Inilah Lima Jenis Obligasi yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia

Inilah Lima Jenis Obligasi yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia

Investasi di pasar modal bukan hanya saham. Ada banyak instrumen pasar modal yang bisa Anda gunakan sebagai sarana investasi. Instrumen keuangan jangka panjang di pasar modal yang diperjualbelikan antara lain ekuiti (saham), reksa dana, obligasi (surat utang), instrumen derivatif, atau instrumen lainnya.

Bagi Anda yang tertarik dengan instrumen pasar modal selain saham, obligasi bisa menjadi pilihan berinvestasi. Untuk memahami investasi obligasi, ada baiknya Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan obligasi itu? Laman sikapiuangmu.ojk.go.id menjelaskan, berbeda dengan saham yang memberikan hak kepemilikan kepada pemegangnya, obligasi sebenarnya merupakan pinjaman yang Anda (investor) berikan kepada suatu perusahaan atau pemerintah.

Baca juga: Ingin Investasi Saham, Kenali Dulu Keuntungan dan Risikonya

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Obligasi merupakan salah satu investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga, dibandingkan dengan saham.

Baca juga: Mari Berkenalan dengan Perusahaan Sekuritas dan Manajer Investasi


Jenis-jenis Obligasi

Sampai saat ini terdapat lima jenis surat utang atau obligasi yang sudah dapat ditransaksikan dan dilaporkan perdagangannya melalui Bursa Efek Indonesia. Kelima jenis oblgasi itu antara lain:

1. Obligasi korporasi yang merupakan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional termasuk BUMN dan BUMD.

2. Surat Utang Negara (SUN) atau surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah sesuai dengan UU No.24/2002.

3. Sukuk korporasi yang merupakan instrumen berpendapatan tetap yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan Bapepam & LK Np. IX.A.13 tentang Efek Syariah.

4. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah berdasarkan syariah Islam sesuai dengan Undang-Undang No.19/2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

5. Efek Beragun Aset (EBA) yang merupakan efek bersifat utang yang diterbitkan dengan Underlying Aset sebagai dasar penerbitan.

Baca juga: Mengenal Dua Produk Reksa Dana dari IndoSterling Aset Manajemen


Obligasi pemerintah dinilai lebih aman karena pemerintah berwenang membebankan pajak dan mencetak uang. Namun demikian ketika investor hendak memilih obligasi perusahaan, pilihlah selalu obligasi yang memiliki peringkat tertinggi terlebih dahulu.

Peringkat ini mencerminkan risiko kegagalan dalam membayar bunga atau pokok. Peringkat AAA memiliki risiko paling rendah, lalu disusul AA, A, BBB, dan seterusnya sampai D yang menandakan bahwa obligasi tersebut gagal bayar.

Baca juga: Bagaimana Peluang Investasi Emas di Tahun Babi Tanah

Hal yang menarik dalam investasi obligasi, yaitu Anda sebagai investor tidak hanya mendapatkan keuntungan dari pembayaran bunga tetap (kupon), tetapi juga memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dari capital gain (selisih harga beli dan jual).

Dalam investasi obligasi, banyak yang hal perlu diketahui dan dipahami. Namun untuk memahami investasi obligasi tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Gambaran umum tentang obligasi ini bisa menjadi langkah awal bagi Anda yang ingin berinvestasi obligasi. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 5, 2019, 3:33 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.