Bagaimana Mengatur Keuangan Saat Bulan Ramadan?

Bagaimana Mengatur Keuangan Saat Bulan Ramadan?

Bulan Ramadan bagi umat muslim merupakan bulan yang sangat istimewa. Di bulan tersebut, ada kegiatan berpuasa, di mana setiap umat Islam dengan sadar akan meninggalkan kebiasaan makan minum di siang hari, dapat menahan hawa nafsu, dan melakukan aktivitas lain yang bisa membatalkan puasa.

Namun, di balik kegembiraan menyambut bulan puasa, setiap orang terutama ibu rumah tangga pasti akan kebingungan karena bulan puasa bisa membuat pola pengeluaran menjadi lebih besar. Makanan, minuman, atau hidangan yang biasa tidak ada, saat bulan Ramadan bisa “dipaksakan” ada. Selain itu, biasanya harga-harga bahan pokok secara perlahan membumbung naik.

Belum lagi godaan berbelanja terasa sulit untuk dikendalikan. Banyaknya godaan berbelanja di pusat perbelanjaan yang menawarkan diskon besar-besaran serta keinginan Anda untuk menyenangkan keluarga dan kerabat untuk berbagi hantaran. Jelas semua ini akan membuat arus pengeluaran bulanan menjadi berubah dari biasanya.

Baca juga : Belajar Cara Mengatur Keuangan ala Orang Tiongkok

Dalam menyiapkan momen Ramadan Anda harus cerdas mengatur keuangan karena dalam kategori pengandalian diri. Dilansir dari laman tatadana.com, umumnya di bulan Ramadan dan menjelang lebaran satu keluarga mengeluarkan anggaran belanja 2-3 kali lebih banyak dibanding bulan-bulan di luar Ramadan.

Agar dapat melewati momen Ramadan dan lebaran dengan tenang diperlukan perencanaan paling tidak dua sampai tiga bulan sebelum bulan Ramadan. Kunci utama utama adalah pengendalian diri terutama dalam hal nafsu belanja. Perlu strategi dan tips-tips untuk mengelola keuangan yang tepat menjelang Ramadan agar ibadah yang dijalani membawa berkah serta “kantong” terkendali sampai setelah hari lebaran.


Menyusun Anggaran Selama Ramadan

Membuat perencanaan anggaran dalam satu bulan sangat penting dilakukan guna terhindar dari pemborosan dan pembelian barang yang tidak diperlukan. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memisahkan antara anggaran rutin dan tidak rutin. Seperti dikatakan Founder ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie bahwa anggaran rutin bisa dibagi dari beberapa pos pengeluaran antara lain:

• Pos pengeluaran rutin yang jumlah maksimal 50 persen dan bisa digunakan untuk biaya hidup seperti untuk makan, belanja bulanan, biaya rumah tangga, biaya utilitas seperti listrik, telepon, dan langganan TV, dan juga biaya sekolah anak.

• Pos zakat yang jumlah pengeluarannya sebesar 5-10 persen dan bisa digunakan untuk pengeluaran zakat, sedekah, sumbangan, maupun membantu orangtua.

Baca juga : Mengapa Penting Punya Pola Keuangan yang Sehat?

• Pos darurat yang jumlahnya sebesar 5 persen ini merupakan alokasi untuk proteksi keuangan apabila terjadi hal yang sifatnya tak terduga mau pun risiko lainnya.

• Pos tabungan untuk tujuan keuangan ini jumlah sekitar 10 persen dari gaji setiap bulannya. Berhubung dana terbatas, maka prioritas dalam mewujudkan tujuan keuangan sebaiknya disusun seperti kebutuhan Lebaran.

• Pos Investasi untuk dana hari tua ini persentasenya bisa sekitar 10 persen yang ditujukan untuk kehidupan masa tua yang nyaman.

Bijak Berbelanja

Setelah menyusun anggaran, patuhi anggaran tersebut. Saat berbelanja, jangan keluar dari yang sudah dianggarkan. Alangkah lebih baik dipersiapkan keperluan Ranadan dan lebaran untuk mendapatkan harga yang stabil.


Bijak Menggesek Kartu Kredit

Berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit selama bulan Ramadan. Godaan diskon dan harga murah akan mambuat Anda gelap mata tanpa menyadari bahwa kartu kredit adalah utang yang harus dibayar keesokan hari. Jangan menganggap kartu kredit sebagai penghasilan tambahan.

Memiliki Tabungan untuk Ramadan dan Lebaran

Bulan puasa Ramadan bisa diperdiksi setiap tahunnya dengan pengeluaran yang lebih besar daripada bulan-bulan biasanya dalam setahun. Anda sudah tahu pengeluaran yang akan dikeluarkan seberapa banyak yang diiringi kenaikan harga bahan pokok. Alangkah lebih baik Anda memiliki tabungan khusus menjelang Ramadan atau dana khusus yang disiapkan untuk menghadapi puasa Ramadan. Tabungan tersebut dipergunakan menjadi dana cadangan untuk pengeluaran khusus yang tidak rutin selama bulan Ramadan dan lebaran.

Baca juga : Masih Muda, Bukan Berarti Bisa Hidup Boros

Untuk itu, perencanaan keuangan menjelang bulan Ramadan juga perlu dilakukan dengan melihat pengalaman pada Ramadan tahun lalu. Apabila Anda memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan dikarenakan kurang persiapan dalam perencanaan keuangan menghadapi bulan Ramadan, maka Anda bisa belajar dari pos mana saja pengeluaran tersebut. Anda bisa belajar dari pengalaman untuk mengelola keuangan yang baik. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 2, 2019, 3:46 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.