Mastercard Kembangkan Identitas Digital untuk Keamanan Transaksi

Mastercard Kembangkan Identitas Digital untuk Keamanan Transaksi

Mastercard memperkenalkan sebuah visi untuk identitas digital, seiring dengan kecenderungan dunia yang semakin terkoneksi. Sebuah paper Mastercard terbitan Maret 2019 berjudul Restoring Trust in a Digital World menunjukkan, sebuah kerangka kerja secara detail mengenai bagaimana identitas digital bekerja, dimulai dari individu yang menjadi pusat setiap interaksi digital.

President of Cyber & Intelligence Solutions for Mastercard Ajay Bhalla mengatakan Mastercard’s Principles of Digital Identity atau prinsip-prinsip Mastercard terkait identitas digital akan menerapkan model ini dalam sistemnya. Prinsip-prinsip ini berfokus pada hak dan kepemilikan data, kerahasiaan, persetujuan, transparansi, keamanan dan inklusivitas.

1. Inklusivitas, setiap orang memiliki hak atas identitas digitalnya.

2. Kepemilikan, setiap orang memiliki identitas dan data personal.

3. Kesederhanaan, cara seseorang menggunakan identitas digital harus sederhana dan intuitif.

4. Kerahasiaan, seorang individu memiliki hak untuk menjaga kerahasiaan informasi identitas digital.

5. Persetujuan, identitas digital seorang individu tidak boleh digunakan atau dibagikan tanpa persetujuan pemiliknya atau memperoleh izin dari hukum yang berlaku.

Baca juga: Tabungan Digital, Cara Cepat Menabung untuk Masa Depan

6. Transparansi, setiap individu memiliki hak untuk memahami bagaimana identitas digital bisa digunakan dan dibagikan.

7. Keamanan dan integritas, data identitas dan transaksi yang melibatkan identitas digital seorang individu harus dilindungi dengan standar keamanan dan integritas tertinggi.

8. Hak atas data, setiap individu harus memiliki hak untuk mengakses, mengubah, dan menghapus data identitas, dan hak untuk meminta pertolongan jika hak dilanggar.

9. Penggunaan yang adil, data identitas seorang individu hanya akan digunakan untuk hal-hal yang sah, serta digunakan secara adil dan tidak diskriminatif.

10. Pilihan, setiap individu harus memiliki pilihan penyedia identitas digital yang ingin digunakan serta hak untuk memilih keluar.

Baca juga: Fitur BCA Keyboard, Kemudahan Transaksi Sambil Chatting


Pertanyaan terbesar terkait interaksi digital dalam era yang serba terhubung (hyper-connected) adalah bagaimana Anda mempercayai seseorang yang belum Anda kenal, tidak dapat dilihat, dan bukan berwujud manusia? Diakui Bhalla dalam rilis yang diterima duitologi.com (8/4/2019), interaksi digital merupakan ranah yang tengah pihaknya pelajari dan diskusikan dengan beberapa kelompok yang berbeda selama beberapa waktu terakhir.

Insight yang didapatkan dari diskusi tersebut memberikan gambaran tentang sebuah dunia, di mana identitas seseorang dan piranti yang beroperasi atas nama pribadi dapat diverifikasi secara cepat dan aman. “Lebih dari itu, akses terhadap data tersebut bisa didapatkan tanpa kata sandi dan hanya dapat dibagikan dengan persetujuan mereka,” ungkap Ajay Bhalla

Model dan Akses Identitas Digital

Model Mastercard merefleksikan desain berbasis privasi dan tidak menjumlahkan data identitas. Model ini akan memungkinkan terjadinya interaksi-interaksi digital dengan membagikan data seminimal mungkin dan hanya ketika benar-benar dibutuhkan. Model ini juga akan melindungi data dan penggunaan data tersebut secara efektif agar pengguna tetap memegang kendali, serta memastikan identitas seorang pengguna tersimpan secara aman dalam smartphone.

Akses terhadap identitas digital akan memberikan pengalaman baru yang lebih baik bagi setiap orang saat berinteraksi dengan pelaku bisnis, penyedia jasa, maupun komunitas-komunitas online. Dengan begitu, pengalaman berbelanja online yang lebih efisien, proses pembukaan akun rekening atau pelaporan pajak yang lebih mudah, serta penggunaan e-mail, media sosial dan platform hiburan secara lebih terintegrasi. Akses tersebut juga akan mengurangi risiko penipuan dan pencurian identitas.

Baca juga: Ingin Punya Tabungan Digital? Ini Pilihan dan Keunggulannya

Ajay Bhalla mengakui, identitas digital membutuhkan upaya kolektif. Dengan membangun kemitraan strategis bersama Microsoft serta bekerja dengan berbagai pemain industri, Mastercard berkomitmen untuk memfasilitasi jaringan dan membantu mendefinisikan aturan dan tata kelola identitas digital. “Kami memiliki peluang nyata untuk mentransformasi keterlibatan digital yang nyaman dan tidak berkompromi soal keamanan,” tambahnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 10, 2019, 3:01 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.