Beli Rumah Over Kredit, Apa Untung Ruginya?

Beli Rumah Over Kredit, Apa Untung Ruginya?

Selain skema Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) untuk pembelian rumah baru, ada cara lain untuk pembelian rumah, yaitu take over atau dikenal over kredit. Dengan semakin mahalnya harga rumah baru, maka banyak orang menggunakan sistem over kredit untuk mendapatkan harga yang relatif lebih murah.

Jadi, apa sebenarnya sistem over kredit rumah? Over kredit adalah metode pembelian rumah dengan memindahkan kredit dari debitur lama (pemilik rumah awal) kepada debitur kedua (pembeli). Sebagai contoh, Andi membeli rumah di Jakarta Selatan dengan cara mencicil selama 10 tahun. Namun, setelah berjalan tiga tahun, Andi hendak menjualnya dengan sistem over kredit. Pembelinya akan menyelesaikan proses over kredit dengan membayar sejumlah uang sesuai yang telah disepakati. Pembeli rumah Andi akan meneruskan sisa cicilan yang ditinggalkan Anda, yaitu tujuh tahun.

Baca juga: Pilih Rumah Baru atau Rumah Bekas?

Bila melihat ilustrasi di atas, mungkin di benak Anda masih ada pertanyaan, apa untung rugi membeli rumah dengan skema over kredit tersubut? Berikut ini penjelasannya.

Keuntungan

1. Harga rumah lebih terjangkau

Pemilik rumah yang menjual rumah dengan over kredit biasanya sedang membutuhkan uang atau dipindahtugaskan bekerja di daerah lain. Dengan begitu, hitungan uang tunai yang diminta pemilik lama adalah besar biaya DP, cicilan yang sudah dibayar, dan tambahan biaya lainnya. Artinya, besaran uang yang diminta masih menggunakan harga lama. Sementara nilai rumah saat ini pasti sudah berubah. Pada sisi ini, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih hemat bila dibandingkan dengan mengajukan KPR baru.

2. Rumah siap huni

Umumnya, over kredit dilakukan pada rumah yang sudah berjalan cicilannya beberapa tahun. Artinya, rumah yang dibeli adalah rumah siap huni. Selain, rumah yang sudah memiliki bentuk sempurna, lingkungan sekitar biasanya juga sudah terbentuk. Hal ini berbeda dengan rumah baru, di mana harus menunggu beberapa waktu untuk proses pembangunan.


3. Cicilan yang lebih rendah

Keuntungan lain yang didapat dengan membeli rumah over kredit adalah cicilan yang didapat bisa lebih kecil. Pasalnya, nilai rumah yang dibeli sudah beberapa tahun lalu akan berbeda harganya dengan saat ini. Tentunya, harga rumah beberapa tahun lalu lebih murah. Jadi, cicilan yang dibayarkan pasti akan lebih rendah, bila dibandingkan besaran cicilan KPR saat ini.

Kerugian

1. Proses rumit dan butuh biaya pengalihan kredit

Laman moneysmart.id menjelaskan, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam akad over kredit rumah, yaitu melalui bank dan notaris. Proses over kredit melalui bank resmi memang lebih rumit dibandingkan proses KPR rumah baru. Selain memakan waktu yang relatif lama, ada biaya untuk pemindahan ke debitur baru yang besaran nilainya berbeda-beda tergantung pada prosedur dan kebijaksanaan bank. Sedangkan, jika melalui notaris, proses over kredit bisa lebih cepat, mudah, dan biaya yang prosesnya pun lebih murah dibandingkan bank.

Baca juga: Gaji Sebatas UMR Bisa Beli Rumah, Bagaimana Caranya?

2. Kemungkinan ada biaya renovasi

Di karenakan rumah yang diover kredit tersebut adalah bukan rumah baru, maka kemungkinan pembelinya berisiko mengeluarkan biaya tambahan, bila ada sisi rumah yang harus diperbaiki. Hal ini berbeda dengan rumah baru yang dipastikan tidak ada kerusakan.

3. Risiko jaminan surat-surat rumah

Kerugian ini terkait dengan proses over kredit yang dilakukan. Apabila proses over kredit dilakukan melalui bank, maka pihak bank akan memastikan semua surat dan dokumen rumah sudah dialihkan atas nama pembeli rumah yang baru. Namun, proses pembelian rumah tersebut melalui notaris, nama yang digunakan untuk membayar sisa cicilan rumah yang dibeli tetap menggunakan pemilik lama.

Baca juga: Pasangan Baru, Beli Rumah atau Mengontrak?

Hal ini berdampak pada sertifikat hak milik rumah bukan atas nama pemilik baru, tetapi masih menggunakan pemilik lama. Proses balik nama rumah baru bisa dilakukan saat cicilan rumahnya selesai. Dikhawatirkan, meskipun jumlah kasusnya relatif sedikit, terdapat masalah di mana pemilik lama menghilang dan proses pengambilan sertifikat di bank menjadi sangat sulit karena harus diambil langsung oleh nama pemilik lama.

Itulah keuntungan dan kerugian bila membeli rumah secara over kredit. Apabila berkeinginan untuk membeli rumah dengan skema over kredit, maka lakukan proses over kredit dengan menggunakan bank. Memang biayanya akan lebih besar dan prosesnya lebih rumit, namun minim akan resiko.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 18, 2019, 1:50 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.