Ada baiknya mengetahui perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional.

Perbedaan dan Manfaat Asuransi Syariah

Alasan memiliki asuransi sangatlah sederhana, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Bila semua lancar, maka tidak perlu ada yang diperbaiki, disembuhkan, atau diganti. Namun jika kemungkinan terburuk didapat, beban finansialnya tentu tidak dapat terbendung. Itulah yang menuntut kita sadar pentingnya asuransi.

 

Bicara soal asuransi, dua jenis di antaranya yang sudah Anda kenal yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Dalam tulisan ini akan sedikit lebih fokus menyoroti manfaat asuransi jiwa syariah. Meski tidak terbilang baru, asuransi jiwa syariah terbilang punya perbedaan dan manfaatnya tersendiri.

 

Banyak yang harus kita cermati sebelum Anda memutuskan untuk memilih sebuah asuransi. Jangan sampai setelah memilih asuransi, Anda menyesal dikemudian hari. Ketika Anda ingin mulai memiliki asuransi, ada baiknya mengetahui perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional berikut ini.


Baca juga: Siapa Saja yang Butuh dan Tidak Butuh Asuransi Jiwa



 

1. Prinsip Dasar


Sesuai dengan prinsip dasarnya yang syariah, asuransi ini tentu berjalan dalam praktik tolong menolong. Semacam sistem hibah atau donasi. Maksud dari sistem ini adalah Anda bisa mendonasikan atau menghibahkan sebagian atau semua kontribusi Anda kepada orang lain atau peserta asuransi syariah yang sedang mengalami musibah. Peran perusahaan asuransi bertindak sebagai pengelola dana yang menghibahkan dana Anda pada orang yang membutuhkan tersebut. Di situlah sisi tolong menolongnya asuransi jiwa syariah.

 

2. Tidak Berorientasi Profit


Bukannya tidak mungkin asuransi jiwa syariah memiliki keuntungan yang membuatnya terlihat unggul. Pertama, asuransi berbasis syariah tidak bermaksud mengambil keuntungan sebesar-besarnya untuk perusahaan atau salah satu pihak saja. Syariah tidak mengenal riba. Semuanya untuk kepentingan bersama yang berlandaskan tolong menolong.

 

3. Pemberi dan Pemegang Polis Tidak Bertentangan


Kedua, asuransi berbasis syariah tidak menimbulkan perdebatan atau permusuhan antara pihak perusahaan dan pihal pemegang polisnya. Karena dalam sistem asuransi syariah peran perusahaan dalam asuransi syariah hanya sebagai penyimpan dana dan bukan mencari keuntungan. Dengan demikian tidak ada usaha untuk saling mengoptimalkan nilai kapital yang bisa diperoleh dari asuransi.