Cara Tepat Dapat Manfaat Asuransi Jiwa

Cara Tepat Dapat Manfaat Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah program perlindungan dalam bentuk pengalihan resiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Demikian pengertian asuransi jiwa seperti dikutip dari situs Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Tujuan kepemilikan asuransi ini agar kebutuhan ekonomi tidak terganggu akibat terjadinya resiko terhadap pencari nafkah selama masa-masa produktif.

 

Bentuk asuransi jiwa merupakan suatu kontrak perlindungan yang disajikan dalam bentuk tertulis yang disebut polis. Polis berisi kontrak antara perusahaan asuransi jiwa dan pemegang polis di mana perusahaan Asuransi Jiwa mempunyai kewajiban untuk memberikan sejumlah uang yang telah ditentukan kepada yang ditunjuk (biasanya ahli waris) jika terjadi kematian, atau tetap hidupnya tertanggung pada akhir masa kontrak. Sebagai imbalan atas pengalihan resiko tersebut, pemegang polis mempunyai kewajiban kepada perusahaan asuransi jiwa yang disebut dengan pembayaran premi.

 

Hitungannya, jika kematian Anda tidak memengaruhi kondisi ekonomi seseorang, Anda tidak perlu membeli asuransi jiwa. Namun, pasti sales tidak akan berhenti merayu Anda untuk membeli asuransi yang ditawarkan. Alasan kalau masih muda jadi preminya masih murah, bisa jadi diucapkannya. Atau memasangkan produk itu dengan asuransi kesehatannya dan asuransi critical illness. Padahal keduanya produk yang berbeda.

 

Jadi apa saja yang salah dan perlu diperhatikan ketika kita ingin membeli asuransi jiwa? Berikut cara mendapatkan manfaat maksimal dari asuransi jiwa seperti dirangkum dari detik.com dan kompas.com.



 

Ketahui Perhitungannya

Banyak orang sekadar membeli asuransi jiwa tanpa terlebih dulu menghitung berapa kebutuhan uang pertanggungan yang sebenarnya Anda butuhkan. Alhasil, ketika terjadi risiko, uang pertanggungan yang cair ternyata tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Ketahui terlebih dulu berapa kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa Anda sehingga bisa menemukan produk yang tepat. Cara mengetahui kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa bisa Anda hitung dengan pendekatan Human Life Value. Yaitu dengan rumus pengalian antara nilai pendapatan saat ini ditambah risk free rate. Sebagai contoh, pendapatan Anda saat ini Rp10 juta per bulan dan tanggungan Anda baru bisa mandiri 20 tahun lagi. Asumsi risk free rate 5,2 persen. Maka, kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa adalah Rp10 juta x 12 bulan x (110 persen+5,2 persen) x 20 tahun = Rp1,42 miliar.

 

Setelah mengetahui kebutuhan uang pertanggungan, Anda tinggal mencari produk asuransi jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan (UP) sebesar itu. Anda bisa menimbang produk term life atau asuransi jiwa berjangka murni yang harga preminya masih terjangka dengan nilai UP cukup besar.

 

Sesuai Peruntukan

Mengambil contoh kasus di atas, pastikan apakah Anda butuh memiliki asuransi jiwa saja tanpa embel-embel lainnya. Ingat asuransi kesehatan bisa Anda beli secara terpisah. Asuransi kesehatan saja bisa diperoleh dengan premi yang lebih murah dibandingkan bila membelinya bersama asuransi jiwa dalam bentuk bundling atau sebagai rider atau asuransi pelengkap. Belilah asuransi jiwa sesuai dengan peruntukannya, jangan dicampur-campur atau digabung-gabung dengan fitur lain yang belum tentu memberikan keuntungan tambahan bagi Anda. Malah yang sering terjadi adalah Anda keluar uang lebih banyak.