Mari Berkenalan Dulu dengan Unitlink

Mari Berkenalan Dulu dengan Unitlink

Unitlink merupakan jenis asuransi non tradisional. Dikatakan demikian karena produk ini memiliki dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantong investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unitlink.

 

Demikian pengertian yang dirangkum dari kompas.com. Pengelolaan dua kantong ini harus diketahui dan atas pilihan serta persetujuan pemegang polis. Karena menggabungkan dua produk, unitlink ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unitlink juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.

 

Pada beberapa perusahaan asuransi yang menjual produk unitlink, ada pula yang tidak memberikan secara rinci mengenai kinerja unitlinknya dari bulan ke bulan. Jangankan kinerja, unitlink tersebut ditempatkan pada saham apa saja, banyak nasabah yang tidak mendapatkan keterangan soal ini. Nah, bila Anda tertarik membeli produk asuransi ini, baca panduan unitlink berikut yang dirangkum dari kompas.com, ccnindonesia.com, dan kontan.co.id (25/10/2018).



 

Tak Murni 100 Persen Asuransi

Karena unitlink merupakan produk perkawinan silang dari asuransi dan investasi, maka Anda perlu memahami bahwa seluruh dana yang disetor tak melulu lari ke keranjang investasi. Jangan buru-buru mimpi setoran Anda dalam lima tahun ke depan bisa balik modal. Begitu pula dengan proteksi yang diberikan.

 

Karena, dana Anda dibagi ke dalam keranjang asuransi dan investasi. Itu pun belum termasuk biaya-biaya, seperti biaya administrasi, biaya akuisisi nasabah, hingga biaya pengelolaan investasi. Makanya, dana investasi Anda bertumbuh lebih lambat dibandingkan dengan produk investasi murni. Misalnya, ambil produk dengan pembayaran Rp1 juta per bulan. Bisa saja seperti ini, Rp200 ribu untuk investasi dan Rp800 ribu untuk asuransinya.

 

Dahulukan Asuransinya

Unitlink merupakan produk turunan asuransi jiwa, maka ada baiknya apabila kebutuhan asuransi nasabah yang diutamakan. Setelah itu, baru lah agen asuransi akan melihat profil risiko atau tujuan dari investasi nasabah. Sang agen akan memberikan saran sesuai dengan tujuan nasabah tersebut. Tetapi, keputusannya tetap berada di tangan nasabah.

 

Jika proses tersebut telah selesai dan permintaan nasabah sudah terverifikasi, polis asuransi dan program investasi akan berjalan. Adapun, terkait pembayarannya, bergantung pada produk dan perencanaan investasi nasabah. Umumnya, unitlink dibanderol mulai dari Rp400 ribu per bulan untuk pembayaran premi secara regular (bulanan) selama 10-15 tahun. Sementara, unitlink dengan pembayaran premi tunggal atau sekali bayar bisa dihargai puluhan juta hingga ratusan juta.

 

Hitung Pertanggungannya

Biaya premi yang harus dikeluarkan pun paling besar dibandingkan dengan premi asuransi jenis tradisional. Nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp250 juta tidak memadai, pertimbangkan untuk mengambil asuransi jenis lain.

 

Masalahnya, jika Anda memerlukan proteksi sebesar Rp1 miliar harus membayar premi unitlink yang sangat tinggi. Jangan sampai karena belum mampu membayar premi unitlink yang ditawarkan agen lalu menurunkan uang pertanggungan sehingga Anda mengalami underinsure.

 

Pastikan Pembagiannya

Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unitlink pada tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen. Tahun kedua porsi investasinya naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 40 persen dan tahun keempat 80 persen baru pada tahun kelima menjadi 100 persen ditempatkan pada unitlink.