Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Ini Tagihan yang Harus Dibayar

Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Ini Tagihan yang Harus Dibayar

BPJS Kesehatan dibuat untuk menjamin masyarakat Indonesia bisa mendapat pelayanan kesehatan secara merata. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit yang menunggak pembayaran iuran wajib bulannya. Padahal, dengan status seumur hidup, iuran tersebut tetap harus dibayarkan meskipun jarang sekali terpakai.

Menurut situs resmi BPJS Kesehatan, iuran premi yang wajib dibayarkan terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas I sebesar Rp80.000, kelas II sebesar Rp51.000, dan kelas III sebesar Rp25.500. Jika dibandingkan dengan asuransi kesehatan swasta, nilai premi tersebut terbilang sangat murah. Namun, tetap saja masih banyak orang yang menunggak pembayarannya.

Kepesertaan BPJS Kesehatan

Penunggakkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan akan membuat kepesertaan BPJS Kesehatan non-aktif sementara. Sehingga, peserta tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan BPJS sampai peserta membayar tunggakan iuran BPJS. Biasanya status perserta dikunci karena adanya tunggakan akibat telat membayar atau sengaja tidak membayar iuran.

Baca juga: Lebih Mudah Cek dan Bayar Iuran BPJS Kesehatan Via Online

Apabila peserta tergolong warga miskin yang benar-benar tidak mampu membayar iuran, maka kepesertaan Anda dapat dialihkan ke peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran), tetapi sebelumnya tetap harus menyelesaikan dulu tunggakan yang tertagih kepada peserta.

Bagaimana mengurusnya? Jika memang benar-benar tidak mampu untuk membayar dan sebelum tunggakan semakin banyak, segeralah mengurus untuk pindah dari peserta mandiri ke PBI. Peserta bisa mengurus lebih dahulu ke Dinas Sosial di daerah masing-masing.