Menimbang nimbang Keuntungan dan Kerugian Asuransi Unitlink

Menimbang-nimbang Keuntungan dan Kerugian Asuransi Unitlink

Asuransi Investasi atau dikenal dengan nama unitlink saat ini masih merupakan produk unggulan bagi banyak perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Namun sejalan dengan waktu, masyarakat mulai teredukasi bahwa produk ini merupakan produk yang mahal atau memiliki komponen biaya yang tinggi. Hal ini berimbas pada relatif lambannya pertumbuhan dana investasi para nasabahnya.

 

Benarkah demikian? Lalu mengapa produk ini masih terus tersedia dipasar? Bahkan, seperti dilansir dari bisnis.com, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia optimistis perolehan premi dari produk unitlink masih menjanjikan. Peluang perolehan premi dari produk unitlink masih sangat besar, kendati tantangan yang dihadapi juga tidak kalah banyak.

 

Optimisme ini karena melihat pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia beberapa tahun ini. Dia mengatakan, premi baru sejak 2014-2018 dan prediksi 2019, rata-rata tumbuh 25 persen pada kuartal pertama. Adapun premi lanjutan tumbuh 12 persen. Sementara itu, total premi tumbuh 20 persen. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia menunjukkan, total premi kuartal I/2018 tercatat Rp52,49 triliun atau tumbuh 23,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,58 triliun.

 

Dari data tersebut, dia meyakini peluang premi unit link masih sangat besar, kendati tantangan yang dihadapi juga tidak kalah banyak. Mengapa masyarakat masih berbondong membeli produk ini? Marilah kita bahas secara objektif kelebihan dan kekurangan produk unitlink ini seperti dirangkum dari kompas.com.

 

Pertama, sebelum membahas kelebihannya, perlu dicermati biaya diluar biaya asuransi (biaya mortalitas yang besarnya tergantung jenis kelamin, usia masuk serta besarnya uang pertanggungan, kondisi kesehatan pemegang polis juga turut mempengaruhi besarnya biaya ini). Berikut ini adalah penjelasan biaya pada unitlink:



 

1. Biaya Administrasi

Kisaran biaya administrsi adalah sebesar Rp20.000 hingga Rp30.000 perbulan atau Rp240.000 hingga Rp360.000 per tahun. Biaya ini akan terus dibebankan selama polis asuransi masih aktif (asuransi masih berlaku).

 

2. Biaya Alokasi Premi

Perusahaan asuransi yang membebankan biaya ini di muka sebelum dan setiap dana masuk ke dalam porsi investasi. Biaya ini umumnya sebesar 5 persen dari dana yang diinvestasikan dan ada juga yang menggunakan metode bid-offer price yaitu dana yang masuk akan dibagi dengan harga jual (offer price) serta dana yang keluar atau ditarik oleh nasabah akan dikali dengan harga beli (bid price). Selisih dari bid-offer price biasanya sebesar 5 persen (umumnya dihitung dari offer price).

 

Bagi nasabah yang ingin menarik investasinya dari unitlink yang menggunakan metode bid-offer price mutlak harus menghitung tingkat pertumbuhan yang sedang terjadi sejak dana tersebut masuk, dikurangi selisih bid-offer price.

 

3. Biaya Akuisisi (Khusus Unit Link Regular atau Berkala)

Selain biaya diatas, biaya alokasi premi lain masih dibebankan di 5 tahun pertama dengan kisaran hingga 100 persen dari premi terbayar setelah dipotong Biaya Asuransi di awal tahun pertama, kisaran biaya ini akan turun secara berkala hingga 0 persen di awal tahun ke-6 masa polis berjalan.

 

Namun demikian ada sebagian kecil dari produk unit link di Indonesia yang mengalokasikan investasi pada tahun pertama sebesar 20 persen hingga 100 persen dari premi dasar di tahun pertama.

 

Sekilas terlihat menarik, namun setelah dilakukan penelitian ternyata biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah tidak sedikit, sebagai ilustrasi seorang calon nasabah akan membayar premi dasar yang jauh lebih besar jika calon nasabah tersebut membeli produk unit link yang mulai mengalokasikan investasi sejak tahun pertama dibandingkan dengan unit link yang tidak mengalokasikan investasinya pada tahun pertama.

 

4. Biaya Pengelolaan Investasi

Biaya Pengelolaan Investasi dibebankan oleh perusahaan asuransi jiwa yang besarnya bervariasi antara 0,5 persen hingga 3 persen per tahun dan sudah diperhitungkan dalam harga unit. Tingkat biaya ini tergantung dari jenis investasi yang dipilih oleh nasabah (reksa dana pendapatan tetap, campuran atau saham), besarnya dana yang dikelola, serta margin yang diinginkan perusahaan asuransi jiwa.