Indonesia Fashion Week 2019 Bidik Pasar Milenial
Generasi milenial menjadi konsumen yang sangat potensial
dari sisi bisnis di Indonesia. Begitu juga salam dunia fashion, kalangan milenial menjadi pangsa mode potensial karena
jumlahnya yang sangat besar. Maka tidak mengherankan bila dalam pameran mode
Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 yang akan dihelat pada 27-31 Maret 2019 di
Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, pencinta mode dari kalangan milenial mulai
dilirik sebagai target pasarnya.
Presiden Indonesia Fashion Week Poppy Dharsono mengatakan,
IFW 2019 tetap menargetkan pencinta mode secara luas. Namun, peran milenial
untuk memajukan fashion Tanah Air
sangat diperlukan. “Tujuannya agar milenial men-support Indonesia Fashion Week. Memang fashion itu bukan hanya milik milenial, tetapi peran milenial
sangat diperlukan,” jelas Poppy di acara press
conference Indonesia Fashion Week 2019 di Sofia The Gunawarman, Kebayoran
Baru, Rabu (23/1/2019).
Ketua Umum APPMI ini mengakui selama tujuh tahun pergelaran Indonesia Fashion Week belum pernah menyasar pangsa pasar milenial. Hal itu dikarenakan tujuan dan positioning IFW berbeda dengan ajang fashion lain yang sangat milenial sasarannya. “Kami ingin semua kalangan usia, mulai dari yang muda sampai dewasa mengenal dan menjadikan fashion sebagai acuan mereka,” ucapnya.
Baca juga: Cara Belanja Pintar untuk Menghindari “Lapar Mata”
Namun, seiring pertumbuhan jumlah milenial yang telah bekerja dan menghasilkan uang, potensi kelompok ini tidak bisa lagi diabaikan dalam bisnis fashion. Terlebih jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, jumlah penduduk dengan rentang usia 23-39 tahun mencapai 60,35 juta jiwa atau 23,04 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 261,9 juta jiwa. Ini yang menjadi dasar banyak bisnis termasuk fashion menganggap milenial sebagai ceruk bisnis yang sangat menjanjikan.
Target Transaksi dan
Pengunjung
Mengenai jumlah pengunjung dan transaksi dalam ajang IFW
2019, Poppy tidak ingin muluk-muluk. Di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat
ini, terlebih menjelang Pilpres 2019, ajang IFW tahun ini diharapkan bisa
menyamai tahun 2018. “Tahun lalu, jumlah pengunjung sekitar 120 ribu orang.
Sama dengan tahun lalu saja sudah bagus, apalagi dengan kondisi ekonomi dan mau
pemilu,” terangnya.
Begitu pula dengan nilai transkasi yang diharapkan pada ajang Indonesia Fashion Week 2019 mendatang. Dirinya juga tidak bisa menyebutkan angka transaksi yang diharapkan. Namun, jika berkaca pada transaksi IFW 2018 yang mencapai Rp80 miliar, maka diharapkan ajang IFW 2019 juga bisa menyamai kesuksesan ajang tahun lalu.
Baca juga: Cermat Merencanakan Liburan Agar tidak Menjadi Bencana Keuangan
Hal yang sama juga diutarakan Vice President Marketing
Communication BCA Susanti Nurmalawati. Sebagai salah satu sponsor
Indonesia Fashion Week 2019, BCA tidak menargetkan jumlah transaksi. Pasalnya,
ini adalah kali pertama BCA terlibat dalam ajang pameran mode, sehingga
tujuannya adalah untuk engagement
para nasabahnya.
“Ini kali pertama kami menjadi salah satu sponsor ajang fashion. Kami tidak menargetkan jumlah
transaksinya, tetapi lebih pada men-support
dan memberi servis yang memudahkan nasabah kami yang mencintai fashion,” tutur Susanti.
Namun, Susanti mengakui di ajang Indonesia Fashion Week
2019, pihaknya akan memberikan tawaran promosi yang menarik dan berbeda untuk
pengguna kartu kredit atau kartu debit ATM. Selain memudahkan pencinta mode, BCA
juga akan membuka booth untuk
menggarap nasabah baru selama ajang Indonesia Fashion Week 2019 tersebut.