Cara Belanja Pintar untuk Menghindari “Lapar Mata”

Cara Belanja Pintar untuk Menghindari “Lapar Mata”

Dahulu istilah “lapar mata” saat berbelanja identik dengan kaum wanita. Namun saat ini, kaum pria pun punya kebiasaan yang sama. Bagi yang sudah terbiasa hidup dengan “lapar mata” saat berbelanja, kebiasaan buruk ini memang sulit dihilangkan. Tidak jarang, arus keuangan bulanan menjadi pas-pasan, bahkan nekat berutang. Jika itu yang terjadi, artinya Anda perlu tahu cara belanja yang pintar.

Kebiasaan emotional spender bukan tidak bisa dihilangkan. Namun dengan catatan, Anda harus konsisten dalam penerapannya. Kendalikan pemasukan dan pengeluaran untuk memenuhi semua kebutuhan bukan keinginan.

Baca juga: Ini Daftar 9 Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Mengatur Keuangan

Prita H. W seperti yang ditulis dalam bukunya Make it Happen! menerangkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan bagi Anda yang tergolong emotional spender ini. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Membuat Daftar Belanja (Wish List)

Wish list akan membuat Anda mengubah cara belanja. Buatlah daftar barang-barang kebutuhan yang ingin dibeli. Fokuslah pada barang-barang tersebut terutama pada yang punya nilai besar.

2. Bayar dengan Uang Tunai

Jangan gunakan kartu kredit saat berbelanja. Usahakan membawa uang tunai agar Anda bisa memaksakan diri tidak membeli barang-barang yang kurang atau tidak dibutuhkan. Jika terpaksa menggunakan kartu kredit, pastikan barang yang dibeli tersebut sangat dibutuhkan.

3. Teman Belanja

Fungsi teman belanja ini bisa dikatakan penting. Namun dengan catatan, teman Anda ini merupakan tipe yang bisa memberi nasihat ketika Anda lupa dengan daftar belanja. Bahkan jika perlu, ajaklah seseorang yang tidak suka belanja. Hal ini akan “memaksa” Anda agar lebih efisien dan selektif dalam berbelanja.


4. 10 Second Rule

Jangan tergesa-gesa saat berbelanja. Beri jeda sekitar 10 detik sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Dalam waktu 10 detik tersebut, tanyakan lagi pada diri sendiri apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau cuma karena ingin memilikinya saja.

Terkait dengan menggunakan uang tunai, Swara Tunai menganjurkan jangan terlalu sering membawa kartu kredit atau kartu debit. Sebaiknya, tinggalkan kartu-kartu tersebut di rumah dan bawa uang secukupnya. Jadi, sekalipun Anda tergoda untuk membeli sesuatu, Anda tidak punya uang untuk membayarnya.  

Tidak kalah penting, menurut laman ini, adalah menghindari bujuk rayu iklan yang menawarkan berbagai promo dan diskon menarik. Begitu juga dengan online shop, jangan terlalu sering membuka aplikasi yang berkaitan dengan e-commerce.

Laman Inspirasi Pagi menambahkan, dalam berbelanja gunakan keranjang belanja daripada kereta belanja (troli). Menggunakan keranjang belanja selain akan membakar kalori juga memberi keuntungan untuk mengendalikan “lapar mata”. Tangan yang lelah karena keranjang belanja yang mulai terasa berat akan memberikan sinyal “berhenti” untukmu. Akibatnya Anda pun mau tidak mau berhenti berbelanja.

Ada beberapa saran untuk menghentikan pengeluaran emotional spender dari Investopedia. Saran tersebut untuk menghindari situasi di mana Anda tergoda untuk membelanjakannya. Pertama, jangan pernah pergi ke toko ketika Anda merasa khawatir, stres, atau sedih. Toko memang disiapkan untuk membuat Anda ingin membeli lebih banyak barang, dan kemungkinan besar Anda akan menyerah pada godaan jika penjaga Anda turun.

Baca juga: Menghindari Kesalahan Mengatur Keuangan Keluarga

Kedua, jika Anda benar-benar membutuhkan sebuah item, belanja online dan cari hanya untuk apa yang Anda butuhka