Melindungi Aset Rumah dengan Asuransi Kebakaran

Melindungi Aset Rumah dengan Asuransi Kebakaran

Rumah menjadi aset yang sangat penting untuk dilindungi. Bukan hanya sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, rumah juga menjadi aset yang punya nilai terus meningkat setiap tahunnya. Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya untuk melindungi aset berharga ini. Apalagi jika mendengar istilah asuransi kebakaran, beberapa orang akan mengernyitkan dahi. Padahal, kebakaran yang mengancam rumah beserta aset berharga di dalamnya dapat terjadi kapan pun dan tidak dapat diduga-duga.

Untuk itu, Anda sebagai pemilik rumah patut mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kebakaran. Laman sikapiuangmu.ojk.go.id menjelaskan berdasarkan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI), asuransi kebakaran memberikan perlindungan pada harta benda yang Anda miliki dari berbagai kejadian seperti kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.

Baca juga: Jangan Cuma Beli Rumah, Asuransikan Juga Properti Anda

Selain memberi manfaat utama tersebut, asuransi kebakaran juga dapat diperluas dengan jaminan atas risiko lainnya yang tidak dijamin dalam PSAKI. Jaminan itu diberikan apabila terjadi risiko seperti kerusuhan, pemogokan, kerusakan akibat perbuatan jahat, huru-hara banjir, angin topan, badai, dan kerusakan karena air tanah longsor, serta kebongkaran business interuption (kehilangan keuntungan).

Secara umum, objek yang dipertanggungkan dalam asuransi kebakaran bukan hanya rumah tinggal, tetapi bisa juga kantor, gudang, toko, dan pabrik. Selain memberi perlindungan pada bangunan fisik, asuransi kebakaran juga menanggung berbagai perabotan atau perlengkapan rumah tinggal dan kantor. Untuk gudang, toko, dan pabrik termasuk stok barang dagangan, mesin-mesin, dan lain-lain.

Membeli Asuransi Kebakaran

Saat ini, sangat banyak perusahaan asuransi yang menyediakan layanan asuransi kebakaran untuk usaha dan pada umumnya memiliki prosedur yang serupa. Namun, sebelum memutuskan membeli asuransi kebakaran, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan.

1. Mempelajari dengan baik proposal penawaran yang diajukan agen atau broker terutama atas resiko yang dijamin dan tidak dijamin, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, cara pembayaran premi, kewajiban tertanggung dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan.

2. Memastikan kesehatan keuangan dari perusahaan Asuransi yang akan menjamin risiko.

3. Menanyakan kartu keagenan dari agen yang menawarkan jika melalui agen.

4. Mengisi Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) dengan data yang sebenar-benarnya secara lengkap dan ditandatangani oleh calon tertanggung sendiri.

Baca juga: Ini 8 Pilihan Asuransi Rumah Tinggal


Anda juga akan diminta beberapa data yang diperlukan saat ingin membeli asuransi kebakaran. Data-data tersebut antara lain jenis obyek pertanggungan, konstruksi bangunan, okupasi obyek pertanggungan, jenis kegiatan tertanggung, surrounding risk, sarana di lokasi obyek pertanggungan, luas jaminan yang diminta, nilai pertanggungan, periode pertanggungan, loss record atau pengalaman klaim, membantu surveyor dari perusahaan asuransi jika ditunjuk untuk melakukan survei ke objek asuransi sebelum penutupan asuransi.

Teliti Sebelum Membeli Asuransi Kebakaran

Selain langkah dan data-data yang harus dipenuhi saat akan membeli asuransi, ada hal lain yang harus diperhatikan dalam membeli produk asuransi kebakaran. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Surat penawaran dari perusahaan.

2. Memastikan agen yang bersertifikat.

3. Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA).

4. Memastikan data-data dalam SPPA telah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

5. Membaca kontrak atau polis secara seksama dan menanyakan ke agen atau perusahaan jika terdapat keraguan atas kondisi polis.

6. Meminta perubahan (endorsement) jika terdapat kesalahan data dalam polis yang diberikan.

Baca juga: 7 Tips Memilih Asuransi Rumah Tinggal yang Tepat

Bagaimana jika apa yang dijanjikan dalam asuransi kebakaran tidak sesuai? Laman sikapiuangmu.ojk.go.id menegaskan, sesuai kondisi polis dalam Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI), ada tiga cara yang bisa dilakukan. Langkah pertama adalah meminta klarifikasi ke perusahaan baik melalui agen maupun langsung ke perusahaan untuk proses perdamaian atau musyawarah antara pihak-pihak.

Bila tidak menemukan titik temu, langkah kedua yang bisa dilakukan adalah mengadukan ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia untuk nilai klaim yang bermasalah hingga Rp750.000.000. Upaya terakhir yang bisa dilakukan jika masih belum menemukan titik temu dapat memilih penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau penyelesaian sengketa melalui pengadilan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 11, 2019, 9:57 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.