12 Langkah Mengatur Bujet

12 Langkah Mengatur Bujet

Seseorang membutuhkan sebuah anggaran. Anda membutuhkan anggaran untuk alokasi menabung dan membelanjakan uang. Anda pun benar-benar membutuhkan anggaran jika Anda ingin keluar dari utang. Bila Anda tidak memiliki anggaran, maka Anda akan berpikir dan ragu kemana saja uang itu sudah pergi, dan penghasilan pun tak akan pernah cukup.


Baca Juga: Menghindari Kesalahan Mengatur Keuangan Keluarga

 

Bila Anda masih bingung dalam mengatur bujet, lakukan dua belas langkah berikut yang diantaranya diambil dari Liputan6.com

 

1. Sadar Pentingnya Budget

Sebelum dilakukan, sadar dulu akan pentingnya. Bahwa duit yang Anda hasilkan harus punya pakem tata cara penggunaan. Niat memastikan bahwa duit Anda akan terpakai untuk apa yang benar-benar Anda butuh dan inginkan. Ada dua cara untuk mengetahui kemana saja uang yang dihabiskan selama sebulan. Tujuannya untuk tahu berapa banyak uang yang dihabiskan dalam sebulan dan hal apa saja yang Anda belanjakan.

 

Pertama, Anda mengumpulkan bukti atau pengeluaran Anda dalam beberapa bulan antara lain tagihan, kartu kredit, dan debit, serta pinjaman lainnya. Dari bukti seperti rekening koran itu maka Anda dapat total seberapa banyak dana yang dihabiskan dalam beberapa bulan. Mungkin bagi sebagian seseorang sulit. Anda memilih bayar tunai, dan tidak menyimpan bukti pembayaran. Bila kasus seperti itu maka Anda sebaiknya langsung menuliskan dana atau uang telah dihabiskan dalam beberapa bulan di sebuah buku catatan dan ponsel.

Kedua, Anda juga dapat membuat catatan yang bukan bulanan namun cukup besar. Banyak ahli merekomendasikan untuk memecahkan tagihan dalam jumlah besar menjadi kecil agar Anda dapat anggarkan setiap bulan.

 

2. Tentukan Pendapatan Bulanan

Untuk mencari tahu seberapa banyak uang yang dibawa setiap bulan dengan mengumpulkan bukti tagihan, pembayaran tunjangan anak dan informasi lainnya yang menunjukkan pendapatan diperoleh. Dari kumpulan bukti tagihan dan catatan pengeluaran maka Anda dapat menghitung apa yang disebut pendapatan bersih Anda usai dipotong pengeluaran.

 

3. Bandingkan Pendapatan dengan Pengeluaran

Jika pengeluaran Anda lebih besar dari pada pendapatan maka Anda berisiko mengambil utang. Jadi Anda mesti memangkas biaya yang tidak dibutuhkan. Anda dapat pangkas biaya makan malam di luar, dan menunda waktu liburan, hingga berhenti untuk beli kopi di kafe dan rutinitas yang buat boros.

 

Sejumlah ahli malah rekomendasikan untuk menghentikan kebiasaan mahal Anda setiap pekan. Ketika Anda sudah mampu membayar keuangan mulai dari utang, perumahan, transportasi dan biaya kesehatan maka Anda pun akan mulai untuk membayar tujuan keuangan Anda seperti menyimpan dana untuk pensiun dan dana darurat.

 

4. Membuat Tujuan

Meski itu didorong atau memang sudah direncanakan, sangat berat untuk pergi ke suatu tempat tanpa mengetahui tujuannya. Karena itu penting menulis prioritas termasuk tujuan keuangan. Di secarik kertas, Anda dapat menulis tujuan dan memastikan prioritas tersebut antara lain:

-Melunasi utang yang memiliki bunga tinggi seperti kartu kredit

-Menyimpan dana untuk pensiun (sekitar 10 persen atau lebih dari pendapatan Anda)

-Menyiapkan dana darurat

 

Kemudian Anda dapat berpikir untuk siapkan peruntukkan dana lainnya antara lain liburan, dan renovasi rumah. Bagi Anda yang sudah memiliki pasangan sebaiknya mengajak pasangan Anda untuk diskusi soal keuangan dalam proses membuat anggaran.

 

5. Kemarin-Kini-Nanti

Pahami dahulu bagaimana arus duit Anda sebelumnya (tiga bulan terakhir), Evaluasi saat ini juga dan siapkan guidelines paling pas unduk duit masa mendatang, serta buat catatan dan tentukan tools yang akan digunakan untuk mengawal arus duit di kemudian hari.

 

6. Tentukan Hari dan Tanggal

Tentukan tanggal yang menjadi pakem Anda untuk mengeluarkan duit sesuai kebutuhan. Misal, tanggal membayar tagihan, tanggal belanja bulanan, tanggal berlibur, dll.



 

7. Kecil Untuk Hal Yang Besar

Bila sebelumnya Anda sangat tidak peduli dengan duit koin 500-an. Dalam budgeting, Anda harus mulai sadar pentingnya koin tersebut. Bukan meminta Anda agar pelit, tapi penetapan budget membutuhkan ketelitian bahkan terhadap nilai minimum sekalipun.

 

8. Sadar Kemampuan

Lingkungan terkadang mempengaruhi gaya hidup. Jadilah diri sendiri yang sadar dengan batas kemampuan. Jangan bermimpi memiliki barang mahal yang belum mampu Anda miliki. Tapi punya target punya barang mahal, jelas boleh. Itulah kenapa Anda memerlukan system budget, agar mampu menghasilkan barang mewah untuk Anda sendiri.

 

9. Bersedekahlah untuk Diri Sendiri

Dalam menghitung bujet, jangan pernah alokasikan 100 persen duit penghasilan sebagai pengeluaran. Seboros-borosnya, dalam mengatur bujet maksimal hanya boleh menempatkan 90 persen duit penghasilan yang akan dikeluarkan. 10 persen sisanya, adalah sedekah untuk mimpi dan target Anda sendiri.

 

10. Jangan Hitung yang Belum Jelas

Misalnya duit bonus, duit THR, duit angpao, atau sejenisnya yang belum jelas besaran nilai yang akan diterima, jangan masukkan dalam budget atau rencana anggaran.

 

11. Kantong

Hal terakhir yang perlu disiapkan adalah kantong. Bukan sebagai tempat duit, tapi menyimpan catatan kecil yang Anda bawa kemana saja. Apapun yang jadi pengeluaran, langsung dicatat meski pengeluaran untuk membayar parkir mini market yang hanya 1000 rupiah.

 

12. Konsisten

Jika Anda memiliki cukup uang setiap bulan untuk membiayai pengeluaran mulai dari bayar utang, menabung, maka Anda harus melanjutkan hal itu sesuai yang sudah dianggarkan tiap bulan.


Baca Juga: Ini Daftar 9 Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Mengatur Keuangan

 

Ingat untuk mencatat apa yang sudah dibelanjakan setiap bulan bisa di buku catatan, dan ponsel. Kemudian review uang yang sudah dibelanjakan setiap minggu untuk memastikan kalau Anda tetap berada di jalur sama. Jika Anda masih menghadapi pengeluaran lebih besar maka mulai pegang uang tunai. Setiap minggu ambil uang tunai yang diperlukan untuk biaya yang perlu dikeluarkan. Jauhkan kartu kredit dan debit dari pandangan Anda.


Rooslain Wiharyanti
rooslain
Feb. 20, 2019, 10:43 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.