Masih Bingung, Apa Beda BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat?

Masih Bingung, Apa Beda BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat?

Kartu kesehatan apa yang Anda miliki, BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS)? Mungkin sebagian dari Anda masih bingung, apa perbedaan kedua jenis kartu kesehatan tersebut. Agar bisa membedakan kedua kartu kesehatan ini, Duitologi mengajak Anda untuk mengenal dan membedakan kartu BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

BPJS Kesehatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan bentuk layanan yang dibentuk pemerintah untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam memperoleh akses kesehatan. Dalam kepesertaannya, BPJS Kesehatan dibagi atas dua kategori, yaitu

1.    Non Penerima Bantuan Iuran (non-PBI) merupakan golongan masyarakat mampu yang bisa membayar premi secara mandiri. 

2.   Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan golongan masyarakat tidak mampu yang pembayaran preminya ditanggung oleh negara.

Menurut laman resmi BPJS Kesehatan, jenis iuran dan pembayarannya, BPJS kesehatan dibagi atas tiga golongan besar seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Jenis Iuran atau Premi yang Wajib Dibayar dalam BPJS Kesehatan.

1.    Iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, premi dibayarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

2.    Iuran jaminan kesehatan untuk pekerja penerima upah (PNS, anggota TNI, Polri, pejabat negara, pegawai non pegawai negeri atau pegawai swasta), tanggungan preminya ditanggung oleh pemberi kerja dan pekerja. Ketentuannya adalah 5 persen gaji atau upah bulanan dengan persentasi tanggung jawab sebesar 3 persen ditanggung oleh pemberi kerja dan 2 persen dibayarkan oleh pekerja.

3.   Iuran jaminan kesehatan untuk pekerja bukan penerima upah dan peserta bukan pekerja. Premi yang dibayarkan ditanggung sepenuhnya oleh peserta sesuai dengan kelas perawatan yang dimbil. Iuran perawatan kelas I sebesar Rp80.000, kelas II Rp5i.000, dan kelas III sebesar Rp25.500.

Penting diingat, pembayaran premi BPJS Kesehatan paling lambat dilakukan setiap tanggal 10. Tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran. Denda dikenakan apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap, maka dikenakan denda sebesar 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak. Ketentuannya jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besar denda paling tinggi Rp30.000.000.


Kartu Indonesia Sehat (KIS)

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah kartu yang berfungsi memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat tidak mampi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Pemilik KIS bisa memanfaat berbagai fasilitas kesehatan (faskes) mulai faskes tingkat pertama hingga tingkat lanjut. Kartu Indonesia Sehat sebenarnya merupakan bentuk lanjut dari perluasan fungsi dan manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

Penggunanya sendiri dapat menggunakan fungsi KIS ini di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut. Kartu ini sendiri merupakan program yang bertujuan untuk melakukan perluasan dari program kesehatan yang sebelumnya yaitu BPJS Kesehatan.

Beda BPJS Kesehatan dan KIS

Kartu Indonesia Sehat (KIS) kadang membuat bingung pemiliknya. Apa bedanya dengan BPJS Kesehatan. KIS dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan kesehatan untuk masyarakat kelas bawah atau kurang mampu. Iurannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan yang wajib digunakan oleh seluruh warga Indonesia, baik kalangan mampu atau kurang mampu. Bagi kalangan tidak mampu maka premi iurannya ditanggung oleh pemerintah pusat atau daerah.