Ingat! Boleh Ikut Arisan Asal Tidak Tekor

Ingat! Boleh Ikut Arisan Asal Tidak Tekor

Tidak sedikit kasus yang terjadi dalam arisan, di mana merasa tidak enak dengan kawan lainnya akhirnya terpaksa ikut dalam arisan. Setelah beberapa kali pertemuan, barulah merasa ikut arisan justru menjadi beban keuangan yang cukup memberatkan. Pasalnya, setiap pertemuan harus mengeluarkan sejumlah uang bukan hanya iuran wajib, tetapi juga untuk lainnya.

Arisan memang memiliki banyak keuntungan. Perencana Keuangan Zap Finance Fitri Oktaviani menjelaskan, arisan selalu menjadi bumbu dalam pergaulan. Sejak bertahun-tahun lalu, arisan menjadi  ajang kumpul-kumpul rutin yang melibatkan setoran uang dari seluruh peserta dengan jumlah yang telah ditentukan. Pemenangnya akan diundi secara bergantian untuk mendapatkan uang ataupun barang sesuai kesepakatan.

Baca juga: Mengenal Bahaya “Latte Factor” dalam Pengelolaan Keuangan

Biasanya, tujuan utama arisan untuk bersosialisasi, menjalin networking, dan telah menjadi bagian dari gaya hidup urban. Tujuan lainnya adalah ‘menabung’ ataupun mencicil barang yang diinginkan. “Banyak sekali kelompok arisan yang bisa diikuti, dari arisan keluarga, sekolah, tim, hingga arisan emas,” kata Fitri dalam laman resmi zapfinance.co.id (12/3/2019).

Namun, yang perlu diingat dan dipahami, jangan sampai ajang arisan tersebut justru mengganggu perencanaan dan arus keuangan Anda dan keluarga. Besar kecilnya dana yang dikumpulkan tergantung dari kesepakatan setiap kelompok arisan. Aturannya pun biasanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Agar arisan tidak membuat “tekor” keuangan Anda, berikut ini tips mengikuti arisan yang harus dipahami:

1. Sanggup Membayar Iuran Rutin

Ikut dalam kegiatan tidak ada salahnya, asalkan Anda bisa memastikan mampu membayar iuran rutin. Untuk itu, sebelum ikut serta dalam arisan, hitung dan pertimbangkan apakah iuran arisan itu memberatkan atau tidak. Jangan memaksakan diri jika nanti akan berakhir pada kesulitan ekonomi keluarga.


2. Iuran Arisan adalah Fixed Cost

Dalam pengelolaan keuangan, ada istilah fixed cost dan variable cost. Fixed cost adalah dana yang dikeluarkan dengan besaran tetap setiap bulannya, sedangkan variable cost adalah dana yang jumlahnya berubah setiap bulannya. Lalu, arisan itu masuk yang mana? Pada umumnya, iuran wajib sudah ditentukan saat rencana membuat arisan oleh para anggota dan itu jumlahnya tetap. Sehingga iuran wajib tersebut bisa di kategorikan sebagai fixed cost.

3. Masukkan dalam Pos Pengeluaran

Pastikan dana yang dikeluarkan untuk arisan tidak mengganggu pengeluaran pokok seperti kebutuhan rumah, dana pendidikan, tabungan, transportasi, dan pengeluaran lainnya. Jika ingin aman, sebaiknya besaran untuk arisan tidak lebih dari 10 persen pendapatan bulanan.

4. Displin

Jangan gunakan dana arisan tersebut untuk keperluan lain, apalagi yang sifatnya tidak penting. Pasalnya, arisan bisa dianggap sebagai utang yang harus dibayarkan saat ada pertemuan. Jika hal itu dilakukan, bisa saja akan mengganggu pos pengeluaran lain yang lebih penting.

5. Bijak Gunakan Uang Hasil Arisan

Jika Anda mendapat uang arisan, jangan gunakan untuk keperluan belanja rutin. Jika Anda menggunakan uang hasil arisan untuk belanja kebutuhan sehari-hari atau barang yang berusia pendek, maka Anda tidak mendapatkan manfaat yang lebih besar dari uang hasil arisan.

Baca juga: 5 Pemahaman Dasar Tentang Manajemen Keuangan Pribadi

Akan lebih baik bila uang hasil arisan tersebut digunakan untuk membeli benda berharga dan berumur panjang seperti emas. Bisa juga uang tersebut dimanfaatkan untuk menambah modal usaha atau diinvestasikan untuk menambah tabungan pendidikan anak ataupun dana pensiun kelak.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, maka sikap selektif dalam memilih dan mengikuti arisan juga harus diperhatikan. Jangan sampai hanya karena pertemanan justru akan membuat Anda kesulitan ekonomi. Jangan sampai pula Anda mengendapkan uang dalam waktu lama, namun berakhir dengan tekor. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 13, 2019, 3:50 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.