Ini Syarat dan Cara Membuka Simpanan Deposito

Ini Syarat dan Cara Membuka Simpanan Deposito

Deposito menjadi instrumen produk simpanan perbankan yang cukup menarik untuk menambah pundi-pundi keuangan. Salah satu alasannya karena deposito sangat minim risiko dan bunga yang ditawarkan lebih besar dibandingkan bunga tabungan. Namun, masih saja ada pertanyaan, bagaimana cara membuka simpanan deposito? Apa saja syaratnya?

Sebenarnya membuka simpanan deposito itu sangat mudah. Syaratnya pun tidak rumit hanya menyertakan dokumen-dokumen akan diminta bank. Namun, jika Anda masih bingung, maka ulasan ini dapat menjadi panduan Anda untuk lebih mudah membuka simpanan deposito di bank.

Syarat Membuka Deposito

Hampir serupa dengan tabungan, syarat yang diminta untuk membuka simpanan deposito sangat mudah. Syarat-syarat itu antara lain:

1. Fotokopi identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), atau paspor.

2. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

3. Memiliki rekening tabungan di bank tersebut.

4. Mengisi formulir permohonan pembukaan simpanan deposito.

5. Menyiapkan dana minimal untuk membuka rekening simpanan deposito.

Baca juga: Apa Keuntungan dan Kerugian Deposito?

Mengenai dana minimal deposito, setiap bank bisa menentukan besaran saldo yang berbeda-beda sebagai standar minimal pembukaan deposito. Berikut ini contoh penempatan saldo minimal simpanan deposito di tujuh bank besar Indonesia yang berlaku saat ini:

Bank

Saldo Minimal Rupiah

Saldo Minimal Dolar

Bank Central Asia (BCA)

Rp8.000.000

USD1.000

Bank Negara Indonesia (BNI)

Rp10.000.000

USD1.000

Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Rp10.000.000

USD1.000

Bank Mandiri

Rp10.000.000

USD1.000

Bank Tabungan Negara (BTN)

Rp1.000.000 (ritel)

USD2.500 (ritel)

Bank Danamon

Rp8.000.000

USD1.000

Bank Sinarmas

Rp8.000.000

USD1.000

 

Cara Membuka Simpanan Deposito

Setelah menyiapkan ketiga persyaratan di atas, Anda dapat datang langsung ke bank yang dipercaya untuk membuka deposito. Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan saat akan membuka simpanan deposito:

1. Ambilah nomor antrian untuk menuju customer service. Jangan salah mengambil nomor antrian, karena tempat untuk membuka simpanan deposito bukan di teller, tetapi di customer service. Jika bingung, mintalah bantuan pada staf bank seperti sekuriti.

2. Setelah nomor antrian Anda dipanggil, maka sampaikan pada customer service bahwa Anda ingin membuka simpanan deposito. Sampaikan pula dana yang akan Anda simpan dan jangka waktu depositonya. Customer service akan memberikan formulir yang harus Anda isi. Anda juga bisa sekaligus menanyakan berbagai hal mengenai simpanan deposito, seperti bunga deposito, dan berbagai sanksi yang bisa dikenakan jika melanggar syarat dan ketentuan simpanan deposito.

Baca juga: Deposito itu Menguntungkan, Begini Simulasi Hitungannya


3. Isi formulir tersebut sesuai data sebenarnya. Jangan lupa pula untuk menyertakan fotokopi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan membuka simpanan deposito. Customer service akan memeriksa kesesuaian isi formulir dan dokumen yang Anda serahkan. Apabila semuanya sudah selesai, maka pembukaan deposito akan langsung diproses.

Baca juga: Pilih Deposito atau Tabungan untuk Dana Pendidikan Anak?

4. Setelah pemrosesan selesai, cutomer service akan memberi Anda sebuah dokumen berupa slip atau surat yang menyatakan bahwa Anda memiliki deposito senilai tertentu dengan tenor deposito yang Anda inginkan. Pada dokumen tersebut juga tercantum tanggal jatuh tempo. Simpan dokumen itu baik-baik, karena kelak Anda akan membutuhkannya untuk mencairkan deposito.

Proses membuka simpanan deposito ini sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama dan sangat mudah. Selanjutnya, Anda cukup menandai tanggal jatuh tempo agar tidak terlewat waktu pencairan ataupun keliru mencairkan sebelum tenor simpanan deposito berakhir. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 25, 2019, 11:04 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.