Kerusakan Mobil yang Disengaja, Apakah Diganti Asuransi Kendaraan?

Kerusakan Mobil yang Disengaja, Apakah Diganti Asuransi Kendaraan?

Membeli polis asuransi kendaraan seperti mobil memang bisa memberi ketenangan. Dengan memiliki asuransi, risiko kerusakan yang menimpa kendaraan bermotor bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Secara umum, penggantian biaya kerusakan tersebut masih bisa ditanggung pihak asuransi. Namun, apabila kerusakan tersebut disebabkan karena disengaja, apakah asuransi akan tetap mengganti kerugian atas risiko yang dialami?

Pertanyaan ini muncul karena masih banyak orang yang memahami bahwa asuransi kendaraan akan mengganti segala jenis kerusakan. Bahkan dalam media sosial, banyak video yang menampilkan kendaaran dirusak atau dibuat cacat secara sengaja. Seperti video yang viral di media sosial, di mana seorang pemuda dengan sengaja merusak motornya akibat tidak diterima atas tilang polisi karena ketahuan melanggar lalu lintas. Atas ulahnya tersebut, sebagian besar bodi yang melapisi rangka motor mengalami rusak parah.

Baca juga: Apakah Mobil Terbakar Diganti Asuransi? Ini Jawabannya

VP Communication, Event and Service Management Asuransi Astra Iwan L. Pranoto menjelaskan pada dasarnya asuransi dapat menyetujui klaim atas risiko kerusakan yang diajukan pemilik kendaraan. Untuk sepeda motor, biasanya hanya perlindungan Total Loss Only (TLO) yang menjamin risiko karena pencurian dan kerusakan jika biaya perbaikannya sama dengan atau melebihi 75 persen dari harga kendaraan sesaat sebelum kerugian (usia maksimal kendaraan 12 tahun).

Sedangkan untuk mobil, selain TLO, ada perlindungan Comprehensive yang menjamin risiko kerugian atas kerusakan sebagian (partial loss) dan menyeluruh (total loss). Pihak asuransi akan menanggung kerugian sepanjang tidak ada pengecualian dalam polis asuransi seperti usia maksimal kendaraan 9 tahun.

“Tetapi kalau rusaknya disebabkan karena disengaja atau saat kejadian ternyata si pengendara melanggar lalu lintas, tidak punya SIM atau surat kendaraan yang masih berlaku, maka proses klaim yang diajukan jelas tidak ditanggung oleh asuransi. Itu berlaku juga baik mobil maupun motor,” jelasnya.

Baca juga: Perlukah Asuransi untuk Mobil Bekas?


Ketentuan itu tercantum jelas dalam polis asuransi. Merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II Pengecualian Pasal 3 ayat 4. Ayat menyatakan, “Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas kendaraan bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika disebabkan oleh tindakan sengaja tertanggung dan atau pengemudi dan atau orang yang bekerja pada dan atau orang suruhan tertanggung.”

Dalam poin-poin yang ada dalam pasal 3 ayat 4 kembali mempertegas bahwa pihak asuransi tidak akan menanggung kerugian jika:

4.1. Disebabkan oleh tindakan sengaja tertanggung dan atau pengemudi.

4.2. Pada saat terjadinya kerugian atau kerusakan, kendaraan bermotor dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4.3. Dikemudikan oleh seorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang atau sesuatu bahan lain yang membahayakan.

4.4. Dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan.

4.5. Memasuki atau melewati jalan tertutup, terlarang, tidak diperuntukkan untuk kendaraan bermotor atau melanggar rambu-rambu lalu-lintas.

Baca juga: Mau Modifikasi Mobil? Lapor Dulu ke Pihak Asuransi

Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami ketentuan yang berlaku dalam polis asuransi kendaraannya. Di sisi lain, kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK perlu menjadi perhatian karena secara psikologis akan memberikan ketenangan dalam berkendara. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 4, 2019, 5:09 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.