di lembaga perbankan. Banyak nasabah yang melaporkan telah mendapat uang palsu dari ATM. Lembaga perbankan yang notabene sebagai perpanjangan dari Bank Indonesia (BI) dalam mengedarkan uang resmi ke masyarakat justru tidak bisa menjamin keasliannya. Bagaimana bisa?