Investasi Setelah Pensiun Bukan Hal Mustahil

Investasi Setelah Pensiun Bukan Hal Mustahil

Hal yang menakutkan dari masa pensiun adalah kehilangan penghasilan tetap dan kesibukan harian. Terbiasa aktif dan sibuk membuat Anda khawatir akan seperti apa masa pensiun itu. Sebenarnya ada banyak hal baru yang bisa mulai Anda lakukan, dan salah satunya adalah berinvestasi. Ini bukan hal mustahil dan memungkinkan Anda untuk tetap produktif di masa pensiun.

 

Saat yang paling tepat untuk memulai berinvestasi adalah ketika Anda masih dalam usia produktif. Dengan demikian, ketika masa pensiun, Anda tinggal melanjutkannya. Carilah berbagai infomasi dan riset tentang investasi apa yang akan Anda pilih yang memungkinkan untuk dilanjutkan saat pensiun nanti.


Baca juga: Rahasia Mencapai Bahagia dan Sejahtera di Masa Pensiun


Selain kebutuhan akan kesibukan di masa pensiun, keputusan untuk berinvestasi juga datang dari ketersediaan dana pensiun yang lumayan. Lalu bentuk investasi apa saja yang memungkinkan bagi para pensiunan?

 

Reksa Dana

Untuk berinvestasi di reksa dana tidak ada batasan umur. Terpenting adalah para pensiunan memahami produk reksa dana yang mereka beli termasuk risiko yang melekat pada produk tersebut. Meski demikian, harus disadari bahwa pemahaman terhadap produk pasar modal secanggih apapun, ada perbedaan besar antara orang yang di masa pensiunan dengan orang di masa produktif.

 

Seperti dikutip dari kompas.com, para pensiunan memang memiliki jumlah uang yang cukup besar, tetapi mereka sudah tidak memperoleh pendapatan bulanan. Mungkin sebagian masih mendapat manfaat pensiun dari BPJS Kesehatan dan perusahaan tempatnya bekerja, tetapi umumnya nilai ini tidak sebesar penghasilan ketika di masa produktif. 


Baca juga: Mengenal Jenis Reksa Dana dan Karakteristiknya


Tidak adanya penghasilan bulanan menyebabkan toleransi orang terhadap risiko semakin rendah. Ibaratnya waktu masih produktif, ketika rugi orang masih bisa berpikir “tidak apa-apa, uang masih bisa dicari”. Namun, kalau sudah pensiun, pikiran seperti ini sulit ada karena itulah satu-satunya uang yang dimilikinya. Untuk itu, bagi para pensiunan yang berminat untuk melakukan investasi, dana yang digunakan haruslah benar-benar tidak akan mengganggu kebutuhan masa tuanya.

 

Untuk itu, dia harus mengetahui berapa dana pensiun yang dimilikinya, baik yang dibayarkan secara sekaligus ataupun berkala, menghitung kebutuhan pensiun, dan baru berinvestasi dari sisanya jika ada.



 

Sumber-sumber Dana

Dana pensiun dapat berasal dari tiga sumber. Pertama dari BPJS Ketenagakerjaan. Jika Anda bekerja dan didaftarkan pada Jamsostek (sekarang BPJS Ketenagakerjaan) sebagian dari gaji Anda akan dikelola dalam bentuk Jaminan Hari Tua yang bisa diperoleh secara sekaligus pada saat pensiun.

 

Perlu diketahui, iuran Jaminan Hari Tua ini pada bersifat Tax Deffered atau pajak ditangguhkan. Artinya, pada saat dibayarkan untuk dikelola BPJS Ketenagakerjaan tidak dikenakan pajak, tetapi baru dikenakan pajak pada saat ditarik. Nilainya adalah 0 persen untuk Rp50 juta pertama dan 5 persen untuk sisanya.

 

Sumber dana pensiun kedua adalah dari perusahaan. Nilainya bisa berupa pesangon yang dibayarkan sekaligus dan atau manfaat dana pensiun yang diperoleh setiap bulan atau sekaligus, tergantung jenis dana pensiun yang digunakan perusahaan. Besaran dana pensiun ini tergantung pada pangkat, pendapatan, masa kerja, gaji terakhir dan hasil pengelolaan dana pensiun. 


Baca juga: Pelajari Hitung-hitungan Investasi Dana Pensiun


Ada perusahaan yang mengelola dana pensiun sendiri dengan membentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). DPPK adalah lembaga dana pensiun yang mengelola uang pensiun karyawan perusahaannya sendiri. Ada yang menggunakan jasa Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Biasanya DPLK dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi. DPLK adalah lembaga dana pensiun yang mengelola uang pensiun karyawan dari berbagai perusahaan.

 

Sumber ketiga adalah dana pensiun yang disiapkan secara mandiri. Bagi Anda yang berwiraswasta, menjadi pegawai paruh waktu, atau bekerja di perusahaan yang memberikan manfaat pensiun tetapi merasa tidak cukup, juga bisa menyiapkan dana kebutuhan pensiun secara mandiri.


Persiapannya bisa dengan usaha sampingan, berinvestasi sektor riil seperti properti dan emas, atau bisa juga melalui investasi pasar modal seperti reksa dana. Akumulasi dari hasil investasi ini, selanjutnya bisa digunakan untuk membiayai masa tua Anda.

 



Sesuaikan Tujuan Investasi

Anda dapat memilih reksa dana pasar uang yang risikonya paling kecil dan bisa ditarik kapan saja. Reksa dana yang memberikan dividen bisa menjadi opsi, tetapi pensiunan harus memahami bahwa ada risiko penurunan harga pada jenis reksa dana tersebut. Itu untuk dana pensiun sekitar Rp3 miliar. Jika dana kurang dari itu, maka tidak disarankan untuk berinvestasi di reksa dana.


Di bawah angka tersebut, dana tergolong minim dan Anda harus berpikir untuk membatasi gaya hidup bulanannya agar dana tersebut bisa cukup setidaknya selama 20 tahun. Untuk menghitung secara tepat kebutuhan pensiun, diperlukan keahlian mengoperasikan kalkulator keuangan. Sebab, sumber pendapatan dana pensiun ada yang berbentuk pembayaran kas sekaligus, berkala setiap bulan, ada pula yang berbentuk aset. Alternatifnya, Anda bisa menghubungi perencana keuangan profesional atau agen penjual reksa dana yang memiliki sertifikasi perencana keuangan untuk membantu Anda. 


Rooslain Wiharyanti
rooslain
Nov. 29, 2018, 2:52 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.