Tips Investasi Reksa Dana untuk Ibu Rumah Tangga

Tips Investasi Reksa Dana untuk Ibu Rumah Tangga

Dalam keluarga, peran utama ibu rumah tangga adalah memastikan pemasukan dan pengeluaran bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, perkembangan zaman saat ini seakan menuntut ibu rumah tangga untuk memiliki kemampuan mengembangkan harta yang dimiliki keluarga. Tujuannya tidak lain agar bisa mencukupi kebutuhan anak-anak di masa depan.

Sebagian besar ibu rumah tangga menggunakan instrumen tabungan atau investasi emas sebagai sarana dana masa depan. Sebenarnya, ada cara lain yang bisa gunakan untuk melipatgandakan dana yang dimiliki, yaitu investasi reksa dana. Investasi ini memiliki return yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan atau emas.

Baca juga: Kenali Risiko dan Keuntungannya Sebelum Investasi Reksa Dana

Untuk memulai investasi reksa dana, seorang ibu rumah tangga harus bisa mengendalikan pengeluaran terlebih dahulu. Selanjutnya memastikan kondisi keuangan keluarga berada dalam keadaan yang baik, baru pada akhirnya melakukan investasi reksa dana. Langkah-langkah seperti apa yang bisa dilakukan untuk investasi reksa dana? Simak tipsnya di bawah ini:

1. Mengendalikan Pengeluaran

Langkah awal yang harus dilakukan ibu rumah tangga adalah melakukan pengelompokkan atas pengeluaran bulanan. Buatlah kelompok pengeluaran keluarga yang umumnya terdiri dari kebutuhan, cicilan, dana darurat, investasi, dan sosial. Personal Finance Advisor Ayyi Achmad Hidayah seperti dikutip dari moneysmart.id (15/1/2019) menyarankan dana untuk investasi sebaiknya disisihkan 10 persen dari total penghasilan per bulan.

2. Pelajari Profil Risiko

Sebagai calon investor reksa dana, sebaiknya mempelajari profil risiko terlebih dahulu sebelum memutuskan berinvestasi. Maksud dari profil risiko ini adalah memahami toleransi atau batasan risiko yang bisa diterima. Jika tidak berani mengambil risiko yang besar, sebaiknya memilih jenis reksa dana yang risikonya kecil.


3. Sesuaikan dengan Tujuan Masa Depan

Tentukan tujuan melakukan investasi reksa dana. Apakah untuk tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pasalnya, ini akan terkait dengan jenis dan waktu investasi reksa dana yang bisa diambil, yaitu reksa dana jangka pendek (di bawah satu tahun), reksa dana jangka menengah (satu hingga tiga tahun), dan reksa dana jangka panjang (di atas lima tahun).

Baca juga: Mengenal Jenis Reksa Dana dan Karakteristiknya

Jenis reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap itu cocok untuk investasi jangka pendek. Sedangkan untuk reksa dana campuran untuk investasi jangka menengah, dan reksa dana saham cocok untuk investasi jangka panjang.

4. Memulai Investasi Reksa Dana

Berdasarkan laman ojk.go.id (15/1/2019), transaksi membeli reksa dana dikatakan relatif mudah. Calon nasabah membeli langsung unit reksa dana melalui manajer investasi atau membelinya lewat agen (bank) yang telah terdaftar OJK dan APERD. Kemudian, calon nasabah akan dibukakan rekening reksa dana, mengisi formulir, menyiapkan fotokopi identitas, dan tentu saja menyiapkan dana yang hendak diinvestasikan untuk membeli unit reksa dana. Sebagai buktinya kepemilikan unit tersebut, nasabah akan mendapat sertifikat reksa dana dengan sejumlah unit yang dibeli.

5. Menambah Investasi Reksa Dana

Setelah memiliki investasi reksa dana, maka Anda bisa melakukan dua cara untuk pendanaan investasinya, yaitu dalam jumlah besar langsung atau secara rutin menambah nilai investasi. Jika langkah menambah nilai investasi secara berkala yang dipilih, maka mintalah bantuan manajer investasi untuk melakukan auto debit secara teratur setiap bulan.

Mulai sekarang, jangan ragu memanfaatkan cara investasi reksa dana yang semakin praktis dengan modal awal yang terjangkau. Ibu rumah tangga masa kini yang cerdas mengelola keuangan tentu bisa memiliki investasi reksa dana yang potensi keuntungannya menjanjikan.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 18, 2019, 10:37 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.