Perlukah Asuransi Haji Saat Ibadah di Tanah Suci?

Perlukah Asuransi Haji Saat Ibadah di Tanah Suci?

Melakukan persiapan untuk menunaikan ibadah haji bukan hanya dilihat dari kesiapan dana saja seperti tabungan haji. Berbagai persiapan keberangkatan haji juga harus dipikirkan sejak awal mengingat waktu ibadah haji membutuhkan waktu yang relatif lama. Pasalnya, kemungkinan akan ada risiko selama menunaikan berbagai aktivitas dalam ibadah selama di Tanah Suci.

Sama halnya dengan perjalanan lainnya, perjalanan ibadah haji juga akan membutuhkan perlindungan yang maksimal. Untuk mengelola risiko yang mungkin saja bisa terjadi itu, mengambil produk asuransi haji bisa menjadi langkah aman agar ibadah terasa lebih tenang dan khusyuk.

Baca juga: Ini Pilihan dan Ragam Manfaat dari Asuransi Perjalanan

Asuransi haji ini memang berbeda dengan asuransi umum lainnya. Pada umumnya, asuransi haji akan diberikan dalam dua bentuk yang berbeda, yakni asuransi jiwa dan asuransi perjalanan. Asuransi ini dijalankan dengan mengikuti prinsip syariat Islam. Hal itu dipertegas melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.39/DSN-MUI/X/2002 tentang Asuransi Haji.

Fatwa tersebut menjelaskan, perlindungan keselamatan atas berbagai risiko kecelakaan atau kematian yang mungkin terjadi sangatlah penting. Untuk itu perlindungan ini sangat diperlukan karena tingginya risiko serta lamanya perjalanan ibadah haji.

Ketentuan Asuransi Haji

Seperti asuransi pada umumnya, asuransi haji juga punya ketentuan khusus yang diatur oleh penyelenggara asuransi. Apa saja ketentuan dalam asuransi haji? Simak ulasannya sebagai berikut:

1. Syarat pengajuan asuransi haji

Untuk bisa membeli polis asuransi haji, calon jamaah haji diwajibkan memiliki tabungan haji terlebih dahulu. Untuk memiliki tabungan haji, calon jamaah haji bisa membuka rekening tabungan haji pada bank-bank yang telah bekerja sama dengan Kementerian Agama.


Adapun syarat untuk membeli polis asuransi haji, calon jamaah haji juga diwajibkan memenuhi syarat dan menyertakan dokumen-dokumen, di antaranya:

·   Beragama Islam.

·   Usia Minimal 12 tahun saat mendaftar.

·   Bukti identitas yang sah seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM).

·   Kartu Keluarga (KK).

·   Akta Kelahiran atau akta nikah.

·   Tabungan haji atas nama calon jamaah haji sesuai Bank Penerian Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

·   Pas foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 10 lembar dengan latar belakang putih. Ketentuannya,  warna baju atau kerudung harus kontras dengan latar belakang. Jemaah wanita wajib menggunakan busana muslimah, tidak memakai pakaian kerja, tidak memakai kacamata, tampak wajah minimal 80 persen.

·   Gubernur bisa memberikan persyaratan tambahan, berupa surat keterangan domisili.

Baca juga: Trik Sukses Klaim Asuransi Perjalanan

2. Manfaat asuransi haji

Asuransi haji akan memberikan perlindungan terhadap risiko calon Jemaah haji mulai dari keberangkatan dari rumah, selama perjalanan, hingga kembali lagi ke rumahnya. Perlindungan yang diberikan asuransi haji, di antaranya:

·   Pertanggungan meninggal dunia.

·   Manfaat pertanggungan kecelakaan.

·   Pertanggungan cacat tetap dan total.

·   Rawat inap medis.

·   Evakuasi darurat medis.

·   Pertanggungan kehilangan bagasi atau barang pribadi.

·   Manfaat keterlambatan atau pembatalan perjalanan.

3. Masa berlaku dan pengajuan klaim

Masa berlaku asuransi haji akan dimulai sejak calon Jemaah haji berangkat dari rumah  hingga yang bersangkutan kembali lagi ke rumahnya setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sedangkan untuk pengajuan klaim, selambat-lambatnya berlaku 60 hari 60 hari kalender atau 30 hari setelah jamaah kloter terakhir kembali ke Indonesia. Di luar batas pengajuan tersebut, klaim akan diselesaikan dengan proses konfirmasi dari Kementerian Agama tingkat pusat.

Baca juga: Ini Pentingnya Asuransi Perjalanan Bagi Penghobi Travelling

Dengan memiliki asuransi haji, risiko yang mungkin saja terjadi akan ditanggung oleh pihak asuransi. Manfaat yang diberikan asuransi haji bukan hanya bagi calon jamaah, tetapi bagi ahli waris juga nantinya. Dengan asuransi, ibadah haji akan lebih terasa nyaman dan aman. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 21, 2019, 11:32 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.