Premi asuransi rumah bisa dihitung secara mudah dengan mengetahui komponen bangunan..jpg

Cara Singkat Menghitung Premi Asuransi Rumah Tinggal

Dalam dunia asuransi, termasuk asuransi rumah, ada istilah premi bulanan. Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tanggungan atas keikutsertaan di asuransi. Besaran premi yang harus dibayarkan berbeda-beda tergantung jenis produk dan kebijakan yang sudah ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan pembeli asuransi. 

Berdasarkan laman axa.co.id, pengaturan besaran premi asuransi yang harus dibayarkan ditentukan oleh tiga hal penting, yaitu lokasi properti, kelas konstruksi bangunan, dan peruntukkan bangunan (okupansi). Lokasi properti untuk beberapa daerah yang memiliki risiko bencana lebih besar menyebabkan biaya premi yang harus dibayarkan akan semakin besar. Rumah yang berada di klaster dengan penjagaan sekuriti memiliki nilai premi asuransi rumah berbeda dengan kawasan perumahan biasa.

Untuk kelas kontruksi bangunan dibagi atas tiga kategori, yaitu kelas konstruksi 1 adalah bangunan permanen (beton), kelas kontruksi 2 terdiri dari bangunan permanen dengan kurang dari 20 persen komponen non-permanen, dan kelas konstruksi 3 di luar dari kelas 1 dan 2. Bangunan yang menggunakan bahan konstruksi tanah api seperti beton tentu preminya lebih murah dibandingkan dengan bangunan berbahan kayu.

Baca juga: 7 Tips Memilih Asuransi Rumah Tinggal yang Tepat

Pada peruntukkan bangunan (okupansi) dilihat dari apakah bangunan yang digunakan murni untuk rumah tinggal, ada ruko yang digunakan sebagai rumah tinggal merangkap usaha, atau bangunan apartemen yang digunakan sebagai rumah tinggal. Hunian seperti apartemen dan rumah, preminya lebih murah dibandingkan dengan bangunan komersial seperti ruko, mal, atau pabrik.