ASURAN~1.JPG

Bagaimana Cairkan BPJS Ketenagakerjaan? Pakai e-Klaim Saja

Banyak orang berpikir mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan rumit. Padahal jika diikuti prosedurnya, prosesnya terbilang sangat mudah. Apalagi saat ini, pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah memberikan kemudahan untuk klaim lewat online yang dinamakan e-Klaim.

Namun, yang perlu dipahami, BPJS Ketenagakerjaan terbagi dalam sejumlah program. Menurut laman resmi bpjsketenagakerjaan.go.id, program tersebut terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun.

JHT adalah salah satu bentuk yang banyak dicairkan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk bisa mencairkan JHT ini, ada syarat yang harus dipenuhi seperti pekerja sudah berusia 56 tahun, pindah ke luar negeri, atau terkena pemutusan hubungan tenaga kerja (PJK).

Baca juga: Ini Sebab Klaim BPJS Ketenagakerjaan Sulit Dicairkan

Adanya klaim melalui online memberi kabar baik bagi tenaga kerja yang ingin mencairkan dana JHT tersebut. Mungkin dahulu, setiap orang yang ingin mencairkan dana tersebut harus antre. Dengan adanya fasilitas e-Klaim ini dapat membantu menyingkat waktu proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan tersebut.


Agar lebih jelas mengenai bagaimana pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, simak tahapan yang harus Anda lalui.

1.  Buat akun BPJS Ketenagakerjaan

Untuk memiliki akun, Anda bisa membuka website resmi BPJS Ketenagakerjaan dan melakukan pendaftaran online e-Klaim di https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/. Setelah membuka laman tersebut, isi lengkap data diri Anda mulai dari nomor e-KTP, nama lengkap, tanggal lahir, nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan, asal klaim, nomor ponsel, dan alamat email.

2. Email verifikasi

Setelah mengisi laman formulir online tersebut, Anda harus menunggu email dari BPJS Ketenagakerjaan untuk memperoleh kode verifikasi yang terdiri dari 6 angka. Masukkan Kode tersebut dan klik submit.

3. Mengisi Formulir F5

Setelah menerima email verifikasi, Anda akan diarahkan langsung ke laman BPJS Ketenagakerjaan Personal Service. Pastikan, jika Anda ingin klaim JHT, pilih menu e-klaim JHT. Selanjutnya, Anda harus mengisi fomulir F5 untuk klaim JHT. Isi semua kolom yang diminta seperti cabang (pilih cabang BPJS terdekat), masukkan nomor PIN, dan lainnya.

Usai mengisi bagian atas pada formulir F5, Anda juga harus mengunggah dokumen-dokumen penting yang sudah di-scan dalam format .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf. Dokumen yang di-scan tersebut antara lain fotocopy dan asli KTP, fotocopy dan asli kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek, fotocopy dan asli Kartu Keluarga, fotocopy dan asli paklaring (surat keterangan berhenti kerja), dan fotocopy dan asli buku tabungan bank. Kemudian klik simpan.


4. Konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan

Jika semua data sudah dinyatakan lengkap, Anda akan mendapatkan email pemberitahuan bahwa data Anda sudah berhasil direkam dan menunggu proses persetujuan. Data Anda akan diproses selama 1 x 24 jam. Email balasan tersebut akan berisi tenggang waktu pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan. Pencairan dana bisa dilakukan selama 7 hari setelah email tersebut diterima.

Baca juga: Masih Bingung, Apa Beda BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat?

5. Pencairan dana

Datanglah ke BPJS Ketenagakerjaan sesuai lokasi yang Anda isi di formulir F5. Ambil nomor antrean untuk jalur online. Siapkan semua dokumen-dokumen baik fotocopy dan aslinya serta tunjukkan dokumen-dokumen tersebut kepada petugas yang akan men-check-nya. Setelah dinyatakan benar oleh petugas, maka Anda tinggal menunggu proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan melalui transfer yang paling lambat 10 hari kerja.

Cukup mudah bukan proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya e-Klaim semakin memberikan kemudahan dan efisiensi waktu dalam proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan. 

ads
Blogger Pemula

Blog Tutorial, SEO, Widget dan Pengetahuan

www.blogodot.com

Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 4, 2018, 9:39 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.