Cara Terbaik untuk Mengelola Dana Pensiun

Cara Terbaik untuk Mengelola Dana Pensiun

Setiap karyawan produktif pasti akan mencapai masa yang namanya pensiun, yaitu masa di mana kondisi fisik, tenaga, dan produktivitas dianggap sudah mulai menurun. Namun sayangnya, banyak karyawan kurang dapat mempersiapkan masa pensiunnya dengan baik, yakni memikirkan kesiapan dana pensiun agar tetap bisa menikmati hidup nyaman pada masa tua.

Masa pensiun karyawan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Pada Bab III Pasal 15 ayat 1, 2 dan 3 yang isinya sebagai berikut:

(1) Untuk pertama kali usia pensiun ditetapkan 56 (lima puluh enam) tahun.

(2) Mulai 1 Januari 2019, usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi 57 (lima puluh tujuh) tahun.

(3) Usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai usia pensiun 65 (enam puluh lima) tahun.

Seberapa Penting Dana Pensiun?

Direktur Indosterling Aset Manajemen Fitzgerald Stevan Purba mengatakan, sangat penting setiap karyawan menyiapkan dana pensiun. Pasalnya, tujuan utama dari dana pensiun ini adalah memberikan kemandirian keuangan dalam menjalani pensiun dengan aman. Bisa dibayangkan, bila saat pensiun di usia 55 tahun belum menyiapkannya, mau tidak mau harus mencari alternatif pemasukan seperti bekerja kembali. Sementara secara usia dan produktivitas sudah menurun.

Semakin dini melakukan pengelolaan dana pensiun, maka akan semakin besar manfaat yang didapatkan ketika pensiun nanti. “Sebaiknya mulai dari sejak dini. Berapa pun dana yang bisa disisihkan bisa akan sangat bermanfaat,” kata Stevan.

Baca juga: Idealnya, Siapkan Dana Pensiun Sejak Anda Mulai Bekerja

Dengan dana pensiun yang dimiliki, maka kehidupan masa tua akan terasa nyaman tanpa membebani anak secara berlebihan. Walaupun orangtua pada usia tuanya menjadi tanggungan anak. Melihat hal itu, Indosterling Aset Manajemen mencoba untuk membangun awareness pengelolaan keuangan pribadi, terutama terkait pensiun. Dengan adanya awareness maka akan timbul prioritas untuk menyisihkan sebagian pendapatan ataupun mengubah pola konsumsi dan pengeluaran secara keseluruhan untuk mengakomodasi rencanap pensiun.” tutur Stevan.


Pilihan Pengelolaan Dana Pensiun

Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, ada dua jenis dana pensiun yang banyak dilakukan, yaitu:

·      Dana Pensiun Pemberi Kerja

Jenis ini dibuat oleh suatu individu atau badan yang mempekerjakan suatu karyawan, agar dapat menyelenggarakan beberapa program. Contohnya, program manfaat pasti dan program iuran pasti. Kedua program ini berguna untuk kepentingan atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan yang bisa menimbulkan kewajiban untuk pemberi kerja.

·      Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Untuk jenis yang satu ini dibuat oleh lembaga keuangan atau perusahaan yang menyelenggarakan program pengelolaan dana pensiun seperti iuran pasti bagi perorangan, baik itu untuk pemberi kerja atau pun pekerjaan secara mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang terkait.

Stevan menjelaskan, selain terus membangun awareness masyarakat mengenai dana pensiun, saat ini Indosterling Aset Manajemen mulai menyiapkan pengelolaan Dana Pensiun Alternatif. Diakui Stevan, pengelolaan dana pensiun ini akan lebih mengarah pada bentuk iuran pasti. “By design kami adalah dana pensiun alternatif atau iuran pasti DPLK. Dalam waktu dekat kami akan memfinalkan,” terangnya.

Baca juga: Ini Syarat dan Cara Membuka Simpanan Deposito

Pengelolaan dana pensiun dari Indosterling Aset Manajemen ini menekankan pada iuran pasti yang bergantung pada kesanggupan pesertanya. Semakin besar iuran yang disanggupi peserta, maka dana pensiun yang akan diterima pada usia 57 tahun akan semakin besar. “Kami memberikan gambaran akan kebutuhannya di masa mendatang. Jadi peserta yang akan menentukan gaya hidup yang diinginkan di masa pensiun nanti,” jelas Stevan.

Pilihannya, Stevan menambahkan, ada constant installment plan dan growth installment plan. Pada pengelolaan dana pensiun constant installment plan, peserta akan menyetorkan sejumlah uang dengan jumlah tetap, misalnya Rp3.000.000 perbulan. Sedangkan pada growth installment plan akan mengalami pertumbuhan setiap tahun dari kenaikan anuitas.

Mana yang lebih baik? Stevan menerangkan pilihan pengelolaan dana pensiun tergantung pada kondisi dari calon nasabah. Jika diprediksikan peserta memiliki jenjang dan karier yang baik dalam pekerjaan, akan ada harapan kenaikan gaji yang lebih besar. “Tergantung pada bersangkutan, jika merasa yakin, dia bisa menyisihkan uang yang lebih banyak atau yang konstan dengan harapan konsumsi dan pengeluaran pun tidak ikut mengalami kenaikan,” jelasnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 21, 2019, 8:50 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.