Panduan Lengkap Pengajuan Kredit Rumah Pertama

Panduan Lengkap Pengajuan Kredit Rumah Pertama

Kredit kepemilikan rumah merupakan solusi dari masalah minimnya dana. Anda bisa tetap memiliki rumah meskipun tabungan belum mencukupi. Bagi Anda yang berencana membeli rumah secara kredit namun belum tahu seperti apa persyaratannya, berikut ini beberapa persyaratan untuk mendapatkan rumah dengan sistem kredit. Masing-masing jenis pekerjaan berbeda untuk pengumpulan datanya. Berikut panduan langkah demi langkah untuk Anda yang baru akan mengajukan KPR pertama kali seperti dihimpun dari detik.com dan halomoney.co.id (22/10/2018).

 

Riset

Sebaiknya risetlah dan kumpulkan sejumlah informasi awal mengenai layanan KPR dari berbagai bank. Dengan begitu, kamu memiliki pemahaman yang mendetail tentang cara pengajuan KPR. Semua informasi ini bisa didapatkan secara daring. Lewat internet, kamu bahkan bisa menemukan berbagai informasi KPR di berbagai website bank dan situs informasi keuangan lain. Pada umumnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan dijawab konsultan keuangan. Temukan semua informasi yang kamu butuhkan, seperti proses pengajuan, besaran bunga dan cicilan, atau sejumlah penalti. Kumpulkan informasi dari beberapa bank sekaligus agar kamu bisa memiliki sejumlah referensi yang memadai.



 

Hutang dan Pendapatan Seimbang

Biasanya pihak bank tidak akan meloloskan pengajuan KPR jika proporsi hutang kita terbilang besar dan bisa menguras total pendapatan. Alangkah baiknya jika total cicilan hutang maksimal mencapai 33 persen dari total pendapatan. Karena bank memiliki sistem tersendiri untuk menghitung kelayakan pengajuan KPR, maka pertimbangan hutang menjadi salah satu dasar yang menjadi pertimbangan utama dalam pengajuan kredit.

 

Mulailah mengajukan nilai angsuran KPR yang seimbang dengan total pendapatan kamu. Usahakan supaya kamu sudah melunasi seluruh hutang-hutang lainnya dengan rekam jejak yang baik sebelum kamu memutuskan untuk mengajukan kredit.

 

Riwayat Keuangan

Pihak bank biasanya akan memberikan apresiasi kepada para nasabah yang sudah memiliki riwayat keuangan yang baik. Salah satunya dari rutinitas menabung di bank yang akan memberikan kredit. Apresiasi ini akan memudahkan kamu untuk lolos pengajuan KPR pada bank yang sama sebab kamu dianggap bisa mengatur keuangan dengan cermat dan baik selama menabung di bank tersebut.

 

Selain itu, riwayat keuangan yang baik dan bebas masalah atau tunggkan dengan pihak perbankan juga menjadi salah satu cara yang kerap dilakukan pihak bank. Cara ini digunakan untuk menilai nasabah yang mengajukan KPR apakah layak diberikan pinjaman atau tidak.

 

Persiapan Dana

Untuk membeli rumah KPR, kamu tidak harus memiliki dana besar. Cukup dengan menyediakan dana awal, misalnya sebesar 30 persen atau 20 persen dari harga rumah ditambah biaya pengajuan, Anda sudah bisa memiliki rumah baru. Dengan pendanaan KPR sebesar 70 persen atau 80 persen oleh bank, maka konsumen bisa saja menyediakan uang muka (DP) hanya sebesar Rp300 juta saja untuk membeli rumah seharga Rp1 miliar.

 

Penuhi Kelengkapan Dokumen

Berikut gambaran soal syarat dokumen standar yang biasanya harus dilengkapi saat akan pengajuan kredit. Kode menunjukan syarat pada tiap status: Karyawan dengan kode “K”, wiraswasta dengan kode “W” dan professional dengan kode “P”. Dokumen standar terdiri dari :

 

1. Fotokopi KTP Suami dan Istri [K][W][P]

2. Fotokopi Surat Nikah [K][W][P]

3. Fotokopi Kartu Keluarga [K][W][P]

4. Fotokopi NPWP [K][W][P]

 

5. Rekening Koran atau tabungan bank 3 bulan terakhir [K][W][P]: Tentu hal ini merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh bank di mana gaji atau pendapatan Anda disetorkan. Bisa menggunakan beberapa akun bank, bila gaji, honor atau pendapatan Anda tersebar ke beberapa bank.

 

6. Slip Gaji (3 bulan terakhir) [K]: Dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Bila kita bekerja di banyak tempat sekaligus, mintalah slip gaji ke banyak perusahaan tempat Anda bekerja karena setiap slip gaji ini bisa dihitung total pemasukannya.

 

7. Surat Keterangan Kerja [K]: Surat yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat bekerja. Bisa ditanda tangani oleh otoritas tertinggi atau Kepala Tata Usaha atau Divisi HRD (SDM). Biasanya pihak bank menginginkan jumlah pendapatan bulanan tertera dalam surat keterangan kerja tersebut.

 

8. Rekening Koran atau Tabungan Bank Perusahaan (3 bulan terakhir) [W]: Dokumen yang dikeluarkan oleh bank setelah terjadi transaksi perusahaan. Akun bank yang dimaksud biasanya atas nama perusahaan, meskipun memungkinkan juga apabila Anda menggunakan akun individu dalam berbisnis.

 

9. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan [W]

10. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan atau TDP [W]

11. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP [W]

12. Laporan Keuangan Perusahaan 1 tahun terakhir [W]

13. Surat Ijin Praktek dari Institusi Pemerintah Terkait [P]