Apakah Mobil Terbakar Diganti Asuransi? Ini Jawabannya

Apakah Mobil Terbakar Diganti Asuransi? Ini Jawabannya

Maraknya aksi pembakaran belasan mobil dan motor yang terjadi di Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir ini masih menjadi misteri. Sejak awal Februari ini, sedikitnya 26 kendaraan bermotor dibakar di tiga wilayah, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal. Peristiwa ini menimbulkan keresahan warga terutama bagi pemilik mobil di wilayah lainnya, termasuk Jakarta.

Bagi pemilik mobil, aksi tersebut tentu menimbulkan kerugian. Dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk memperbaiki kendaraan yang mengalami kebakaran. Belum lagi lamanya waktu untuk mengumpulkan uang agar semuanya kembali seperti sedia kala. Mungkin akan sedikit lebih tenang jika mobil yang terbakar sudah diasuransikan. Namun, menjadi pertanyaan besar, apakah mobil yang terbakar bisa ditanggung asuransi?

Baca juga: Kenali Manfaat Asuransi untuk Kendaraan Anda

Pada dasarnya asuransi bisa melindungi berbagai risiko yang terjadi pada mobil. Terkait masalah risiko mobil yang terbakar, asuransi sebenarnya bisa ditanggung oleh pihak asuransi. “Pada dasarnya risiko kendaraan yang terbakar bisa ditanggung pihak asuransi. Kalau penyebab terbakar itu karena perbuatan jahat, maka akan ditanggung pihak asuransi,” kata VP Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto dalam press release yang diterima duitologi.com (6/2/2019).

Aturan mengenai pertanggungan tersebut tertuang dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab I tentang Jaminan yang tercantum dalam Pasal 1 ayat 1.2 mengenai perbuatan jahat. Dalam ketentuan polis diterangkan, perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 orang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis.

Terkait penyebab mobil terbakar, asuransi memberikan batasan klaim jaminan yang tertuang dalam Bab I tentang Jaminan pada poin 1.4. Pada poin 1.4 juga dijelaskan pertanggungan pada kebakaran meliputi:

1.4.1       Kebakaran akibat kebakaran benda lain yang berkedekatan atau tempat penyimpanan kendaraan bermotor.

1.4.2       Kebakaran akibat sambaran petir

1.4.3       Kerusakan karena air dan atau alat-alat lain yang dipergunakan untuk mencegah atau memadamkan kebakaran.

1.4.4       Dimusnahkannya seluruh atau sebagian kendaraan bermotor atas perintah pihak yang berwenang dalam upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.


Namun, Iwan memberi catatan jika penyebabnya termasuk dalam huru-hara atau terorisme, maka itu di luar ketentuan polis dan tidak diganti asuransi. “Jadi, dalam proses penggantian atau klaim itu pihak asuransi tidak serta merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab,” jelasnya.

Baca juga: Ini 6 Sebab Klaim Asuransi Mobil Ditolak

Mengenai mekanisme pertanggungan tersebut juga telah diatur dalam PSAKBI Bab II Pengecualian dalam Pasal 3 ayat 3. Ayat tersebut menjelaskan pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas kendaraan bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh:

3.1      Kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase, penjarahan.

3.2      Gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor atau gejala geologi atau meteorologi lainnya.

3.3      Reaksi nuklir, termasuk tetapi tidak terbatas pada radiasi nuklir, ionisasi, fusi, fisi atau pencemaran radio aktif, tanpa memandang apakah itu terjadi di dalam atau di luar kendaraan bermotor dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Tarif Premi Asuransi Mobil

Sebagai solusi atas pengecualian ini ialah dengan melakukan perluasan jaminan, yaitu layanan perlindungan tambahan di luar ketentuan polis asuransi umum. Proteksi ini menjamin penggantian risiko kendaraan yang disebabkan beberapa penyebab, antara lain bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, hingga kerusakan akibat kerusuhan, huru-hara, terorisme, sabotase, dan lainnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 8, 2019, 4:37 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.