Utang Baik VS Utang Buruk, Apa Bedanya?

Utang Baik VS Utang Buruk, Apa Bedanya?

Jika mendengar kata utang yang tebersit dalam pikiran orang adalah sesuatu yang negatif. Padahal tidak semua utang itu identik dengan hal negatif. Berdasarkan definisinya, utang adalah suatu kegiatan untuk meminjam kepada seseorang atau kelompok baik resmi maupun non-resmi. Kegiatan utang ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu dan saat ini semakin banyak dengan banyaknya lembaga yang menyediakan pinjaman utang.

Kembali ke soal utang, apakah utang selalu buruk? Jawabannya tentu tidak. Menurut laman bsmi.co.id, memang lebih baik jika tidak memiliki utang. Tetapi memiliki utang tidak selalu buruk untuk beberapa hal. Dalam dunia pengelolaan keuangan saat ini, dikenal ada dua jenis utang, yaitu utang baik dan utang buruk.

Utang baik dikenal dengan istilah utang produktif. Jenis utang ini merupakan pinjaman yang dilakukan untuk keperluan yang bisa menghasilkan keuntungan. Dengan menggunakan utang ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan atau return yang baik karena bisa menghasilkan keuntungan bagi yang meminjamnya.

Utang buruk sesuai penyebutannya tentu memiliki hal negatif di dalamnya. Utang buruk merupakan kebalikan dari hutang baik, karena sifatnya lebih kepada meminjam uang untuk kebutuhan yang konsumtif. Tidak jarang peminjamnya mengalami kesulitan untuk membayar cicilan utangnya.

Contoh yang sering ditemui adalah melakukan utang untuk keperluan membeli produk gadget terbaru untuk sekadar bergaya atau membeli hal-hal lain yang tidak memberikan dampak positif dan cenderung untuk memenuhi keinginannya dalam kehidupan sehari-hari.

Harus diakui pada zaman sekarang sangat sulit untuk menghindarinya karena utang adalah fakta kehidupan. Hampir sebagian besar kebutuhan saat ini tidak lepas dari utang. Sebut saja membeli rumah atau kendaraan, umumnya banyak orang menggunakan fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).


Laman Portal Investasi membagi utang baik dan utang buruk dalam beberapa kategori. Dalam utang baik ada empat kategori yakni utang pendidikan, utang kepemilikan bisnis kecil, utang properti, dan utang berinvestasi. Namun laman tersebut juga memberi catatan bahwa utang baik tidak memberi jaminan bahwa itu adalah ide yang bagus.

Sebagai contoh, utang untuk kepemilikan bisnis kecil. Setiap usaha memiliki risiko kegagalan. Kerja keras, rencana bisnis yang bagus, dan sedikit keberuntungan mungkin sangat diperlukan untuk memperkecil risiko kegagalan usaha. Contoh lainnya juga pada investasi yang memiliki proses yang kompleks dan mudah berubah dan risiko kehilangan.

Sementara itu, utang buruk yang umum dilakukan oleh banyak orang biasanya dipergunakan untuk membeli mobil, pakaian, barang habis pakai, dan kartu kredit. Membeli mobil membutuhkan biaya yang sangat besar. Selain itu beban bunga dari cicilan mobil juga terbilang sangat besar. Apalagi kartu kredit karena suku bunga cukup membebani jika digunakan secara terus menerus.

Laman ini memberi catatan, antara utang baik dan utang buruk masih sering diperdebatkan terkait beberapa topik pembahasan. Ketiga topik meliputi konsolidasi pinjaman, meminjam untuk berinvestasi, dan program hadiah di kartu kredit. 

1. Konsolidasi pinjaman

Melakukan konsolidasi utang dengan bunga tinggi dengan mengambil pinjaman bersuku bunga lebih rendah adalah ide yang baik. Namun pada kenyataannya, seringkali hanya membebaskan uang tunai yang digunakan konsumen untuk mendanai utang baru.

2. Meminjam untuk berinvestasi

Meminjam uang dengan bunga rendah dan berinvestasi dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi sering dilakukan oleh investor sebagai cara untuk mencapai hasil yang lebih baik. Sayangnya, banyak investor yang belum berpengalaman berpotensi kehilangan sejumlah uang.

3. Program hadiah di kartu kredit

Banyak reward yang ditawarkan oleh kartu kredit seperti tiket penerbangan gratis, potongan harga, dan tawaran menarik lainnya. Bahayanya, bunga yang dihabiskan untuk utang kartu kredit mengimbangi nilai hadiah.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 29, 2018, 2:35 p.m.