Jenis-jenis Pendapatan Pasif yang Bisa Anda Pertimbangkan

Jenis-jenis Pendapatan Pasif yang Bisa Anda Pertimbangkan

Pendapatkan pasif atau yang mungkin lebih Anda dengan dengan pasif income pasti tidak asing jika Anda pernah bergabung menjadi anggota dalam multi level marketing (MLM). Pendapatan ini acapkali didengungkan sebagai salah satu pencapaian seorang anggota MLM yang sudah berada di level tertentu.

 

Sebelum masuk lebih jauh tentang jenis pendapatan pasif, pahami dulu pengertian dari masing-masing bentuk pendapatan seperti dirangkum dari republika.co.id. Setidaknya ada tiga jenis pendapatan.

 

Pertama pendapatan aktif. Ketika Anda mendapatkan gaji, posisinya Anda mendapatkan active income, yakni penghasilan yang diterima karena bekerja sesuai dengan peraturan instansi tertentu. Di sana Anda bernaung dan menukarkan waktu dan keahlian untuk mendapatkan penghasilan.


Baca juga: Investasi Apa yang Aman untuk Pemula?


Kedua ada yang namanya massive income, yakni penghasilan yang Anda terima karena Anda menjual suatu produk atau barang secara terstruktur, sistematis dan massif (secara besar-besaran) atau TSM.



 

Ketiga tentunya passive income, yakni penghasilan yang diterima tanpa harus bekerja, karena sudah Anda investasikan sebelumnya. Investasi tersebut secara terus-menerus memberikan penghasilan tanpa dibatasi waktu dan aktivitas Anda. 

 

Berikut beberapa cara untuk mendapatkan pendapatan pasif seperti dihimpun dari republika.co.id, liputan6.com, dan kompas.com. Tiga cara yang yang umumnya untuk mendapatkan passive income lewat bisnis adalah:

 

1.    Lewat Bisnis

Anda bisa melakukannya dengan membangun bisnis korporasi hingga cukup besar dan stabil tanpa banyak campur tangan Anda. Bila ingin memulai bisnis kecil, bisa menggunakan sistem waralaba atau franchise. Sudah banyak pebisnis yang merasakan keuntungan dari waralaba, terutama di bidang kuliner.

 

Jika bisnis korporasi dan bisnis waralaba membutuhkan modal yang cukup besar, maka pilihan ketiga ini, relatif tidak memerlukan modal yang besar. Network marketing jangan Anda pahami terbatas pada MLM (multi level marketing) saja, tetapi selagi masih memiliki sistem yang tangguh dan bersifat viral, maka pemasaran berjenjang termasuk cara mendapatkan pendapatan pasif.

 

2. Lewat Properti

Cara ini tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit. Beberapa jenis usaha properti ini bisa menjadi sumber pendapatan pasif. Misalnya membangun indekos. Cara ini terbilang cukup mudah, apalagi kalau Anda sudah punya lahan strategis yang dekat dengan perkantoran dan kampus. Hampir sama dengan kos-kosan, Anda bisa manfaatkan properti berlokasi strategis untuk cari penghasilan tambahan dengan menyewakannya. Anda bisa sewakan ruko untuk toko atau kantor bagi orang lain. Biasanya harga sewa ruko bahkan jauh lebih mahal daripada indekos.


Baca juga: Apa Saja Kesalahan Investasi bagi Pemula?


Properti lainnya yang bisa Anda berdayakan adalah lahan parkir. Dengan syarat, lahan parkir tersebut berada di kawasan ramai, seperti misalnya perkantoran, pusat perbelanjaan, atau stasiun kereta api.



 

3. Lewat Royalti

Awalnya Anda memang harus bekerja untuk menciptakan karya dan mendapat royalti. Misalnya menciptakan lagu, menulis buku, menggambar lukisan, dan fotografi. Namun, royalti tersebut biasanya akan terus diperoleh selama karya yang Anda ciptakan masih laku dan diproduksi. Artinya, walaupun sudah tidak berkarya lagi, Anda akan terus dapat.

 

4. Lewat Internet

Untuk memiliki pendapatan pasif dari blog, tentu awalnya Anda perlu membangun blog atau website terlebih dahulu. Bisnis blog atau website ini bisa jadi cara untuk cari uang tambahan walaupun Anda tidak melakukan apapun. Anda pun bisa memesan tulisan dari orang lain. Asal tidak plagiat. Semakin kencang traffic yang ada di blog atau website milik Anda, maka semakin tinggi persentase klik iklan yang ada. Biasanya makin ramai pula pihak brand yang ingin beriklan di website atau blog Anda.


Baca juga: Jangan Samakan Menabung dan Investasi, Kenali Perbedaannya


5. Lewat Saham

Anda dapat membeli saham di perusahaan tertentu. Keuntungan yang Anda peroleh dari saham itu bisa jadi pemasukan tambahan. Anda tidak perlu kerja tetapi cukup menunggu profit saja setelah menanamkan saham di perusahaan tersebut. Meski tidak perlu kerja, bukan berarti Anda sembarang menanam saham. Anda perlu perhatikan perusahaan yang hendak Anda pilih. Pastikan perusahaan tersebut dikelola dengan baik dan berpotensi menghasilkan laba yang tinggi.

 

Berdasarkan opsi penghasilan pasif yang sudah disebutkan, kita bisa belajar bahwa cari uang tambahan tetap butuh upaya. Jika tidak dalam bentuk kerja, maka Anda butuh modal. Dapat diambil kesimpulan, pendapatan pasif merupakan penghasilan yang diterima secara rutin setiap bulan dari sebuah atau beberapa sumber investasi atau bisnis yang telah dibangun dan dimiliki di waktu yang lalu.


Rooslain Wiharyanti
rooslain
Nov. 29, 2018, 4:34 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.