Lakukan Analisa Utang dan Lunasi Segera

Lakukan Analisa Utang dan Lunasi Segera

Utang memang sebaiknya dihindari, tetapi bukan berarti tidak boleh memiliki utang. Terlebih saat ini, di mana kebutuhan hidup kian meningkat setiap harinya, rasanya agak sulit untuk menghindari utang. Maka itu, agar tidak terlilit hutang, Anda harus pandai mengklasifikasikan jenis utang yang akan diambil. Apakah utang itu untuk hal yang baik, atau untuk hal yang buruk. Kuncinya, untuk mampu membedakan mana utang yang baik dan buruk, bisa dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan dari penggunaan uang tersebut.

Baca Juga: Utang Baik VS Utang Buruk, Apa Bedanya?

Utang yang baik biasanya digunakan untuk hal-hal penting, serta bisa menjadi bentuk investasi pada masa mendatang. Misalnya, pinjaman membeli rumah atau pinjaman modal usaha. Namun bila utang tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak penting seperti pembelian barang elektronik, liburan, atau membeli pakaian, maka utang tersebut terkategori sebagai tidak baik.

Mengelola Utang

Kunci untuk terbebas dari kondisi tersebut adalah melakukan pengelolaan utang yang baik. Jangan sampai utang mengendalikan kehidupan Anda. Buatlah rencana atau analisa bagaimana Anda akan mengurangi dan akhirnya melunasi utang-utang tersebut. Langkah itu akan membuat hidup tenang dan membantu Anda berada di kondisi keuangan yang sehat dan masa depan yang cerah.


Menganalisa utang bisa dilakukan dengan menanyakan pada diri Anda sendiri, apakah utang sudah menjadi masalah yang besar dalam hidup Anda, atau tidak. Lantas, bagaimana mengetahuinya? Perhatikan tanda-tanda ini. Tagihan-tagihan utang bulanan bulan depan datang sebelum Anda membayar cicilan utang di bulan sebelumnya. Kemudian, Anda selalu menunda-nunda pembayaran sehingga dikenakan denda keterlambatan atas pembayaran tagihan utang. Terakhir adalah Anda selalu menghindar membuka tagihan-tagihan yang dikirim ke rumah Anda. Kalau itu terjadi pada diri Anda, itu tandanya utang jadi masalah.

Laman Practical Money Skill mengkategorikan jenis utang yang masuk dalam kategori berisiko tinggi dan harus menjadi prioritas pelunasan. Utang-utang tersebut seperti pembayaran cicilan rumah, pembayaran kartu kredit, tebusan gadai, pinjaman lunak dari keluarga atau orang lain. Jika Anda merasa mengalami kesulitan dalam pembayaran utang, maka sudah saatnya Anda membuat daftar prioritas pelunasan utang.

Langkah yang bisa diambil adalah membuat skala prioritas utang. Prioritas ini bukan hanya dilihat dari sisi jumlahnya saja, tetapi dampak yang ditimbulkan bila Anda tidak membayarnya. Catatlah nama kreditur, jumlah utang, priode pinjaman, suku bunga dan biayanya. Lalu hitung semua utang yang Anda miliki dan jumlahkan. Memang jumlahnya akan sangat mencengangkan. Tetapi ini adalah langkah positif untuk Anda keluar dari jeratan utang.

Mencari Penghasilan Tambahan

Jika jumlah penghasilan bulanan yang Anda dapat ternyata belum mencukupi untuk membayar cicilan utang, Anda harus mencari penghasilan tambahan. Ada berbagai cara untuk mendapat penghasilan tambahan seperti mulai mengambil kerja sampingan atau membuka usaha rumahan. Uang dari penghasilan tambahan itu bisa digunakan untuk menambal kekurangan pembayaran utang dari penghasilan bulanan Anda.

Baca Juga: Gaji Sebatas UMR Bisa Beli Rumah, Bagaimana Caranya?

Jika langkah itu tidak bisa juga menyelesaikan utang Anda, edubisnis.net menyarankan sebaiknya mencari bantuan secara profesional dari berbagai lembaga yang memang menawarkan jasa manajemen hutang. Namun, tentu saja Anda perlu mencari lembaga atau perusahaan yang kredibel dan terpercaya. Anda juga perlu memahami bahwa ada biaya tersendiri yang harus Anda bayarkan kepada lembaga-lembaga seperti ini. Bantuan yang diberikan secara profesional bisa membantu Anda dalam mengatur pembayaran hutang Anda hingga lunas berdasarkan kondisi finansial Anda saat ini.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 30, 2018, 1:46 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.