Deposito itu Menguntungkan, Begini Simulasi Hitungannya

Deposito itu Menguntungkan, Begini Simulasi Hitungannya

Banyak penawaran investasi dan simpanan yang membuat orang tergiur untuk menghimpun pundi-pundi kekayaan. Ada beragam pilihan produk yang bisa diambil seperti tabungan, deposito, reksa dana, saham, emas dan lainnya. Namun sayangnya, tidak jarang banyak orang juga kurang teliti memilih produk sehingga akhirnya berimbas pada kerugian finansial yang cukup besar.

Jika masih ingin menambah finansial yang dimiliki dengan cara yang relatif aman dan berisiko kecil adalah dengan mengunakan produk simpanan seperti tabungan atau deposito. Jika sudah memiliki tabungan, deposito bisa menjadi pilihan berikutnya. Secara hitungan, tingkat imbal balik deposito pun lumayan menarik karena nilainya stabil atau setara dengan laju inflasi sekitar 6 persen tiap tahunnya.

Tak hanya menarik dari sisi imbal balik, deposito juga menawarkan kemudahan dalam pembukaan rekening, penarikan, dan pilihan jangka waktu. Dana yang Anda simpan pun aman sebab kegiatan deposito sudah diawasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku. Pusatdata.kontan.co.id yang di-update tanggal 4 November 2018, rata-rata suku bunga deposito rupiah jangka waktu 1 bulan (6,1 persen), 3 bulan (6,2 persen), 6 bulan (6,1 persen), dan 1 tahun (6 persen).

Salah satu kelebihan deposito dibandingkan tabungan, menurut bi.go.id, bunga yang ditawarkan deposito relatif lebih tinggi. Namun, deposito punya kelemahan dibandingkan tabungan di mana punya jangka waktu pengambilan dana. Jika deposito dicairkan sebelum jangka waktunya, maka akan dikenakan pinalti.

Lantas bagaimana cara menghitung keuntungan yang bisa didapat dari deposito sesuai dengan jangka waktunya. Berikut ini rumus singkat menghitungnya menurut moneysmart.co.id:

Keuntungan bunga deposito = suku bunga x nominal uang deposito x hari / 365

Pajak deposito = tarif pajak x bunga deposito

Pendapatan bersih = nominal investasi + (bunga deposito – pajak)


Jika diilustrasikan Anda meninvestasikan dana sebesar Rp20.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun, di mana bunga deposito 6 persen dan pajak deposito sebesar 20 persen. Dengan menggunakan rumus tersebut, maka hitungan keuntungan yang bisa didapat sebagai berikut:

Keuntungan bunga deposito = (6 persen x Rp20.000.000 x 365) / 365 = Rp1.200.000

Pajak Deposito = 20 persen x Rp1.200.000 = Rp240.000

Pendapatan bersih deposito = Rp20.000.000 + (Rp1.200.000 – Rp240.000) = Rp20.000.000 + Rp960.000 = Rp20. 960.000


Coba dibandingkan dengan tabungan konvesional. Cara menghitung bunga berdasarkan saldo terendah adalah bunga yang Anda peroleh dalam satu bulan tergantung dari jumlah saldo terendah Anda dalam satu bulan itu. Rumus penghitungan bunganya adalah:

Bunga   = (ST x i x t) / 365
ST         = saldo terendah
i             = suku bunga tabungan per tahun
t             = jumlah hari dalam 1 bulan
365        = jumlah hari dalam 1 tahun

Berdasarkan suku bunga simpanan Bank Central Asia (BCA) pada 5 November 2018 dengan range tabungan lebih Rp1.000.000 sampai kurang dari Rp50.000.000 adalah 0,45 persen. Jika saldo dalam satu bulan di akhir tahun adalah Rp20.000.000, maka dengan rumus tersebut, bunga yang bisa Anda dapat dengan saldo terakhir itu sebesar:

Bunga = (Rp20.000.000 x 0,45 persen x 30 hari) / 365 hari = Rp7.397,26

Pajak 20 persen x Rp7.397,26 = Rp1.479.45

Maka bunga yang didapat pada bulan terakhir perhitungan tersebut sebesar Rp7.397,26 - Rp1.479.45 = Rp5.917,8. Jika setiap bulannya, saldo Anda jumlahnya sama yaitu, Rp20.000.000, maka akumulasi bunga yang didapat dalam setahun adalah 12 x Rp5.917,8 = Rp71.013,6


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 29, 2018, 2:03 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.