Setiap orangtua harus memahami kelebihan dan kekurangan asuransi pendidikan.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Pendidikan?

Mahalnya biaya pendidikan membuat orangtua harus memutar otak dalam menyediakan dana pendidikan untuk buah hati. Banyak pilihan yang bisa diambil seperti tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Banyak orang memilih asuransi pendidikan karena bunga atau keuntungan yang didapat lebih tinggi dibandingkan tabungan pendidikan.

Secara umum, produk asuransi pendidikan merupakan gabungan dari asuransi dwiguna (endowment insurance) dan unit link. Dalam laman lifeinsurance.web.id, asuransi dwiguna (endowment insurance) adalah proteksi yang memberikan jumlah uang pertanggungan saat tertanggung meninggal dalam periode tertentu, sekaligus memberikan seluruh uang pertanggungan jika ia masih hidup pada masa akhir pertanggungan.

Sedangkan asuransi unit link adalah produk perusahaan asuransi jiwa yang memadukan fungsi proteksi dan investasi. Jadi manfaat utama dari asuransi pendidikan adalah melindungi orangtua (life insurance) sekaligus memberikan kepastian dana pendidikan untuk anak.


Asuransi Pendidikan Dwiguna (Endowment Insurance)

Asuransi pendidikan dwiguna adalah salah satu jenis asuransi yang sudah ada sejak lama. Penerapan asuransi dwiguna untuk dana pendidikan tidak menerapkan sistem investasi. Menurut laman finansialku, asuransi dwiguna memberikan keuntungan yang angkanya sudah jelas. Salah satu contoh asuransi yang menerapkan ini seperti Danasiswa yang dikelola oleh Bringin Life.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Asuransi Pendidikan Anak?

Jadi tujuan utama dari asuransi dwiguna ini adalah mengamankan dana untuk pasti sampai pada periode tertentu tanpa menitikberatkan pada besaran imbalan hasil dengan bonus asuransi jiwa. Oleh karena itu, biasanya uang pertanggungan dari asuransi ini kecil, fasilitas rider (manfaat tambahan) terbatas, nilai tunainya layaknya tabungan, dan imbal hasilnya sudah pasti, tetapi tidak bisa melawan inflasi yang terjadi karena bunga tabungan terbilang kecil dibandingkan dengan laju inflasi per tahun.

Asuransi Pendidikan Unit Link

Asuransi unit link ini berupaya untuk memberi perlindungan jiwa sebagai pelengkap investasi. Konsep dasarnya adalah memberikan perlindungan jiwa orangtua atau pembayar premi asuransi. Apabila orangtua meninggal dunia, maka anak akan mendapatkan dana untuk biaya pendidikannya.

Salah satu contoh produk asuransi dengan menerapkan konsep unit link adalah Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas dari Bank Mandiri. Asuransi ini memberi masa pertanggungan selama 25 tahun dikurangi masa usia anak. Untuk premi dasar Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas minimum Rp2.500.000 per tahun.

Melihat perbandingan asuransi dwiguna dengan asuransi unit link di atas, masing-masing memang memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri sesuai dengan kebutuhan nasabah. Artinya, Anda selaku nasabah yang bisa menentukan, pilih asuransi dwiguna atau unit link.