2 Jenis Asuransi Properti yang Perlu Anda Ketahui

Dua Jenis Asuransi Properti yang Perlu Anda Ketahui Perbedaannya

Asuransi properti mungkin kurang populer di masyarakat Indonesia. Asuransi harta benda seperti rumah terkadang dianggap remeh. Padahal ketika harta benda kita rusak karena terkena musibah seperti gempa, kerugian yang bisa ditimbulkan cukup besar. Dalam strategi perencanaan keuangan asuransi harta benda sebenarnya sama pentingya dengan asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.


Properti pantas dilindungi karena harganya mahal, karena harta benda ini kalau rusak menimbulkan kerugian yang besar. Asuransi properti, seperti dikutip dari detikFinance, merupakan aset yang memiliki nilai yang besar seperti rumah, apartemen maupun ruko. Sebab aset-aset properti tersebut rusak maka bisa menimbulkan kerugian yang besar.


Di Indonesia, secara umum asuransi properti dibedakan menjadi dua, yaitu asuransi rumah dan asuransi bisnis. Berikut ini penjelasannya seperti disarikan dari moneysmart.com (23/10/2018):




Asuransi Rumah

Asuransi rumah merupakan asuransi properti standar. Polis yang digunakan adalah Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). Aturan polis ini diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).


PSAKI diterbitkan untuk menyeragamkan polis standar asuransi properti yang digunakan perusahaan-perusahaan asuransi. Dengan demikian, antara satu perusahaan dan perusahan lain tidak berbeda-beda dalam menetapkan polis standar.


Jika menjadi pemegang polis ini, kita akan mendapat keuntungan berupa perlindungan terhadap sejumlah risiko yang mengancam properti kita. Risiko yang ditanggung asuransi menurut PSAKI adalah kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap.


Namun tidak hanya itu, kita juga bisa mendapat perluasan jaminan risiko. Di antaranya jaminan terhadap kerusuhan (huru-hara, kerusakan akibat perbuatan jahat, dan pemogokan), banjir (kerusakan karena air, badai, atau angin topan), tanah longsor, dan kebongkaran.


Asuransi jenis ini dapat pula digabungkan dengan paket yang menjamin perlindungan terhadap segala harta benda di dalam rumah. Jadi, tidak hanya bangunan yang dilindungi, tetapi juga barang-barang berharga di dalamnya, seperti perhiasan dan benda koleksi.


Rumah di sini berarti hunian atau tempat tinggal. Artinya, unit apartemen atau rumah susun juga termasuk. Bahkan, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun, unit apartemen atau rumah susun wajib diasuransikan. Selain itu, termasuk juga rumah yang dibeli lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR).