Bayar Tunai atau Kredit, Lakukan Pertimbangan Ini

Bayar Tunai atau Kredit, Lakukan Pertimbangan Ini

Zaman sekarang ini, orang semakin dimudahkan dengan kredit dalam berbagai transaksi, sehingga tidak sedikit orang yang akhirnya terjerembab dalam utang. Penggunaan kartu kredit atau fasilitas cicilan tanpa kartu kredit yang banyak ditawarkan membuat orang lupa bahwa utang yang menumpuk bisa membuat pola keuangan semakin memburuk.

Padahal, tidak perlu semua transaksi harus dibayar secara kredit. Pembayaran atas pembelian secara tunai perlu dilakukan untuk mengontrol pola keuangan. Lantas, kapan Anda boleh membayar sesuatu dengan berutang dan kapan Anda sebaiknya membayar sesuatu dengan tunai?

Baca juga: Jangan Lakukan Hal ini Saat Punya Kartu Kredit

IATFC Indonesia seperti dikutip dari finance.detik.com (27/11/2018) menjelaskan, ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan membeli barang dengan cara tunai atau kredit. Apa saja hal-hal itu, berikut penjelasannya:

Tujuan Membeli Barang

Anda harus tahu apa tujuan membeli smartphone dengan fitur terbaru tersebut. Apakah untuk gaya hidup (konsumtif) atau untuk menunjang pekerjaan (produktif). Apabila tujuannya memang untuk kebutuhan Anda atau untuk tujuan produktif, maka sah-sah saja Anda langsung membelinya secara kredit, pastikan bahwa Anda memiliki kemampuan membayar cicilannya dengan lancar.

Namun, apabila tujuan pembelian Anda bersifat konsumtif, maka sebaiknya belilah secara tunai. Dengan catatan Anda memang memiliki kemampuan untuk membeli barang tersebut secara langsung. Jangan paksakan diri membeli barang konsumtif, apabila Anda tidak memiliki kemampuan membeli barang tersebut.

Jika Anda memang sangat menginginkan barang tersebut, maka menabunglah terlebih dulu. Sebaiknya semua barang yang Anda beli untuk tujuan produktif. Kalaupun ada yang bertujuan konsumtif, setidaknya harganya tidak terlalu mahal atau bisa mendatangkan penghasilan dari barang yang kita beli tersebut sehingga tidak hanya sekedar menjadi barang tapi bisa juga menjadi sebuah aset.

Baca juga: Utang Baik VS Utang Buruk, Apa Bedanya?


Kemampuan Keuangan Anda

Tidak salah pula bila Anda tetap memaksakan untuk membeli barang yang Anda inginkan. Namun, hal yang harus diingat adalah jangan sampai membeli barang akan merusak arus keuangan Anda. Jika Anda membeli secara tunai, maka harus dilihat apakah pengeluaran bulanan Anda di bulan-bulan selanjutnya akan terganggu? Apabila iya, maka Anda harus menabung terlebih dulu. Sisihkan dana Anda di rekening khusus agar tidak tercampur dengan dana belanja bulanan.

Apabila Anda menggunakan metode cicilan kredit, maka jumlah cicilan bulanan sebaiknya tidak lebih dari 30 persen penghasilan bulanan. Rasio ini sudah umum digunakan, bahkan bank juga menggunakan rasio yang sama. Terpenting adalah Anda harus kemampuan membayarnya dan memastikan pembayaran cicilan secara lancar.

Harga Barang

Selain tujuan dan kemampuan keuangan Anda, harga barang pun perlu dipertimbangkan dalam menentukan sistem pembayarannya. Sebagai contoh, Anda ingin membeli sebuah smartphone dengan fitur terbaru seharga Rp12.000.000. Sementara penghasilan bulanan Anda saat ini sekitar Rp7.000.000.

Apabila Anda membeli dengan tunai, maka dengan gaji sebulan saja tidak akan cukup untuk membelinya. Solusinya, Anda harus menabung terlebih dahulu untuk membeli barang tersebut. Kemungkinan bisa menabung 2-3 bulan, tergantung seberapa besar pengeluaran bulanan Anda. Jika memaksakan, maka Anda harus mengambil dana kas yang ada di tabungan. Namun, jika itu dilakukan, maka bisa merusak pos anggaran keuangan lainnya.

Baca juga: Lakukan Analisa Utang dan Lunasi Segera

Jika Anda melakukan pembelian dengan cara kredit, Anda bisa langsung membeli smartphone terbaru dengan menggunakan kartu kredit dan melunasinya dengan cara mencicil setiap bulannya. Namun, perlu diingat, cicilan yang harus dibayarkan sudah termasuk bunganya. Anda tinggal memilih metode pembayaran cicilan dengan periode pelunasannya.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 21, 2019, 9:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.