Bagi karyawan, BPJS Kesehatan perusahaan lebih menguntungkan.

Menghitung Untung Rugi BPJS Kesehatan Perusahaan

Bila Anda adalah karyawan swasta, BPJS Kesehatan sudah menjadi bagian dari fasilitas yang diberikan oleh perusahaan. Namun, tahukah Anda, berapa iuran BPJS Kesehatan yang menjadi beban pribadi yang dipotong dari gaji? Berdasarkan aturannya seperti dikutip dari pasienbpjs.com yang diakses tanggal 10 Desember 2018, BPJS Kesehatan Perusahaan adalah sebesar 5 persen dari upah plus tunjangan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Ketentuannya adalah 4 persen dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1 persen dibayar oleh karyawan.

Iuran sebesar 1 persen yang dibayarkan tersebut untuk menjadi 5 orang anggota keluarga sekaligus, yaitu suami, istri, dan tiga anak yang masuk dalam Kartu Keluarga (KK). Untuk kelasnya, BPJS Kesehatan mengatur karyawan yang gajinya di atas Rp5.000.000 berhak atas BPJS Kesehatan kelas I, sedangkan kelas II untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp5.000.000.

Baca juga: Sudah Punya BPJS Kesehatan, Masih Perlukah Asuransi Kesehatan?

Kalau begitu, BPJS Kesehatan Perusahaan lebih mahal dari BPJS Kesehatan Perorangan? Untuk beberapa kasus mungkin benar. Pasalnya, semakin besar gaji yang Anda terima, semakin besar pula potongan BPJS kesehatannya. Jika diperhatikan, iuran BPJS Kesehatan Perusahaan memang lebih mahal karena menggunakan sistem persentase dari gaji yang didapat setiap bulan. Berbeda dengan BPJS Kesehatan Perorangan yang sudah ditentukan kelas dan iuran per bulannya.

Keuntungan BPJS Kesehatan Perusahaan

Keuntungan yang bisa didapat dari BPJS Kesehatan Perusahaan bisa dirasakan ketika saat Anda sudah berkeluarga. Dengan potongan gaji sebesar 1 persen, Anda bisa menjamin kesehatan Istri dan tiga anak. Bagai contoh, bila Anda memiliki istri dan dua anak dan gaji per bulan mencapai Rp9.000.000, maka setiap bulan Anda hanya membayar iuran BPJS Kesehatan kelas I sebesar Rp90.000 setiap bulannya.


Bukan itu saja, jika Anda mengundurkan diri dari perusahaan tempat Anda bekerja, maka otomatis kepesertaan akan non-aktif. Namun bila Anda di-PHK, sesuai Perpres nomor 12 tahun 2013, kepesertaan masih berlaku sampai 6 bulan ke depan. Setelah itu, Anda harus mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan Perorangan biar bisa menikmati fasilitas kesehatan ini.

1. Kelas 2 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap sampai Rp 4 juta per bulan.

2. Kelas 1 buat pekerja dengan gaji dan tunjangan tetap di atas Rp 4 juta sampai Rp 8 juta.

Baca juga: Masih Bingung, Apa Beda BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat?

Kerugian lain yang akan diterima peserta BPJS Kesehatan Perusahaan, baik yang masih single atau sudah berkeluarga adalah Peserta tidak bisa memillih layanan BPJS yang diinginkan karena harus sesuai dengan Peraturan Presiden 19 Tahun 2016. Dalam Perpres tersebut hanya terdapat dua pilihan kelas layanan buat pendaftaran BPJS melalui perusahaan, yaitu:

Berbeda bila Anda masih single. Dengan gaji yang sama yakni Rp9.000.000, maka iuran BPJS Kesehatan Perusahaan akan dipotong Rp90.000 dari gaji setiap bulannya. Artinya, jika dibandingkan dengan BPJS Kesehatan Perorangan untuk kelas I hanya membayar Rp80.000. Anda harus membayar lebih mahal Rp10.000 per bulannya.

Kerugian BPJS Kesehatan Perusahaan

Selain iuran BPJS Kesehatan yang lebih murah dibandingkan perorangan, Anda juga tidak perlu repot mendaftarkan diri buat jadi peserta BPJS. Semua urusan pendaftaran dan pembayaran iuran bulanan BPJS Kesehatan akan dilakukan dan menjadi tanggung jawab perusahaan.

Coba bayangkan bila Anda ikut dalam BPJS Kesehatan Perseorangan. Anda harus membayar untuk kelas I sebesar Rp80.000 dikali empat orang, yaitu Rp320.000. Artinya dengan iuran Rp90.000 per bulan, Anda sudah dapat memberi jaminan BPJS Kesehatan untuk istri, dan dua orang anak Anda. Namun, untuk mendapatkan fasilitas iuran BPJS Kesehatan Perusahaan itu, jumlah peserta yang ditanggung adalah orang-orang yang terdata dalam Kartu Keluarga, mulai dari Anda, istri, dan tiga anak Anda.

ads
Blogger Pemula

Blog Tutorial, SEO, Widget dan Pengetahuan

www.blogodot.com

Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 21, 2018, 4:03 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.