Reksa Dana, Tentu untuk Saya

Reksa Dana, Tentu untuk Saya

Mari kita me-refresh kembali tentang reksa dana. Reksa dana merupakan wadah investasi pada berbagai kelas aset untuk menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan. Pilihan dan proporsi setiap kelas aset ditentukan oleh profil risiko dari target investor. Reksa dana dikelola oleh suatu institusi yang disebut manajer investasi yang mengumpulkan dana dari investor untuk diinvestasikan pada berbagai kelas aset.

Investor mempercayakan dana mereka untuk dikelola oleh manajer investasi agar menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan dengan tingkat risiko tertentu. Manajer investasi yang profesional memiliki keahlian melakukan valuasi aset (saham, obligasi, komoditas, dan lainnya) berdasarkan prediksi ekonomi mikro dan makro, juga memonitor dan mengelola proporsi aset yang optimum secara periodik.

Bagi investor yang dapat “mengenali” investasi menguntungkan dengan keahlian sendiri, maka yang bersangkutan tidak membutuhkan manajer investasi. Jika tidak punya cukup waktu, keahlian, dan tenaga untuk mengelola dana sendiri, maka butuh manajer investasi yang profesional.

Pada tahun 2010, jumlah reksa dana telah melampaui 612. Angka yang cukup besar bila dibandingkan pada tahun 1990-an yang dalam hitungan jari. Data Direktorat Pasar Modal Syariah, Otoritas Jasa Keuangan, pada Agustus 2010 menunjukkan dana yang dikelola dalam reksa dana syariah dan reksa dana konvensional nilainya mencapai 149,087 triliun.

Memasuki tahun 2018, berdasarkan data Ototitas Jasa Keuangan (OJK), jumlah reksa dana meningkat hingga lebih tiga kali lipat mencapai 1.798. Begitu pula dengan dana yang dikelola dalam reksa dana syariah dan reksa dana konvensional nilainya mencapai Rp478,273 triliun.

Besarnya dana kelolaan karena reksa dana secara rata-rata dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari tingkat bunga tabungan, deposito, atau bahkan tingkat pertumbuhan gaji seseorang.

Namun pertanyaan berikutnya adalah apakah Anda termasuk yang turut ambil bagian dalam pesatnya pertumbuhan reksa dana tersebut?

Apalagi, seiring kondisi ekonomi dunia dan Indonesia yang membaik, reksa dana merupakan alternatif investasi yang tepat saat ini. Apabila mencari alternatif investasi untuk dana pendidikan anak di masa depan, maka reksa dana hadir sebagai salah satu cara mendapatkan pertumbuhan nilai investasi guna menggapai tujuan finansial jangka panjang.

Lalu, bagaimanakah cara memilih reksa dana yang tepat? Ada beberapa kriteria yang sebaiknya diperhatikan.

Pertama, kenalilah berbagai manajer investasi yang ada. Mintalah pada perusahaan tersebut prospektus berbagai reksa dana yang mereka kelola. Pelajari pengalaman dan latar belakang pendidikan para staf manajer investasi tersebut, kebijakan investasi, besarnya minimum investasi, biaya manajemen, biaya entry, switching, exit dan lainnya secara rinci. Pelajari apakah tujuan investasi dan profil risiko reksa dana yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan.

Secara umum, ada empat tipe reksa dana yaitu reksa dana pasar uang, saham, pendapatan tetap, dan campuran. Ketahui apakah strategi investasi mereka aktif atau pasif. Strategi investasi aktif adalah ketika manajer investasi cukup sering melakukan aksi beli dan jual aset yang dikelola. Implikasinya turnover dan biaya transaksi yang lebih besar dengan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan strategi pasif. Strategi pasif adalah strategi beli dan simpan aset (buy-and-hold) sampai jangka waktu tertentu.

Kedua, sisihkanlah tabungan secara reguler sebesar minimum investasi yang dipersyaratkan oleh manajer investasi. Anda juga harus siap membayar biaya-biaya yang dipersyaratkan. Manajer investasi asing ada yang membebankan biaya manajemen lebih mahal karena nama besar mereka. Namun, hal ini pun tidak menjamin tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Karena itu, sekali lagi, pastikan mengetahui secara rinci segala hal mengenai manajer investasi dan reksa dana yang dikelola mereka.

Terakhir, tanyakan bagaimana reksa dana yang pilih dikelola dan bagaimana pula perkembangannya. Setidaknya tanyakan top 10 holdings dari reksa dana atau mintakan fund fact sheet. Pelajari track record dan hal rinci lain mengenai manajer investasi. Walaupun kinerja masa lalu tidak menjanjikan kinerja masa depan, manajer investasi berpengalaman dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih baik dibandingkan tingkat pengembalian indeks pasar secara konsisten, dan ini merupakan indikasi manajer yang sangat tepat untuk dipilih.

Apabila manajer investasi yang dipilih dapat memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan profil , maka beruntung. Namun, apabila mereka tidak memenuhi komitmen mereka dengan menunjukkan pelayanan yang berorientasi pada customer, maka segeralah mengambil sikap mencari manajer investasi lain. (Yunieta Anny & Manuel Pakpahan, CFP, CRP)


Manuel Pakpahan, CFP, CRP
manuel_pakpahan
Nov. 29, 2018, 2:40 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.