Tips Memiliki Kebiasaan Mengatur Uang Yang Baik

Tips Memiliki Kebiasaan Mengatur Uang Yang Baik

Mungkin Anda termasuk orang yang merasa “gaji sebulan hanya numpang lewat”. Penghasilan bulanan sebagian besar habis untuk membayar utang. Jika tidak, gaji bulanan habis untuk kegiatan bersenang-senang. Jika itu terjadi secara beulang-ulang, maka bisa dikatakan ada yang salah dalam mengatur keuangan pribadi Anda.

Satu hal yang membuat arus keluar uang yang tidak sehat itu disebabkan oleh faktor kebiasaan. Tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Namun jangan khawatir, semua itu bisa diperbaiki asalkan punya keinginan memperbaiki kondisi keuangan dan benar cara mengaturnya.

Berikut ini ada beberapa kebiasaan baik untuk mengatur keuangan pribadi yang bisa dilakukan agar penghasilan bulanan tidak hanya sekadar “numpang lewat”.

1. Menabung

Kegiatan menabung memang sering dirasakan sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang. Padahal jika dilakukan, banyak manfaat yang bisa didapat dari menabung ini. Dilansir dari manfaat.co.id, ada beberapa manfaat dari menabung antara lain belajar hidup hemat, cadangan uang di saat mendesak, mencegah utang, dan investasi.

Lantas, berapa jumlah uang yang harus ditabungkan? Dikutip dari Swara Tunaiku, sebaiknya jangan terlalu besar memberikan porsi tabungan dari penghasilan bulanan. Kisarannya antara 10-20 persen dari gaji bulanan. Jika lebih dari itu, dikhawatirkan akan akan menganggu pos biaya operasional lainnya.

2. Cerdas berbelanja

Menurut Lifestyle Okezone, kesalahan terbesar dalam berbelanja adalah tidak menulis daftar belanja secara rinci. Ketika berencana untuk belanja, catatlah semua kebutuhan yang hendak dibeli secara lengkap. Fokuslah membeli barang-barang yang tertera dalam daftar belanja Anda.

Jangan pernah tertipu diskon. Ketika mendengar kata diskon orang akan dengan mudah tergoda untuk membeli barang dengan potongan harga yang mengesankan harga lebih murah. Tindakan ini juga membuat Anda semakin boros. Diskon hanyalah salah satu strategi toko untuk pelanggan membeli produk mereka.




3. Mencatat pengeluaran pemasukan

Dengan melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran maka akan terlihat arus keuangan bulanan Anda. Dikutip dari Lifestyle Kompas, pencatatan ini juga bisa dijadilan sebagai alarm bagi Anda agar mampu berhemat. Buatlah catatan pemasukan dan pengeluaran secara detil. Masukkan semua transaksi yang dilakukan. Jika hasil hitungan di catatan itu surplus, maka dana tersebut bisa digunakan untuk menambah dana darurat seperti tabungan dan investasi. Jika hasilnya negatif (defisit) maka sudah saatnya mencari dana tambahan untuk menutupinya.


Caranya, cek pengeluaran atau biaya bulanan, kurangi pengeluaran yang bisa ditunda atau bahkan dihilangkan. Kemudian cari pekerjaan tambahan atau berbisnis. Jika Anda sudah berinvestasi, alihkan investasi Anda ke instrumen lain yang memberikan hasil lebih tinggi dan kurangi hutang Anda.


4. Menghindari utang

Utang yang tidak terkendali dapat menggagalkan upaya Anda untuk hidup sesuai dengan pendapatan Anda. Meskipun utang jangka panjang yang digunakan untuk membiayai pembelian aset-aset seperti rumah yang nilainya terus meningkat dapat bermanfaat, utang kartu kredit yang digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari dapat menjadi malapetaka.

Utang, terutama yang bersifat konsumtif dapat merugikan Anda karena bunga relatif memberatkan. Contohnya adalah bunga kartu kredit yang sering Anda pakai berbelanja misalnya sebesar tiga persen per bulan, atau 36 persen setahun, lebih tinggi daripada deposito bahkan investasi di pasar modal. Utang harus dikendalikan untuk mewujudkan kondisi finansial yang baik.

Baca Juga: Ini Rumus Menggunakan Kartu Kredit yang Tepat




Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 30, 2018, 10:31 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.