Nonton Konser Tidak Perlu Menjebol Kantong

Nonton Konser Tidak Perlu Menjebol Kantong

Sesekali menonton konser dengan harga tiket jutaan mungkin masih masuk bujet Anda. Namun pastikan, sesekali itu maksunya setahun sekali atau tiap bulan? Lalu kalau ternyata musisi favorit Anda membatalkan kedatangannya ke negara ini dan godaan untuk melihat aksi mereka di negara tetangga begitu kuat bagaimana?

 

Biasanya demi idola Anda rela malakukan apa saja, termasuk menghabiskan tabungan atau limit kartu kredit, untuk membeli tiket konser, tiket pesawat, termasuk biaya hotel dan makan di negara tetangga. Tentunya pilihan ini bisa membuat anggaran kacau balau. Kalau ini berulang tiap tahun, atau lebih parah jika beberapa kali dalam setahun.


Baca juga: Tips Memiliki Kebiasaan Mengatur Uang Yang Baik

 

Padahal, Anda bisa mengelola pemasukan agar ada alokasi dana untuk menonton konser yang harga tiketnya terkadang selangit. Berikut beberapa cara yang bisa Anda tempuh yang dihimpun dari teen.co.id dan moneysmart.id.

 

1. Tentukan Prioritas

Sebagaimana prinsip pengelolaan keuangan, tentukan prioritas Anda. Jika memang dalam tiga bulan ke depan prioritas utama Anda adalah menonton konser dari artis favorit, fokus pada tujuan Anda. Ini juga berarti Anda tidak bisa secara impulsif membeli tiket atau langsung pergi ke luar negeri demi melihat aksi sang bintang idola. Semua harus direncanakan dan diatur agar dana bisa dialokasikan dengan baik tanpa mengganggu anggaran yang lain.

 

Anda bisa memasang bujet tetap untuk konser, tapi bukan untuk bulanan. Bisa dicoba Rp2 juta untuk 6 bulan. Bujet harus dipatok berdasarkan hitungan pemasukan-pengeluaran.

Akan aneh jika bujet itu sampai senilai dengan gaji per bulan. Misalnya Anda nonton konser habis Rp10 juta, sama dengan gaji sebulan, sepadankah pengalaman nonton itu dengan jerih payah bekerja selama sebulan?

 

Pastikan Anda terus mangikuti agenda konser band atau penyanyi kesayangan. Dari sana, bisa dikira-kira kapan datangnya dan harga tiketnya. Patok bujet dan cegah agar tidak sampai bocor. Kalau belum 6 bulan udah habis Rp2 juta buat nonton konser, jangan ditambah lagi untuk hal-hal lain. Anda tetap harus disiplin dalam mengatur anggaran.



 

2. Cari Dana Tambahan

Jika dengan hitung-hitungan Anda, dana yang bisa dialokasikan dari pendapatan dalam jangka waktu yang tersedia masih kurang, carilah pemasukan tambahan. Misalnya dengan mencari pekerjaan sampingan, misalnya menjadi secret shopper untuk riset sebuah perusahaan; menerima pekerjaan penerjemahan; bisa juga dengan membuat makanan atau kerajinan tangan lalu menjualnya.

 

Masih dalam tujuan menambah dana, Anda bisa mengadakan garage sale. Daripada memenuhi lemari atau rumah, Anda juga bisa menjual barang-barang berkualitas yang sudah tidak dipakai. Jika masih belum rela untuk menjual, atau jika di kemudian hari ada kemungkinan barang tersebut bisa dipakai lagi, Anda bisa menyewakan barang yang tidak Anda pakai secara regular. Barang yang bisa Anda sewakan misalnya mobil, baby stroller, car seat, dan tempat tidur bayi.

 

Gak Perlu Nguras Tabungan, Ini 4 Tips Hemat Buat yang Hobi Nonton Konser

Hobi nonton konser bisa disalahkan kalau kamu merasa duit sering kesedot tiap bulan. Apalagi kalau hobi nonton konser band luar tanpa mempedulikan anggaran.

Nonton konser itu hobi yang baik. Tapi hobi yang baik gak selalu segendang sepenarian dengan langkah penghematan.

 

3. Beli Lebih Awal

Salah satu poin plus mengecek jadwal konser adalah bisa beli tiket dengan harga lebih murah. Tiket yang biasa dinamai early bird ini bisa lebih murah ratusan ribu rupiah dalam jangka waktu tertentu beberapa bulan sebelum hari H. Tiket early bird umumnya dijual secara daring.

Lokasi konser juga penting dilihat untuk memperkirakan ongkos perjalanan. Mungkin bisa berangkat bareng teman-teman bila mau sewa taksi, baik daring maupun konvensional. Bisa patungan buat bayar ongkosnya. Kalau lokasi di luar kota atau luar negeri, pastikan beli tiket pesawat dan booking hotel jauh-jauh hari supaya lebih murah. Manfaatkan promo diskon kartu kredit agar semakin hemat.



 

4. Terpaksa Dadakan

Kembali ke poin pertama ketika membicarakan tentang tindakan impulsif yang bisa mengganggu kantong. Anda tahu kalau nonton konser dadakan, bisa-bisa harus merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, harga tiket hari-H pasti lebih mahal. Apalagi kalau sampai tiket resmi habis dan harus beli di calo. Namun sebetulnya oke saja kalau memang terpaksa dadakan. Bisa saja pengumuman konser juga datang mendadak karena sebelumnya tidak direncanakan.

 

Dalam situasi ini, segera tengok bujet. Kalau masih ada sisa, pakai saja. Bujet yang mepet pun sebetulnya masih mungkin disiasati dengan tambahan dana dari tabungan, terutama bila band yang mau konser itu langka main di Indonesia. Kalau bujet tidak cukup, lakukan poin nomer dua untuk menggenapinya.


Baca juga: 3 Pilihan Penting Merencanakan Keuangan Pribadi

 

5. Siap Mental dan Fisik

Mental mesti disiapkan agar kuat ketika ada godaan beli ini-itu di lokasi konser. Misalnya beli kacamata hitam atau bahkan aksesori dari kalung sampai plastik HP antiair. Beli kaus buat kenang-kenangan bolehlah asalkan resmi dari manajemen band, bukan bajakan dan tentunya ada bujet.

 

Fisik juga mesti disiapkan betul. Pertama-tama, datang ke konser dalam keadaan perut penuh. Jadi, Anda tidak terpaksa membeli makanan dan minuman dengan harga lebih mahal di area konser. Kondisi fisik sebelum hari-H konser juga harus oke. Jangan sampai malah jatuh sakit sebelum berangkat nonton konser. Malah sudah jatuh ketimpa tangga. Sudah keluar duit buat bayar tiket, malah tidak jadi datang. Dan keluar dana pula untuk bayar dokter dan beli obat.


Rooslain Wiharyanti
rooslain
Nov. 29, 2018, 4:17 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.