Pelajari Hitung-hitungan Investasi Dana Pensiun

Pelajari Hitung-hitungan Investasi Dana Pensiun

Persiapan mengumpulkan dana pensiun itu penting. Anda mungkin sudah mengetahuinya. Namun, berapa banyak sih dana yang harus terkumpul? Mari mulai berhitung. Sebut saja usia Anda sekarang 25 tahun, kita coba hitung-hitungan investasi sederhana dengan metode cepat saja.

 

Misalnya penghasilan tahunan di luar bonus Anda sebesar Rp48 juta per tahun atau sama dengan Rp4 juta per bulan. Jumlah penghasilan tersebut bisa Anda sisihkan Rp400 ribu setiap bulan atau 10 persen dari pendapatan. Investasikan nilai tersebut setiap bulannya dalam bentuk reksa dana di tingkatan resiko rendah melalui bisnis sekuritas yang Anda pilih sendiri. Ini cara termudah yang bisa Anda lakukan sebagai langkah awal.

 

Anda tidak harus melakukan hal rumit seperti berinvestasi di bursa saham. Tidak juga harus memantau bentuk investasi terkini. Anda hanya perlu mengecek laporan yang secara rutin dikeluarkan dan melihat nilai unit investasi reksa dana tersebut.


Baca juga: Pentingkah Menyiapkan Asuransi Pensiun?


Dapat diasumsikan pertumbuhan nilai dana Anda sebesar 7 persen setiap tahun. Ini merupakan perhitungan konservatif yang turut disetujui Warren Buffett. Saham kini setidaknya punya catatan pertumbuhan nilai tahunan rata-rata sebesar 8-9 persen.

 

Jumlah pertumbuhan minimal dengan resiko rendah tersebut bisa membuat nilai investasi Anda bertahan tanpa tersentuh inflasi. Artinya, dalam kurun waktu tersebut target yang Anda inginkan akan terasa lebih mudah tercapai.



 

Berapa Banyak Kebutuhan Dana Pensiun?


Biaya kebutuhan hidup sehari-hari bisa bervariasi di Indonesia. Berdasarkan artikel di kompas.com, bagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung, kebutuhan hidup yang wajar untuk seorang warga kelas menengah mungkin bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan. Sementara untuk kota lain atau di desa mungkin bisa lebih rendah 30-50 persen. Dengan asumsi Rp10 juta per bulan, maka per tahun adalah Rp120 juta dan Rp2,4 milliar untuk 20 tahun masa pensiun.


Baca juga: Berapa Banyak yang Harus Disisihkan untuk Dana Pensiun?


Angka ini tidak memperhitungkan inflasi, namun dengan asumsi, jika seorang pensiunan sudah memiliki dana Rp2,4 miliar, maka uang tersebut akan disimpan di bank dengan bunga deposito yang sama dengan atau lebih besar dari inflasi.

 

Kemudian pensiunan juga harus memperhitungkan biaya kesehatan karena kondisi fisik yang menurun. Tidak hanya untuk penyakit kritis tetapi juga perawatan kesehatan. Setidaknya butuh dana Rp500 juta hingga Rp1 miliar untuk berjaga-jaga. Jika dijumlahkan, berarti jika Anda pensiun di tahun 2018 dengan gaya hidup Rp10 juta per bulan, maka dibutuhkan kira-kira Rp2,9 miliar hingga Rp3,4 miliar untuk masa pensiun selama 20 tahun.



 

Investasi atau Deposito?


Jika sumber dana pensiun sudah diketahui dengan jelas, begitu juga dengan kebutuhan pensiunnya, maka barulah Anda bisa menentukan apakah bisa berinvestasi di reksa dana atau tidak. Misalkan setelah dihitung, besarnya dana pensiun adalah sekitar Rp4 miliar, sementara kebutuhan pensiunnya adalah Rp3 miliar, maka Anda bisa berinvestasi di reksa dana dengan menggunakan Rp1 miliar tersebut.


Jenis pilihan reksa dana dapat disesuaikan dengan tujuan keuangannya. Sebagai contoh, katakan pensiunan ingin memberikan warisan kepada anaknya 10 tahun mendatang, maka dana tersebut dapat diinvestasikan ke reksa dana saham. Jika dana tersebut mau digunakan untuk perjalanan keliling dunia tiga tahun lagi, bisa dengan reksa dana campuran atau reksa dana pendapatan tetap.


Dengan dana pensiun yang tidak kecil jumlahnya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan orang yang sudah berpengalaman atau pakar dalam investasi. Tidak ada salahnya untuk mencari layanan profesional konsultan keuangan sebelum menentukan bentuk investasi yang akan dipilih. 


Rooslain Wiharyanti
rooslain
Nov. 29, 2018, 4:07 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.