Mau Modifikasi Mobil? Lapor Dulu ke Pihak Asuransi

Mau Modifikasi Mobil? Lapor Dulu ke Pihak Asuransi

Desain mobil baru yang beredar di pasaran saat ini sebenarnya sudah cukup menarik. Akan tetapi masih ada saja yang beranggapan kurang. Tidak mengherankan bila banyak pemilik mobil melakukan modifikasi agar tampilan mobil makin stylish. Perubahan yang dilakukan bisa bermacam-macam mulai dari yang ringan seperti hanya mengganti pelek hingga ubahan besar yang mengganti banyak komponen di dalam mobil.

Perubahan mobil tersebut sah-sah saja dilakukan. Namun, permasalahannya adalah terkadang pemilik mobil lupa apabila mobil tersebut sudah terdaftar dalam asuransi kendaraan. Kemudian pertanyaannya, apabila mobil tersebut sudah dimasukkan asuransi, apakah masih bisa dijamin oleh pihak asuransi? Sebab rupanya modifikasi mobil bisa menggugurkan asuransi. Pernyataan tersebut tertulis pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia yang menjadi acuan asuransi di Indonesia.

Baca juga: Ini 6 Sebab Klaim Asuransi Mobil Ditolak

VP Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto mengakui, modifikasi mobil yang dilakukan pemilik kendaraan memang bisa menggugurkan asuransi. Agar tidak menggugurkan asuransi mobil, maka pemilik kendaraan sebaiknya melaporkan ke pihak asuransi sebelum melakukan modifikasi.

“Hal itu tergantung sudah dilaporkan atau belum setelah dilakukannya modifikasi. Karena setiap perubahan yang dilakukan pada mobil akan memiliki risiko perubahan pada asuransi pula,” kata Iwan dalam siaran pers yang diterima duitologi.com (6/2/2019).

Selain itu, pemilik mobil juga harus memberikan data aksesori atau ubahan yang terjadi di mobil dengan detail, baik dari fungsi, merek, harga dan sebagainya. Hal ini untuk memudahkan pihak asuransi mendata penambahan tanggungan di mobil Anda.

Artinya jika sebelumnya mobil sudah memiliki asuransi dalam keadaan standar, maka akan ada perubahan risiko dalam polis asuransinya. Bisa saja harga polisnya berubah lebih tinggi, karena akan mencakup aksesori atau modifikasi yang dilakukan pada mobil.

Umumnya setelah dilakukan modifikasi, dari pihak asuransi akan melakukan survei ulang kepada mobil yang diikutkan asuransi tersebut. Penyurvei akan memastikan apakah mobil yang dimodif bisa tercakup atau tidak dengan asuransi.

Namun jangan salah, karena tidak semua modifikasi ditanggung. Modifikasi yang sifatnya ekstrem berpotensi menggugurkan polis asuransi atau tidak di-cover penuh. Intinya sifat kooperatif diperlukan jika mau mobil modifikasi di-cover asuransi.

Baca juga: Kenapa Asuransi Mobil itu Penting? Ini Alasannya


Aturan Asuransi untuk Mobil Modifikasi

Berdasarkan aturan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor di Indonesia (PSAKBI), memodifikasi mobil terkait dalam aturan di Pasal 8 ayat 1 dan ayat 2 mengenai Perubahan Risiko. Pada Pasal 8 ayat 1 disebutkan tertanggung wajib memberitahukan kepada penanggung setiap keadaan yang memperbesar risiko yang dijamin polis, selambat-lambatnya dalam waktu tujuh hari kalender apabila terjadi perubahan.

Kemudian Pasal 8 ayat 2 menerangkan, sehubungan dengan perubahan risiko pada ayat di atas, Penanggung berhak:

2.1      Menetapkan pertanggungan ini diteruskan dengan suku premi yang sudah ada atau dengan suku premi yang lebih tinggi dari standarnya.

2.2      Menghentikan pertanggungan dengan pengembalian premi sebagaimana diatur pada Pasal 27 ayat dua.

Baca juga: Apa Saja Jenis Asuransi untuk Kendaraan Anda?

Aturan modifikasi pun juga berhubungan dengan Bab II tentang Pengecualian di Pasal 3 ayat 5. Penjelasan ayat tersebut, yaitu pertanggungan ini tidak menjamin kerugian dan atau kerusakan atas:

5.1. Perlengkapan tambahan yang tidak disebutkan pada polis.

5.2. Ban, velg, dop yang tidak disertai kerusakan pada bagian lain kendaraan bermotor kecuali yang disebabkan oleh risiko yang dijamin pada Pasal 1 ayat (1) butir 1.2, 1.3, 1.4.

 5.3. Kunci dan atau bagian lainnya dari kendaraan bermotor pada saat tidak melekat atau berada di dalam kendaraan tersebut.

 5.4. Bagian atau material kendaraan bermotor yang aus karena pemakaian, sifat kekurangan material sendiri atau salah dalam menggunakannya.

5.5. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan atau surat-surat lain kendaraan bermotor.

Jika Anda memodifikasi kendaraan, sebaiknya segera melaporkan kepada pihak asuransi agar ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, Anda dapat mengklaimnya ke pihak asuransi kendaraan. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 11, 2019, 9:41 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.