Cara Jitu Menghindari Tawaran Produk Keuangan dari Telemarketing

Cara Jitu Menghindari Tawaran Produk Keuangan dari Telemarketing

Pernahkah Anda menerima telepon dari seseorang yang ternyata adalah telemarketing yang menawarkan berbagai bentuk produk keuangan perbankan atau asuransi? Apakah Anda merasa terganggu dengan telepon yang terbilang sering tersebut? Jika hal pernah Anda alami, tidak perlu khawatir untuk menolak berbagai program yang ditawarkan telemarketing tersebut.

Laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, konsumen dapat melakukan penolakan jika tidak setuju atas penawaran produk keuangan seperti kartu kredit, asuransi, atau kartu potongan harga. Sebab, hak penolakan itu memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 12/SEOJK.07/2014. Surat tersebut menjelaskan tentang tata cara penyampaian informasi dalam rangka penawaran produk dan atau layanan keuangan.

Baca juga : Terlilit Utang Kartu Kredit? Lakukan Cara ini

Surat edaran OJK tersebut, konsumen juga dilindungi aturan lainnya, yakni Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang telah berlaku sejak tanggal 6 Agustus 2014 lalu. Dengan adanya surat edaran dan peraturan itu, konsumen menjadi lebih terlindungi dari adanya penawaran-penawaran asuransi dan kartu kredit lewat telepon atau pesan singkat dari bank maupun pelaku usaha jasa keuangan lainnya. 


Perlindungan Konsumen

Beberapa poin penting dari surat edaran dan peraturan OJK tersebut yang memberikan perlindungan terhadap konsumen adalah:

• Pelaku usaha jasa keuangan harus menggunakan data, seperti nomor telepon, yang telah disetujui oleh konsumen. Jika konsumen merasa tidak pernah memberikan nomor teleponnya kepada pelaku usaha jasa keuangan tersebut, konsumen berhak menolak telepon tersebut.

• Pelaku usaha jasa keuangan harus meminta persetujuan konsumen sebelum memulai menawarkan produk keuangan, seperti kartu kredit atau asuransi.

• OJK melarang pemanfaatan freelance telemarketing dan menggunakan nomor telepon seluler seolah-olah yang menelepon adalah dari orang pribadi, bukan dari nomor kantor.

Baca juga : Menimbang-nimbang Untung Rugi Pinjaman KTA

• Penelepon harus menyampaikan dengan jelas identitas pelaku jasa usaha keuangan tersebut.

• OJK juga mengatur penggunaan terminologi “syarat dan ketentuan berlaku” yang biasanya ditulis dalam huruf berukuran kecil serta menggunakan tanda bintang (*), juga penggunaan kata-kata superlatif seperti terkuat, paling aman, terbaik, dan sebagainya.

• Pelaku jasa usaha keuangan juga harus menyediakan ringkasan informasi produk atau layanan jasa keuangan yang ditawarkan yang memuat manfaat, biaya, dan risikonya.

Jadi, kedua aturan tersebut menerangkan, seorang telemarketing tidak boleh memaksakan atau mengganggu konsumen. Selain melarang telepon atau SMS penawaran produk dari bank atau lembaga keuangan lain, aturan dari OJK itu melarang aktivitas telemarketing freelance yang menggunakan nomor telepon seluler. 


Cara Menolak Penawaran Telemarketing

Meskipun sudah ada surat edaran dan peraturan OJK, tetap saja masih ada telemarketing yang “bandel” tetap menawarkan produk asuransi atau perbankan lewat telepon. Namun, jika sudah terlalu sering dan membuat jengkel, ada tindakan yang bisa Anda ambil untuk menolak tawaran.

Apabila Anda menerima telepon dari telemarketing yang mengaku dari perbankan atau asuransi, yang bisa Anda lakukan adalah menanyakan dari mana telemarketing mendapat nomor telepon Anda. Jika telemarketing mengatakan mendapat dari bank tempat Anda menabung, maka jangan langsung Anda percaya begitu saja.

Baca juga : Lakukan Analisa Utang dan Lunasi Segera

Terlebih jika produk asuransi dan keuangan tersebut tidak sama dengan bank tempat Anda menabung. Anda bisa menanyakan, dari mana bisa mendapatkan nomor telepon Anda. Jika Anda tidak pernah merasa memberikan nomor telepon kepada mereka, Anda bisa menghentikan pembicaraan di telepon tersebut. Pasalnya, dalam surat edaran dan peraturan OJK, berbagai data yang digunakan telemarketing harus seizin Anda.

Jika nomor atau data Anda didapat secara legal, maka bisa saja telemarketing akan melanjutkan penawaran produk secara terus menerus dan tanpa terputus. Apabila Anda tidak merasa tertarik, jangan segan-segan untuk memotong pembicaraan untuk mengatakan bahwa Anda menolak tawaran produk tersebut. Jika ada sedikit ancaman, tidak perlu takut, Anda bisa mengatakan akan melaporkan ancaman itu ke pihak OJK.

 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 29, 2019, 2:31 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.