Ini Syarat Pinjaman Dana Tunai UMi untuk Usaha Ultra Mikro

Ini Syarat Pinjaman Dana Tunai UMi untuk Usaha Ultra Mikro

Ingin punya usaha tetapi tidak punya modal? Kini ada solusi pinjaman modal yang bisa membantu Anda membangun usaha. Pinjaman modal itu namanya UMi yang merupakan pembiayaan ultra mikro dari pemerintah sebagai pinjaman modal usaha.

Sebelumnya, pemerintah juga telah meluncurkan program pembiayaan usaha kecil lain, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dikutip dari laman kemenkeu.go.id, UMi adalah program lanjutan dari KUR dengan sasaran yang berbeda, yakni usaha ultra mikro yang belum tersentuh program Kredit Usaha Rakyat.

Program UMi ini disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang ditunjuk pemerintah sebagai Badan Pelayanan Umum (BLU). LKBB tersebut antara lain PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Syarat Pinjaman UMi

Untuk memperoleh pinjaman ultra mikro ini ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi, Apa saja syaratnya? Simak uraiannya sebagai berikut:

1. Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan atau koperasi.

2. Warga Negara Indonesia (WNI) yang harus dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan Elektronik (e-KTP).

3. Memiliki izin usaha atau keterangan usaha dari instansi pemerintah atau surat keterangan usaha dari penyalur.

Baca juga: Apa Bedanya Pinjaman Dana Tunai UMi dan KUR

Jangan pernah melakukan kebohongan atas data yang Anda berikan, terutama terkait adanya pembiayaan dari lembaga keuangan atau koperasi lain. Pasalnya, pemerintah dan penyalur pasti akan mengetahui karena menggunakan Sistem Informasi Kredit Program (SKIP) yang akan menjadi database penerima UMi. Dengan SKIP itu, Anda tidak akan mendapat bantuan pinjaman ganda, apakah itu UMi atau KUR.

Terkait NIK, Pemerintah bermaksud agar pengguna kredit UMi terdata dan diakui dalam sistem. Dengan surat keterangan usaha, diharapkan pengguna tahu bahwa untuk dapat berusaha, ada dokumen yang dipersyaratkan agar bisa terdata dalam sistem. Selain itu, kedua hal tersebut sekaligus menjadi insentif penghargaan bagi warga negara yang taat dalam melaksanakan aturan kependudukan dan keusahaan.


Skema Pinjaman UMi

Pinjaman yang bisa dicairkan dari UMi besarnya maksimal Rp 10 juta dengan besaran bunga flat 0,95 persen per bulan, dan waktu pelunasan (tenor) bisa mencapai 48 bulan. Namun harus dipahami bahwa tenor 48 bulan adalah jumlah bulan akumulatif yang berlaku selama usaha Anda masih masuk dalam kategori mikro.

Baca juga: Menimbang-nimbang Untung Rugi Pinjaman KTA

Sebagai ilustrasi, Anda boleh saja mengajukan pinjaman untuk jangka waktu 6 bulan. Berarti sisa hak pinjaman UMi Anda adalah 42 bulan. Apabila Anda melakukan akad meminjam dengan jangka waktu 6 bulan dan kemudian ternyata anda melunasi dalam waktu 1 bulan saja, maka hak Anda yang tersisa adalah 47 bulan. 

Salah satu keuntungan yang diberikan dari pembiayaan UMi ini adalah Jika Anda sebagai debitur mampu menyelesaikan kewajiban dalam pembayaran cicilan hingga lunas, maka Anda berkesempatan dapat pinjaman KUR Mikro senilai Rp 25 juta hingga KUR Ritel senilai Rp 500 juta.

Perorangan atau Kelompok

Laman kemenkeu.go.id menerangkan, konsep pembiayaan UMi adalah pertama-tama, dibentuk kelompok terlebih dahulu. Maksud dibentuk kelompok adalah memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki agunan. Karena ketiadaan agunan, maka diimbangi dengan pendampingan yang intensif dan tanggung renteng.

Setelah meningkat skala usahanya, debitur kelompok diharapkan telah mandiri dan memiliki sedikit aset yang dapat dijaminkan. Pada saat itulah debitur tersebut boleh lepas dari kelompok dan boleh mengambil skema individu yang mensyaratkan jaminan sebagai tanda kemandirian.



Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 2, 2019, 10:44 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.