Seberapa Besar Kebutuhan Dana Pensiun? Begini Cara Hitungnya

Seberapa Besar Kebutuhan Dana Pensiun? Begini Cara Hitungnya

Semua orang pasti akan berhenti bekerja suatu hari nanti, baik berhenti karena sudah masuk pada usia pensiun maupun disebabkan oleh hal yang lain. Keputusan untuk berhenti bekerja dan risiko kehilangan penghasilan tetap setiap bulannya merupakan suatu ketakutan bagi sebagian besar orang, karena banyak orang takut tidak bisa mempertahankan gaya hidupnya yang sekarang. Agar pensiun lebih berdampak positif, sebaiknya ada masa persiapan pensiun yang benar-benar diisi dengan kegiatan-kegiatan untuk mempersiapkan diri.

Baca juga: Rahasia Mencapai Bahagia dan Sejahtera di Masa Pensiun

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan diri ketika memasuki pensiun. Dengan menyiapkan sedini mungkin, ketakutan menghadapi pensiun bisa dihilangkan. Anda akan merasa tenang dan siap menghadapi pensiun. Masa tua menjadi menyenangkan di mana bisa memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang dahulu tidak bisa dilakukan. Quality time bersama anak dan cucu bisa lebih menggembirakan karena tidak ada rasa ketergantungan kepada mereka.

Menghitung Kebutuhan 30 Tahun Mendatang

Lantas, bagaimana mengetahui berapa besar biaya saat pensiun nanti? Ada cara untuk mengetahuinya seperti diilustrasikan oleh Sahabat Nestle. Sebagai langkah awal perhitungan dana pensiun, Anda harus menentukan biaya hidup saat ini beserta kenaikannya per tahun. Sebagai acuan, Anda dapat menggunakan indikator inflasi dalam memperhitungkan biaya masa depan.

Baca juga: Investasi Setelah Pensiun Bukan Hal Mustahil

Misalnya, Anda saat ini berusia 30 tahun dan memperkirakan akan pensiun 30 tahun mendatang. Pengeluaran rutin yang dibutuhkan per bulannya saat masa pensiun nanti (dengan nilai sekarang) sekitar Rp5.000.000 per bulan. Diasumsikan rata-rata inflasi dalam 10 tahun (2007-2017) sebesar 6,2 persen. Lalu, berapa nilai Rp5.000.000 saat 30 tahun mendatang? Berikut hitungannya dengan menggunakan rumus FV = PV (1 + i)^n.
FV     = future value
PV     = present value
i         = tingkat inflasi
n        = rentang waktu
^         = pangkat

Dengan menggunakan rumus tersebut adalah FV = Rp5.000.0000 (1 + 0,62)^30 maka hasil future value yaitu Rp28.717.456 dengan pembulatan menjadi Rp29.000.000. Artinya, dengan tingkat inflasi sebesar 6,2 persen, maka nilai Rp5.000.000 saat ini akan setara dengan Rp29.000.000 pada 30 tahun mendatang. Jika biaya hidup saat pensiun berkurang menjadi 80 persen, maka setiap bulannya Anda akan membutuhkan biaya hidup sebesar Rp23.200.000.


Biarkan Uang Berkembang

Solusinya adalah dengan alokasikan dana yang ada saat ini melalui berbagai bentuk seperti investasi. Misalkan, setiap tahunnya Anda menginvestasikan Rp6.000.000 terus menerus selama 30 tahun dengan asumsi hasil investasi sekitar 15 persen per tahun. Rumus yang digunakan adalah FVA = (A x ((1 + i)^n-1))/i.
FVA    = nilai masa depan yang ingin dicapai
A        = tabungan yang harus dialokasikan
i          = bunga yang dipakai sebagai perhitungan
n         = jangka waktu investasi atau tabungan
^         = pangkat

Dengan menggunakan rumus di atas, dana pensiun yang bisa didapat sebesar Rp2.303.018.155. Coba Anda bandingkan dengan total dana yang Anda setorkan selama 30 tahun yang hanya sebesar Rp180.000.000 (Rp6.000.000 x 30).

Baca juga: Pelajari Hitung-hitungan Investasi Dana Pensiun

Tirto.id menekankan bunga 15-20 persen bisa didapatkan dari dana yang diinvestasikan pada produk investasi di pasar modal seperti reksa dana atau saham. Reksa dana saham atau saham memang memiliki volatilitas (besaran perubahan harga) yang tinggi. Dua jenis investasi ini juga dalam jangka panjang menjanjikan hasil yang tinggi pula. Dana persiapan pensiun tidak akan berkembang baik jika hanya ditempatkan pada produk perbankan seperti tabungan yang imbal hasilnya kecil.

Ada dua hal yang penting dalam mempersiapkan dana jangka panjang ini, yaitu asumsi imbal hasil dan jangka waktu. Semakin tinggi asumsi imbal hasil, semakin kecil dana yang harus disisihkan setiap bulan. Demikian pula dengan jangka waktu, semakin panjang jangka waktu yang tersisa, makin tinggi pula asumsi imbal hasil.

Dana pensiun ini bukanlah rencana yang tidak dapat dirancang ulang. Ada baiknya melakukan evaluasi setidaknya satu tahun satu kali karena perubahan beberapa asumsi seperti perubahan gaji, keadaan keluarga misalnya penambahan anak dan perubahan lainnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 29, 2018, 10:45 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.